
Yang benar saja, aku benar-benar sudah di antar oleh mama ke bandara, malah penerbangan ku masih lama lagi, mama sempat menunggu sebentar di sini lalu balik lagi.
"Nasib aku ko gini amat ya!
Mama ku lebih sayang dengan orang lain di bandingkan anak nya sendiri.
"Mama tega dengan ku!
Aku masih duduk di lobi sambil menunggu jam penerbangan ku, pantat ku sudah panas karena kelamaan duduk.
"Sungguh tega dirimu ma!
Aku meratapi nasibku yang baru saja sengsara, malah Alex nggak mau antar aku lagi, jadi nya aku benar-benar kesepian di bandara ini.
Ramai orang, iya, tapi aku hanya sendiri duduk di lobi ini.
"Hai bapak adzriel! suara itu sangat familiar oleh ku, aku menoleh ke arah samping, ternyata Chika yang lagi berdiri di sampingku itu.
Ia memegangi tas selempang yang ia gunakan itu sambil tersenyum kecil padaku, ini sungguh dia kan?
"Kamu! ujar ku menunjuk dia
Dia mengangguk, jadi benaran dia, eh tapi tunggu dulu, ini hanya kebetulan atau aah... sudah lah, tapi kenapa aku merasa senang ya?
"Hekhem...!
"Hmm... kamu ngapain di sini? tanya ku dengan jutek sambil memasang wajah datar
Dia garuk-garuk kepala yang tertutup oleh hijab nya, lalu ia menyentak nafas, aku melihatnya bingung.
"Itu cuma lewat saja!
"Eh bukan itu, aku lagi nunggu teman, iya itu baru bener! ujar nya gugup
Hadeh... ketahuan bohong, masa cari alasan tidak bisa!
"Oh! ujar ku singkat
Dia juga ikut duduk di samping ku, duduk nya agak jauh dari ku, bangku yang satu lagi memisahkan antara kami.
"Bapak mau pergi kemana?
"Jerman!
"Ngapain di sana pak?
"Kerja lah, masa mau cari jodoh!
Karena jodoh ku sudah di depan mata, yaitu kamu chika, eh apan ni, masa aku ngomong gitu, tapi kalau sungguhan tidak apa juga!
"Iya kali pak, kalau dapet jodoh nya di sana ya mau bagaimana lagi kan!
"Ngarep banget gue dapat jodoh di sana! gumamku
"Apa pak? tanya nya
Aku menggeleng cepat.
"Bapak kapan balik?
"Pergi aja belum, masa kamu sudah tanya kapan balik!
"Hehe... ya juga ya pak! ujar nya cengengesan
__ADS_1
...
Asem banget, ini gara-gara tante Saras yang maksa aku untuk ke bandara, kata tante Saras, pak adzriel mau ngomong serius dengan ku.
Eh nyatanya nggak, kebalik banget kenyataan nya, benar-benar tante Saras ini, aku dikibuli mentah-mentah.
Sampai sekarang aja pak adzriel tidak ada bicara penting-penting amat dengan ku, ini fix jelas banget kalau tante Saras bohongi ku.
"Hmm... kalau boleh tau kamu nungguin siapa? tanya pak adzriel
"Nungguin saudara pak! ujar ku
Apa yang aku ingat aja yang aku sebut, nggak mungkin kan kalau aku ke sini mau temenin dia, yang ada dia bisa ge'er lagi, terpaksa bohong!
"Ooh...! ujar nya
Sumpah aku sangat canggung saat berdekatan dengan nya.
Topik pembicaraan kita malah habis lagi, jadinya kami hanya diam-diaman saja.
"Gimana kerjaan kamu?, aman-aman aja kan? tanya nya
Huff...ku buang nafas lalu bernafas lega, syukurlah dia ada topik pembicaraan lain, jadi nya aku tidak secanggung gini.
"Aman-aman aja tuh! ujar ku
"Oh! ujar nya singkat
Dari tadi dia menjawab dengan oh, oh, oh aja, dia pikir ini lagu apa?, di lagu-lagu kan ada oh, oh, oh nya tu, nah ini sama juga dia menirukan lagu-lagu itu.
