
Dari tadi aku benar-benar menyiapkan mental ku dengan kuat, dari tadi aku ke ruangan pak adzriel, aku selalu di ganggu oleh karyawan lain yang masuk untuk minta tanda tangan lah, ini lah, itunya lah.
Dia benar-benar tidak ada waktu luang untuk ku, sekedar ngobrol saja sangat susah karena karyawan lain keluar masuk terus.
Tidak biasanya karyawan lain keluar masuk seperti ini, hari-hari kemaren saja tidak pernah seperti ini.
Apa ini gangguan untuk orang pacaran ya?
Nasib... Nasib... Pacaran sama bos besar
"Chika...!"
Teriakan itu terdengar dari arah ruangan pak presdir, aku langsung berlari ke sana.
"Apa lagi?" tanya ku
"Sini dulu!" titah nya
Aku mendekati meja nya itu ia lagi duduk di kursi kebesaran nya itu, aku sangat geram dengan dia.
Bikin jantung copot saja, gara-gara teriakan nya itu.
"Apa?"
"Kenapa berkas PT asuransi ini bisa ada di berkas PT Jiwasraya ini, kalau gini gimana caranya aku berkerja dengan baik. Sedangkan berkas lain tercampur di berkas ini, yang ada aku harus menyusun nya kembali. Dan bagaimana ini bisa di teruskan?
Aku tertunduk takut karena pak adzriel memarahi ku, ini salah ku, padahal aku sudah jeli dan teliti banget saat menyusun berkas itu, tapi kenapa harus ada yang terselip di sana sih.
"Maaf, itu salah saya, saya akan lebih teliti lagi! ujar ku tidak mau menatap nya
"Kalau ngomong bisa lihat mataku! ujar nya
Aku mengangkat kepalaku lalu melihat wajah nya sekilas, ternyata dia lagi tersenyum, ku kira wajahnya seperti gorila yang mengamuk, ternyata seperti panda yang imut wajah nya.
Senyumku mengembang seketika, "bikin jantung copot saja! ujar ku bernafas lega
"Sekretaris ku, lain kali kalau berkerja lebih jeli dan teliti lagi ya, jangan seperti ini, kalau seperti ini, yang ada aku tidak selesai-selesai kerja nya! ujar nya lembut
Aku tambah terbang di atas awan rasanya karena kelembutan ucapan nya itu, beruntung juga punya pacar bos besar gini.
"Iya Presdir ku, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi! ujar ku
"Dorr!"
Barrkk!
Kami berdua sontak kaget karena suara tenor itu yang mengelegar di dalam ruangan ini dan beriringan juga bunyi pintu yang terhempas kuat.
"Astagfirullah alhazim...! ucap kami serentak
Ternyata pak Alex yang datang ke sini, dari tadi aku tidak melihat nya, sekali ketemu eh dia malah bikin kagetin orang.
"Pacaran mulu, di sini yang jomblo iri! ujar nya meratapi nasibnya
"Apaan sih! ujar ku
__ADS_1
"Santai sekretaris pribadi alias orang kesayangan pak presdir kita! ujar Alex
"Ngapain?" tanya pak adzriel
"Gue ke sini mau ngasih berkas ke Chika, dari manajer pemasaran! ujar Alex
"Terus ngapain ke sini?" tanya pak adzriel
"Biasa, gangguin kalian lah! ujar nya nyengir
"Nggak, gue ke sini mau cari Chika eh ternyata emang benar kalau Chika ada di sini, awas jangan berduaan mulu! peringatan dari Alex
Ya, yang di bilang pak Alex ada benarnya, aku tidak boleh sering berduaan dengan pak adzriel, dari tadi saja aku tidak berduaan mulu sama dia, wong karyawan lain sering keluar masuk ke sini.
"Keluar deh!" usir pak adzriel
"Iya, tapi itu berkas warna hitam itu harus kamu revisi dulu, baru di kembalikan lagi ke manajer pemasaran! pesan Alex
Kini dia pergi dari sini, aku melihat pak adzriel sedang menatap ku.
