Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit


__ADS_3

Tak terasa hari sudah sore saja, kini aku bersiap-siap untuk pulang, sedangkan mereka berdua masih saja ribut. Entah apa yang mereka debat kan, sampai sekarang masih saja ngoceh.


"Sel, awas aja lo ya!


"Apa sih, lo banyak ngoceh!


"Ansel putra bin Abdullah, awas aja lo ya, gue nggak mau temanan sama lo lagi!


"Bunga cantika binti arka suhanda!


"Gue ngelarang lo sebut nama bapak gue ya!


"Gue juga ngelarang lo sebut nama bapak gue juga!


Aku menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan.


Dukkk


Aku memukul meja, mereka berdua saling diam dan menatap ku.


"Chika lo kenapa? tanya bunga


"Bikin jantung copot aja Chik! ujar ansel


Aku menatap mereka tak kalah tajam nya, mereka menelan saliva susah payah sambil cengengesan.


"Pulang nggak nih? ujar ku


"Jam berapa, kok lo ajak kita pulang? tanya bunga


"Iya, nanti di marahi manajer ana lagi! ujar ansel


Saking asik nya mereka bertengkar, sampai-sampai mereka lupa untuk pulang, sementara karyawan lain sudah pulang, kini hanya tinggal kami bertiga saja di ruangan ini. Sebelum nya di ruangan ini banyak karyawan lain, bukan kami bertiga saja, melainkan 10 orang.


Mereka melihat ke sekeliling mereka masing-masing, lalu bunga langsung mengambil hp dan tas nya.


"Gue pulang, gue takut! ujar bunga memegangi tangan ku


Ansel juga begitu ia mengambil tas kerja sama hp nya, kini kami pun turun dari lantai lima ini.


"Chik, kenapa lo nggak kasih tau gue kalau karyawan lain pada pulang? ujar nya


"Kalian terlalu asik sama perdebatan yang nggak jelas kalian itu, untung gue nggak ninggalin lo! ujar ku


"Ini salah lo sel! ujar bunga menyalahkan ansel


"Kenapa jadi gue? ujar ansel


"Ya, salah lo lah, lo ajak ribut mulu sih! ujar bunga


"Nenek lampir, lo bung! ujar ansel


Tidak di kantin, tidak di meja kerja, tidak di dalam lift, mereka selalu bertengkar, yang di ributin juga tidak jelas.


"Kalian berdua bisa diam tidak! ujar ku


"Entah ansel itu mulai duluan! ujar bunga


Kami sudah berada di luar gedung perkantoran, aku mengambil motor ku di parkiran.


"Gue balik duluan, kalian juga pulang dan jangan berantem mulu!


"Nanti jodoh baru tau rasa! ujar ku terkekeh kecil


"Nggak mau! ujar mereka serempak


Kan itu aja ngomong nya barengan, mungkin saja kan kalau mereka jodoh, soal jodoh kan kita tidak pernah tau!


"Gue balik dulu!

__ADS_1


"Assalamualaikum! sahut ku


"Wa'alaikumussalam, hati-hati di jalan! ujar mereka serempak


Tukan... itu aja mereka kompakan lagi, jangan-jangan beneran jodoh nih!


...


Kini kami berdua lagi melihat video cctv yang sengaja aku sembunyikan letak nya itu, ku perhatikan lagi video cctv itu.


Aku baru sempat melihat cctv ini, karena selama beberapa hari ini aku sangat sibuk, jadi sekarang baru aku sempat melihat nya.


"El, tukan el, gue bilang apa!


Aku geleng-geleng kepala tidak menyangka, ternyata benar bukan chika yang mengambil map itu.


"El, kita harus tindak lanjuti ini! ujar Alex


"Segera panggil perempuan ini! ujar ku marah


Lalu kini Alex lagi memanggil orang yang sudah berani masuk ke ruangan ku dan mengambil map itu tanpa sepengetahuan ku.


"Beraninya kalian bermain-main dengan saya!


...


