
1 minggu kemudian...
Semua karyawan kantor telah libur, kini aku lagi membantu mama yang lagi berjualan di toko kue mama.
Hanum juga ikut dengan kami, biasa nya Hanum juga ikut membantu mama selama berjualan.
Dari tadi ku lihat dia yang lagi senyum-senyum sendiri sambil melihat ke jalanan, aku mengalihkan pandanganku ke jalanan yang ia lihat sambil senyum-senyum itu.
"Mama lihat Hanum, dia kenapa ma senyum-senyum sendiri!" ujar ku, mama yang lagi memindahkan kue-kue ke etalase kaca.
"Mama nggak tau!" ujar mama
Ku perhatikan terus Hanum yang lagi senyum-senyum sendiri itu, kayak nya dia lagi jatuh cinta sama yang pernah aku alami waktu itu.
"Han bantuin kakak angkat kue dari oven!' ujar ku mengajak dia ke dapur.
Dia masih senyum-senyum tidak jelas.
"Han!"
"Han!"
"Hanum!' teriak ku dengan kencang
Dia melihatku sambil menyipitkan kedua matanya, "apa kak?" tanya nya
"Astagfirullah alhazim!" aku mengurut-urut dadaku.
Aku ngomong sekeras itu dia tidak mendengarkan ucapan ku, apakah dia tidak mencerna ucapan ku?, karena senyum-senyum tidak waras nya itu!.
"Napa kak, malah ngucap istighfar segala?" tanya nya
"Makanya jangan suka senyum-senyum nggak jelas gitu, orang bicara tapi tak kamu gubris!" ujar ku
Dia malah nyengir lebar, "hehe... iya!" ujar nya
"Ikut aku ke dapur, mama nyuruh kita keluarin kue dari oven!" ujar ku menuju dapur
...
Kakak ini malah membuyarkan lamunanku saja, padahal aku lagi membayangkan kalau aku lagi jalan-jalan bareng mas Alex gantengnya Masya Allah itu.
Nggak nyangka aja aku bisa ketemu lagi dengan nya, apa itu kebetulan atau itu sengaja dia mau cari aku?.
Aaaa... Hatiku sangat senang dia menghampiri ku ke sekolah ku, mimpi apa ku waktu itu ya, bisa bertemu mas-mas ganteng.
Mas Alex sungguh pria idaman ku banget, udah ganteng, baik, pokoknya dia paket komplit lah.
Uhuy kapan lagi dapat mas ganteng kayak dia, ciptaan Tuhan yang satu itu sangat sempurna.
"Han!"
"Hanum?" panggil kak chika, lagi-lagi lamunan ku di ganggu oleh nya.
"Kenapa kamu sering senyam-senyum nggak jelas gini sih?"
Aku nyengir lebar seraya mengaruk-garuk kepala ku yang tertutup oleh jilbab.
__ADS_1
"Num, jangan suka senyum-senyum sendiri num, takutnya kamu di sangka gila sama orang!" ujar kak chika
"Apa sih kak, Hanum kayak gini karena Hanum lagi jatuh cinta!" ujar ku
Kak Chika menatap ku sambil menelisik dengan tajam, lalu dia tertawa tidak percaya.
"Hahaha... bocah kayak kamu bisa juga jatuh cinta?" ujar nya
Aku menyipitkan mataku, emang seumuran ku ini tak boleh jatuh cinta apa?
"Ya bisa lah!" ujar ku
"Sekarang kakak tanya ke kamu, cowok mana yang mau dengan gadis tomboy kayak kamu?" tanya nya
Aku senyum-senyum lagi mengingat wajah mas Alex yang genteng nya Masya Allah itu.
"Han!"
"Mulai lagi kan senyum-senyum nya, aneh banget sih kamu dek, udah ah kakak malas ladeni adek kayak kamu itu, suka nyebelin, orang ngomong tapi malah di cuek in!" ujar kak Chika
Biarlah aku tak memberi tahu nya, yang ada kak Chika menertawai aku lagi, dia kan juga kenal sama mas Alex ganteng ku.
...