"Aku kembali kerja lagi! pamit ku
"iya!" ujar nya
Kini aku kembali ke meja kerjaku, aku mengambil map warna hitam yang baru saja di antar oleh pak Alex.
...
Sore harinya aku sudah mau pergi dengan Chika ke panti asuhan mutiara cinta, aku sering ke panti asuhan itu karena mama sering bawa aku ke sana.
Dalam satu bulan itu empat kali aku ke sana, senang saja rasanya jika di sana, apa lagi banyak anak-anak kecil di sana.
"Main, kasih sumbangan, dan membantu para pengurus panti juga, aku di sana sering bantu mereka.
"Menyenangkan kalau di sana lho, mungkin kamu akan senang juga! ujar ku
"Pasti di sana banyak anak-anak! ujar nya
"Ya pasti lah, namanya juga panti asuhan bukan panti jompo! ujar ku
Dia cengengesan sambil garuk-garuk kepala nya, kami menuju lift khusus untuk petinggi di sini, Chika langsung berhenti persis di depan pintu lift. Dia melihatku dengan tatapan bingung.
"Kenapa?"
"Ini lift khusus buat kamu, aku tidak mungkin menaiki nya!
"Biasa saja! ujar ku menekan tombol lift
Pintu lift pun terbuka, baru sekali ini karyawan biasa aku suruh menaiki lift ini, aku sangat percaya dengan Chika, maka nya aku mempersilahkan dia untuk menaiki lift khusus ini.
"Nanti apa kata karyawan lain mas, aku takut mereka curiga! ujar nya ketakutan
Chika melihat kiri dan kanan barulah dia masuk ke dalam lift.
"Mereka tidak akan curiga, pasti mereka beranggapan kalau kita hanya sebatas pegawai dan atasan saja! ujar ku
__ADS_1
"Ta--!"
Aku langsung meletakkan jari telunjuk ku di bibir ku, menyuruh dia untuk diam.
Kini kami sudah berada di lantai satu, aku menuju basement untuk mengambil mobil ku, karyawan lain melihat kami jalan berdua, aku menatap tajam ke mereka.
Mereka jadi takut dan menundukkan kepalanya.
"Tukan mereka pada lihatin kita, aku takut ketahuan kalau kita punya hubungan spesial! ujar nya
"Punya hubungan spesial dengan bos besar tidak masalah bagiku, kan kita yang menjalani hubungan ini, bukan mereka! ujar ku
Kami sudah menuju panti asuhan mutiara cinta itu, semua barang yang aku minta sudah di kirim oleh Alex ke panti asuhan mutiara cinta itu.
"Kita tidak bawa apa-apa gitu? tanya Chika, dia melihat supermarket yang aku lalui saja tanpa berhenti dulu.
"Semua keperluan sudah di antar Alex ke sana, jadi kita ke sana hanya berkunjung dan bermain saja dengan mereka! ujar ku
"Ooh! ujar nya sambil mengangguk
Sekiranya kami menempuh perjalanan hampir setengah jam, akhirnya kami sampai juga di panti asuhan itu.
Chika memperhatikan panti asuhan mutiara cinta itu, senyum manis terukir indah di bibir ranum nya itu.
"Gimana, kamu suka kan tempat nya? tanya ku
Dia mengangguk antusias.
"Baru pertama kali kaki ini menginjak halaman panti asuhan ini, rasa hati aku langsung senang dan bahagia!
"Ada hal yang menarik di sini, tempat nya yang begitu nyaman, dan banyak pepohonan rindang, suasana sore yang begitu menakjubkan, sinar matahari sore menembus batang-batang pohon rindang itu, sangat indah! ujar nya seraya tersenyum
"Kak el, kak el, kak el sudah datang!"
Mereka berlari menghampiri ku, aku tersenyum bahagia karena mereka.
"Apa kabar adek-adek, kakak? tanya ku
"Kami baik kak!" ucap mereka serentak
"Kak, kak kita main yuk!"
Mereka menarik ku ke taman yang berada di panti asuhan ini, aku ikut bermain dengan mereka.
Chika dari tadi tersenyum, kadang dia juga ikut tertawa saat melihat kami bermain.
...
bersambung...
...----------------...
Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.
Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!
__ADS_1
Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.
Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