Aku memanggil si 3r itu, aku tau julukan itu dari karyawan lain, aku sungguh tidak percaya, jadi mereka yang memasukkan map itu ke dalam tas Chika.


"Kali ini kalian bakalan habis!


Kini aku sampai ke tempat meja kerja mereka, aku menanyakan si 3r itu ke karyawan lain.


"3r mana? tanya ku


"Itu pak, mereka lagi santai-santai!


"Ada apa pak? tanya karyawan lain


"Dengar dan saksikan saja nanti! ujar ku


Kini aku menghampiri mereka yang lagi tertawa terbahak-bahak.


"Kalian bertiga, ikut saya menghadap pak presdir! ujar ku


Mereka bertiga terlonjak kaget saat aku panggil, lalu mereka langsung terdiam dan tertunduk.


"Kenapa kami di panggil pak? tanya salah satu dari mereka


"Jangan banyak nanya! ujar ku


Mereka masih diam sambil menunduk.


"Sekarang! ujar ku ngegas


Lalu mereka mengikuti ku, mereka saling bertolak-tolak untuk tidak masuk ke dalam ruangan presdir.


"Buruan! bentak ku


Mereka langsung buru-buru masuk, kini mereka bertiga menghadap bos mereka, aku berdiri di belakang mereka, untuk menyaksikan kemarahan adzriel.


...


Alex sudah memanggil mereka bertiga, kini mereka tertunduk sambil ketakutan, seperti nya mereka sudah tau maksud dan tujuan ku kenapa aku memanggil mereka ke sini.


"Kalian tau kenapa saya panggil kalian bertiga? ujar ku


Mereka menggelengkan kepala mereka masing-masing.


"Siapa suruh kalian masuk ke ruangan saya, tanpa seizin saya! ujar ku

__ADS_1


"Kami tidak pernah masuk ke ruangan bapak! ujar mereka


Aku tersenyum sinis lalu memukul meja.


Dukk


"Masih tidak mengakui nya! ujar ku sangat murka


"Apa maksud bapak? tanya mereka


"Masih pura-pura tidak tahu! ujar ku


"Alex silahkan lihat video itu ke mereka-mereka ini! titah ku pada Alex


Lalu Alex melihat kan video rekaman cctv itu ke mereka, setelah melihat video rekaman cctv itu, wajah mereka jadi tegang dan ketakutan.


"Mau masuk penjara atau keluar dari kantor saya sekarang? tanya ku, memberikan dua pilihan ke mereka.


Mereka tidak menjawabnya, "berarti kalian mau masuk penjara! ujar ku


"Ja--jangan pak, kami akan keluar dari kantor ini sekarang juga! ujar salah satu dari mereka.


Aku mengangguk kecil lalu menyuruh Alex untuk menyeret mereka keluar dari kantor ku.


"Seret mereka! titah ku


"Kalian di pecat secara tidak terhormat, sudah di beri perkerjaan enak, malah di sia-sia kan, makhluk macam apa kalian!


"Berani main di belakang, kalau berani langsung di hadapan orang nya, cara buruk kalian itu sama saja dengan sifat asli kalian!


"Lex, seret sampah seperti mereka keluar dari kantor saya, dan jangan menapakkan kaki kalian lagi di sini!


"Paham! ujar ku dengan sangat emosi


Lalu Alex menyeret mereka bertiga, saat ini emosi ku sangat menggebu-gebu, ku tarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara kasar.


"Sialan mereka!


Sekarang aku harus apa, aku sudah menuduh chika padahal dia tidak salah sama sekali.


Bagaimana cara aku minta maaf dengan Chika?


"Aaah...!


"Chika, saya salah sangka, maafkan saya!


Aku mengaruk-garuk kepala ku, tidak tau harus apa, minta maaf juga gengsi, kalau tidak maaf aku merasa bersalah juga.


Gara-gara tidak menyelidiki dengan teliti, aku sendiri yang salah sangka, kini aku jadi bingung sendiri.


Masalah sudah selesai tapi minta maaf sangat sulit!


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2