Siang ini enak nya nyantai di bawah pohon rindang ini, kali ini toko kue mama benar-benar sepi, dari pagi hingga siang ini hanya dua orang pembeli saja.
Mungkin ini belum rezeki kami, aku memegang telepon genggam ku, dari tadi telepon genggam ku hanya tersimpan di dalam tas kecil yang sering ku bawa kemana-mana.
"Tumben mas adzriel tidak mengabari ku?"
Biasanya setiap saat dia akan selalu mengabari ku, sekarang ini dia tak di kota ini, dia bersama tante Saras lagi pergi ke kampung halaman tante Saras.
Dia sudah satu minggu ini di kampung halaman mama nya, jadinya kami berkabar lewat hp saja, ah aku kangen dengan canda tawa nya itu.
"Hey kak!"
Ternyata Hanum yang bikin aku kaget, anak satu ini sering bikin sport jantung.
"Apa?" desis ku
Dia cuma nyengir saja, tidak senyum, tidak cengir itu-itu saja yang dia perlihatkan ke aku, kadang si adek gemblung ku ini bikin kepalaku mumet aja.
"Kak!"
"Hmm!"
Dia terdiam duduk di samping ku, ku perhatikan wajah nya yang ingin bercerita dengan ku, seperti ada beban pikiran saja yang ia pikul.
"Kenapa?"
"Nggak?"
"Terus tu wajah kenapa kayak banyak beban aja?" tanya ku
"Bukan beban tapi cinta!" ujar nya
Aku tertawa kecil, ngaco kadang kalau dia bicara.
__ADS_1
"Bay the way, kakak ada cerita lho!" ujar ku
"Apa?" tanya nya antusias
Aku menceritakan si Alex somplak itu ke Hanum, tentang dia yang di serang oleh pereman dan di selamatkan oleh gadis si jago silat.
"Kira-kira gadis jago silat itu siapa ya?, kakak jadi penasaran dek, kata Alex sih si gadis jago silat itu cantik!" ujar ku
Dari pada tidak ada cerita lebih baik aku gibahi si Alex somplak itu, yang sering bikin aku bete dan jengkel.
"Tentu dia memang cantik, sangat cantik!" ujar Hanum sambil tersenyum.
Aku mengerutkan keningku sambil melihat Hanum, ini... ni anak lagi membanggakan diri nya atau lagi kenapa sih?.
"Num, ini bukan kamu kan yang si gadis jago silat itu kan?" tanya ku
Aku jadi curiga kalau Hanum ini si gadis jago silat itu, kalian kan tau saja kalau adek aku ini jago silat.
"Menurut kakak?"
"Nggak lah, mana mungkin kamu!"
Ingatanku kembali pada saat malam waktu Alex mengantar ku pulang.
"Mobil nya kayak kenal deh!"
"Perasaan kamu kali Han!
"Serius kak, kayak mobil om yang aku tolong waktu itu!"
Bener berarti memang si Hanum si gadis jago silat itu, ya... ya... ya... sekarang aku ngerti kenapa adek bontot ku ini sering senyum-senyum, karena dia baru saja jatuh cinta dengan si Alex songong itu.
"Han, benaran kamu yang nolong Alex waktu itu?"
Dia mengangguk kecil seraya tersenyum lebar, aku memelotot kan mataku, apa si Hanum si gadis jago silat itu yang menolong Alex somplak nan songong itu.
"Terus?"
"Aku suka sama mas ganteng itu?" ujar nya sambil senyum malu-malu kucing.
"Alex songong kamu bilang ganteng, selera kamu kok harus dia sih dek?" tanya ku
"Memang dia ganteng kak, ganteng nya saja Masya Allah!" ujar nya
"Ck ck ck! decak ku
"Nggak nyangka dek jadi kamu si gadis jago silat yang membantu Alex somplak nan songong itu!"
...
bersambung...
...kata-kata bijak : Dalam duka pasti akan ada suka. Jangan menyerah, sebab dengan putus asa kita tidak akan menjadi apa-apa selain pecundang....
Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.
Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!
__ADS_1
Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.
Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