Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 25. Bingung, Bingung, Bingung


__ADS_3

Pagi-pagi sekali aku sudah berangkat, karena aku sudah ada janji dengan pak adzriel, tadi malam aku di telepon oleh nya, kata nya dia ingin bicara dengan ku.


Jam 06.00 wib aku sudah berangkat dari rumah, habis ketemuan dengan nya aku langsung saja pergi ke kantor, kemungkinan aku ke kantor nya sedikit telat.


"Tidak sarapan dulu? tanya mama


"Nggak ma, nanti chika sarapan di kantor aja! jawab ku


"Lho kok kamu tumben pergi cepat? tanya papa yang baru keluar dari kamar


"Kata nya ada janjian pa sama teman nya! ujar mama


"Sama siapa? tanya papa


"Entah! ujar mama


Aku tersenyum saja sebagai jawaban nya, toh mama kan sudah mewakili ku untuk menjawab pertanyaan papa.


"Chika, pamit dulu pa, ma! ujar ku menyalami punggung tangan mereka.


"Assalamualaikum! sahut ku


"Wa'alaikumussalam! jawab mereka


Seperti biasa nya kalau pergi kemana-mana, aku selalu membawa motor ku, sudah beberapa tahun ini motor ini menemani ku.


Biasalah motor kesayangan ku, motor ini hadiah yang di berikan oleh papa, karena aku lulus kuliah, motor ini lah hadiah nya.


Tadi malam aku sempat kaget karena pak adzriel menelepon ku.


Malam ini aku sedang chattingan dengan azura, tiba-tiba saja hp ku berdering, karena seseorang menelepon ku.


Ku lihat lah siapa yang menelepon ku, aku sangat kaget karena pak adzriel menelepon secara tiba-tiba.


Aku angkat lah panggilan telepon itu.


"A--assalamualaikum pak! ujar ku sedikit gemetaran


"Wa'alaikumussalam!


"Besok, kita bisa ketemuan tidak?, kalau bisa, saya tunggu kamu di taman biasa!


Aku mengangguk-angkuk saja saat mendengar suara nya itu, entah kenapa aku langsung mengiyakan ucapan nya itu.


"Iya, pak! ujar ku


Lalu ia memutuskan panggilan telepon itu secara sepihak, aku sedikit kesal dan senang, pokoknya campuran aduk gitu.


Pikiran ku masih saja tertuju pada saat dia menelepon ku tadi malam, aku menggeleng-nggelengkan kepalaku, supaya pikiran ku tidak tertuju pada nya lagi.


Di atas motor ku senyum-senyum sendiri, tidak sabar mau ketemu sama pujaan hati eh bukan pujaan hati!


Sesampainya aku di taman yang dia maksud, aku langsung mencari nya, tapi aku tidak melihat nya, lagi pula taman ini juga sepi pengunjung nya, mungkin masih pagi kali ya!


Apa dia lupa, kalau dia mau ketemuan sama aku?, secara dia kan sangat sibuk!


"Aduhh... kenapa juga aku langsung mengiyakan ajakan dia kemaren! sesal ku


Aku duduk di bangku taman, untuk menunggu nya, siapa tau dia akan datang!


"Maaf menunggu lama! suara itu terdengar di belakang ku, aku tersenyum kecil.

__ADS_1


Dia langsung duduk di sebelah ku, jantungku langsung dag dig dug, tidak karuan.


Ku lihat dia yang lagi mengatur nafas, aku mengerutkan keningku, apa dia sangat nerfes saat berjumpa dengan ku?, senyum ku langsung mengembang.


"Maafkan aku! ujar nya spontan


Lagi-lagi ku sangat heran dan juga bingung, bagaimana tidak bingung, tiba-tiba saja dia langsung minta maaf pada ku.


"Untuk? tanya ku


"Aku benar-benar salah, ternyata benar yang kamu bilang, kalau kamu tidak salah, orang yang memfitnah kamu sudah aku pecat!


"Maafkan aku ya, aku waktu itu sangat emosi, pikiran ku tidak jernih waktu itu!


"Kamu mau kan maafin aku? ujar nya


Aku melongo saja menatap nya, tunggu, tunggu, tadi dia bilang apa? maaf!, bukan, bukan itu, tapi tadi dia bilang pakai aku, kamu, tumben dia bilang gitu, biasanya kamu, saya!