"Nggak ada kata lain selain oh itu kah? tanya ku
Dia tersenyum kecil lalu mengangguk, "masih banyak kata-kata sih, tapi aku lebih suka oh itu! ujar nya
"Btw ngapain bapak tanya soal pekerjaan saya? tanya ku
"Nggak papa! ujar nya
Ekspresi ku seketika berubah menjadi muram, aku berharap dia itu mengajak aku untuk balik ke perusahaan dia lagi, emang ya, kesempatan itu tidak akan datang lagi yang kedua kali nya, nyesel aku sudah menolak tawaran nya waktu itu.
"Hmm... penerbangan ku masih satu jam lagi! gumam nya
"Ya sabar aja pak! ujar ku
"Bapak yang salah, ngapain juga pergi ke bandara cepat-cepat! ujar ku
"Bukan aku, tapi mama! ujar nya
Hmm...tukan tante Saras lagi dan lagi, jadi heran juga aku, tante Saras ini mau nya apa sih? bikin bingung aja.
"Kenapa tante Saras yang salah? tanya ku
"Ndak tau aku! ujar nya
Masa dia tidak tau, yang aneh nya ini kenapa juga aku mau nurut sama ucapan tante Saras tadi, dan kini aku harus menunggu dia sampai pergi.
"Hmm... saudara kamu kenapa belum datang juga? tanya nya
Peluh keringat dingin mengucur deras di keningku sampai mengalir ke pipi ku, ini termasuk peluh takut ketauan sama dia kalau aku lagi bohong.
"Ah... a-anu... hmm... mungkin macet! ujar ku asal sebut
"Macet? tanya nya bingung
__ADS_1
Astagfirullah ini mulut kenapa omongan nya nggak nyambung ya?, masa naik pesawat pakai macet segala!, aduhh... sama aja aku lagi bunuh diri.
"Baru kali ini aku tau kalau naik pesawat pakai macet! ujar nya tampak bingung
"Bukan macet maksud aku landing nya lama gitu! ujar ku
Angel wes angel tenan we!
Dia mengangguk-angkuk saja, aku bernafas lega karena dia tidak begitu terlalu curiga.
...
Ingin aku tertawa sekarang ini, tapi ini di tempat umum jadi aku harus tahan tawa ku ini.
Sumpah aku tidak tahan tawa ini, gara-gara chika, ketahuan sekali kalau di berbohong dengan ku.
Aku yakin kalau dia tidak menunggu seseorang di sini, palingan dia di paksa oleh mama untuk menemaniku di sini.
Aah... i love you mama, ternyata mama punya cara lain untuk mendekati ku dengan chika, ide mama ku sangat bagus sekali.
Sekali lagi i love you mama!
Dan tiba lah saat ini aku untuk berangkat ke Jerman, semua penumpang telah di himbau oleh petugas bandara ini untuk menaiki pesawat.
Aku bangkit dari duduk ku lalu mengambil koper yang tidak jauh dari ku, chika ikut berdiri.
"Aku pamit dulu, do'a kan aku supaya aku sampai tujuan!
"Tolong jaga mama ku ya, tadi mama sempat berpesan selama aku pergi kamu nginap di rumahku, itu kata mama tadi!
"Aku harap kamu bisa jaga amanah ini, jaga mama ku! ujar ku
Dia mengangguk kecil saja tanpa berkata apa-apa.
"Aku pasti akan kembali, tunggu aku ya! ujar ku
Nampak dari raut wajahnya kebingungan dengan maksud ucapan ku tadi.
"Bay the way, aku tau kalau kamu berbohong, mama yang nyuruh kamu ke sini kan untuk menemani ku!
"Terima kasih chika, kamu mau menemani ku! ujar ku lalu pergi dan melambaikan tangan ku.
...
Aku melongo saja saat pak adzriel berbicara banyak tadi, oh astagfirullahaladzim jadi dia tau kalau aku berbohong, uuh... ini semua gara-gara tante Saras, tukan aku jadi malu sendiri.
Aku hanya bisa melihat punggung pak adzriel dari kejauhan, kini dia sudah mau naik pesawat.
"Sampai jumpa kembali pak adzriel!
...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π