"Ya! jawabku singkat


Toh aku sudah memaafkan nya terlebih dahulu, aku tidak ingin dendam dengan orang lain, lebih baik memaafkan terlebih dahulu dari pada tidak sama sekali.


"Lain kali, bapak cari bukti yang valid dulu, jangan ulangi kesalahan bapak lagi, saya sudah memaafkan bapak sejak lama! ujar ku


"Terima kasih! ujar nya


Hening sesaat.


"Sebagai pertanda terima kasih saya, kamu mau kembali lagi berkerja di perusahaan saya? ujar nya


Aku tersenyum lalu mengelenggkan kepala ku, tidak mungkin kan aku kembali berkerja di perusahaan dia, sementara aku masih terikat kontrak dengan perusahaan papa azura.


Ia nampak kecewa saat aku menolak perkerjaan itu.


"Kenapa, kamu masih marah dengan saya? tanya nya


"Bukan begitu, tapi saya masih terikat kontrak dengan perusahaan itu pak! ujar ku


"Resign saja! ujar nya


Aku mengerutkan keningku, segitu nya ia ingin aku kembali berkerja di perusahaan nya, ada apa ini?


"Saya tidak bisa resign begitu saja pak! ujar ku


"Kenapa? tanya nya


"Saya sudah nyaman dengan perkerjaan saya yang sekarang, toh bapak tidak berhak ikut campur dalam pilihan saya! ujar ku


Dia mengangguk lalu tersenyum kecut.


"Saya pergi dulu! ujar nya


Lagi-lagi ku di buat heran dengan nya, apa dia marah?, tapi untuk apa dia marah!


Aah, sudah lah aku harus berangkat kerja sekarang, ku lirik jam di pergelangan tangan ku, ternyata sudah pukul setengah delapan saja.


"Yaah... telat lagi! gerutu ku


Aku langsung buru-buru pergi ke tempat motor ku, tidak butuh waktu lama aku langsung menancap pedal gas motor ku.


...

__ADS_1


Pukul delapan tepat aku sampai di kantor, aku langsung memasuki gedung perkantoran itu, kalau di lihat oleh manajer ana, bisa-bisa aku kena tegur.


"Alhamdulillah! ujar ku memegang dadaku, sangat beruntung aku tidak bertemu manajer ana.


"Akhirnya lo sampai juga! ujar bunga


Aku tersenyum kecil melirik bunga yang sedang mengetik keyboard komputer, ansel dari tadi hanya fokus saja.


"Dari mana aja lo? tanya bunga


"Tadi ada urusan sedikit! ujar ku


"Beruntung lo datang, kalau tidak manajer ana akan marah sama lo! ujar bunga


"Tadi aja manajer ana cari lo! timpal ansel


Kini arah lirik mataku berpindah ke ansel, ia sama seperti bunga yang mengetik-ngetik keyboard komputer.


"Terus lo bilang apa? tanya ku


"Izin, nanti lo akan datang, ya gue terpaksa bohong! ujar ansel


"Nggak papa deh, yang penting gue nggak kena marah manajer ana! ujar ku


"Btw terima kasih lho, kalian sudah menyelamatkan pekerjaan ku! ujar ku


"Sama-sama! ujar mereka berdua


Kini aku juga mengutak-atik keyboard komputer itu, jantung ku masih berdebar kencang karena ke sini sangat terburu-buru.


Apa lagi dengan pak adzriel tadi, entah kenapa dia langsung berubah saat aku menolak ajakan untuk kembali ke kantor nya.


Dia bikin aku bingung saja!, terserah aku dong aku milih kerja di mana, tapi dia seperti tidak suka kalau aku kerja di tempat orang lain.


"Iiiih... bingung, bingung, bingung! aku mengusar-gusar meja kerja ku.


Semua orang menatap ku dengan heran, karena aku ngomong nya keras-keras, aku melihat karyawan lain dengan senyum kikuk.


"Kenapa lo? tanya bunga


"Nggak! ujar ku


Lalu bunga mengangguk kecil lalu melanjutkan pekerjaan nya, aneh sekali dengan sikap nya sekarang ini, ansel juga begitu, tumben mereka tidak ribut lagi!


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2