Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 42. Cari Suami Saya


__ADS_3

Aku sampai di rumah dengan kesal nya, ku buka pintu utama secara kasar, mama yang lagi duduk menghadap pintu utama langsung kaget. Ruang tamu berada dekat di dekat pintu masuk.


"Assalamualaikum! sahut ku


"Wa'alaikumussalam!"


"Kenapa pulang kelihatan kesal seperti itu?" tanya mama menyuruh aku duduk di sebelah mama.


"Itu ma, adzriel nyebelin itu, bikin kesal aku saja!" ujar ku


"Kok bisa, bukankah kalian tadi pagi baik-baik saja?" ujar mama


Ini sih sebenarnya bukan salah dia, tapi salah ku sendiri, kenapa juga aku tidak mau cerita sama dia. Alhasil kami saling diaman.


Aku ceritakan ke mama kalau aku jadi bahan gosipan para karyawan kantor, mama mangut-mangut mendengar cerita ku.


"Anggap saja mereka itu lagi mentransfer pahala ke kamu!" ujar mama


Aku sih tadi beranggapan nya seperti itu juga, seharusnya aku bicara baik-baik dengan pak adzriel, tapi aku juga takut kalau dia marah atau memecat orang yang membicarakan ku itu.


"Sudahlah ma, aku ke kamar dulu, mau istirahat!" ujar ku


Mama mengangguk kecil, aku masuk ke kamar ku, aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Ku lihat hp ku lalu ku pencet aplikasi warna hijau itu.


Tidak ada pesan yang masuk dari dia, apa dia benar-benar mendiami aku?.


Aku kangen dengan suara nya, aku ingin memencet tombol yang berbentuk telepon itu, yang terletak paling atas sebelah kanan itu, tapi ku urungkan niat ku untuk tidak menelepon nya duluan, gengsi dong, nanti dia malah menertawai ku.


Jelas-jelas aku yang meminta nya untuk saling diam-diaman.


"Aaakh... Mas adzriel ini kenapa sih tidak mengerti dengan perasaan ku!"


"Aku kangen dia, tapi dia tak kangen aku apa?"


Ku hempaskan hp ku ke atas kasur, lalu aku mengusap-usap kasar wajahku. "bikin aku gregetan saja!"


"Drrrttt...


"Drrrttt...


"Drrrttt..


Bunyi hp ku, aku langsung meraih hp ku tadi, moga-moga dia yang menelepon ku, ku lihat layar hp ku, ternyata memang dia yang menelepon ku.


"Hmm...! sapa ku


"Assalamualaikum!" sapa nya


Aku menepuk jidatku, sampai lupa mengucapkan salam, saking senang nya, sok jual mahal lagi aku ini!.


"Wa'alaikumussalam!" ujar ku dengan suara malas


"Besok aku nggak bisa jemput!"


Aku membulatkan bola mataku, saking kagetnya, kenapa dia jadi dingin gini?.


"Kenapa?"


"Jawabannya ada di kamu!"


"Mas!" ujar ku


Tut...tut...tut...


Panggilan telepon langsung dia putus sepihak begitu saja. Aku langsung menggenggam kuat-kuat hp ku.


"Dia kenapa jadi marah gini sih?"

__ADS_1


"Aku nggak terima, kenapa dia kayak gini sama aku?"


"Tidak, aku harus bicara sekarang dengan dia!"


Lebih baik aku mandi dulu, nanti selesai magrib aku akan ke rumah nya, aku harus bicara empat mata dengan nya.


"Kak Chika!"


"APA?" bentak ku


"Nggak usah bentak juga kali kak, itu kak nisa datang tuh!" ujar Hanum


Aku mengangguk kecil sambil berkacak pinggang.


"Kalau lagi marahan jangan bentak orang yang nggak salah juga kali!" sindir Hanum


Aku menatap tajam ke Hanum yang menyogok kan kepala nya di pintu kamar ku.


"Uuuuu... kak Chika tolol!" umpat nya, lalu ia langsung kabur.


Magrib pun tiba, aku mengambil wudhu, selesai mengambil wudhu kini aku melaksanakan shalat magrib tiga rakaat.


"Allahu Akbar...!


.


.


.


"Assalamualaikum warahmatullah...!"


Selesai sudah ku melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim, selesai sholat aku menampung kan kedua tanganku ke atas, lalu berdo'a kepada yang maha kuasa.


Kini aku turun ke bawah ternyata keluarga ku sudah menunggu ku di meja makan.


"Hai kak!" ujar ku juga melambaikan tangan ku


Kami sudah lama tidak bertemu dengan kak Anisa, aku juga kangen dengan nya, kak nisa selama ini ikut suaminya tinggal di Padang, makanya dia sangat jarang ke sini.


"Apa kabar kak?"


"Kabar baik!"


Suami kak nisa hanya senyum menyapa ku, aku juga senyum ke dia, ponakan ku lagi asik makan di suapi oleh mama.


"Ponakan onty mana ni?" ujar ku


"Aku...!" teriaknya menunjuk tangan nya


"Udah besar ya!" ujar ku


Bocah berusia 4 tahun itu bersuara saat aku menyapanya, oh ya, nama keponakan ku itu ialah Abraham, dia cucu pertama di keluarga ku ini.


"Gimana ham, tinggal di Padang, seru nggak?" tanya ku


"Seru onty, orang nya baik-baik, sama kayak papa!" ujar nya, suami kak nisa ini orang Padang, makanya kak nisa di ajak tinggal di Padang, dengan alasan suaminya itu berkerja di kota tempat kelahiran nya itu.


"Bisa aja kamu ham!" ujar suami kak nisa


Aku sudah mengambil makanan lalu ku suap makanan itu ke mulut ku. Selesai makan aku harus pergi ke rumah pak adzriel, aku harus bicara empat mata dengan nya.


"Papa, mama, aku izin keluar sebentar boleh nggak?"


"Kemana?" tanya papa


"Rumah teman pa!"

__ADS_1


"Palingan ke rumah pak bos nya!" timpal hanum, aku memelototi Hanum, ia mencibir ku. Dasar adek nggak mau berpihak sekali sama kakak nya ini.


"Benar itu yang di bilang Hanum?" tanya mama


Sudah ketahuan gini mana mungkin bisa bohong lagi, aku mengangguk kecil sambil menundukkan kepalaku, "iya ma, pa!" ujarku pelan.


"Ngapain ke sana?" tanya papa


"Mereka bertengkar pa, ma!" timpal hanum, aku melihat Hanum dengan tatapan tajam, dia hanya cengir.


"Papa tidak nanya sama kamu Han! ujar papa, kini aku yang meledek Hanum, rasain tuh gimana rasanya, emang enak kena tegur sama papa, aku menjulurkan lidahku ke Hanum dengan tatapan mata meledek dia.


"Ya, begitu lah pa, ma!" ujar ku


"Setelah dari sana langsung pulang!" ujar papa


Aku tersenyum lebar, ku kira papa sama mama tak mengizinkan ku untuk keluar malam, nyatanya papa memberi izin untuk ku.


"Ingat pulangnya di bawah jam sepuluh! ujar Hanum


"Apaan sih!" ujar ku


Lalu aku menyalami punggung tangan mama sama papa.


"Assalamualaikum!"


"Wa'alaikumussalam!"


Bergegaslah ku ke tempat pak adzriel, aku tidak memberi tahu nya, jika aku ke rumah nya, alasan apa yang ingin ia katakan untuk mengusir ku.


Sampai nya aku di depan pintu gerbang rumah nya, aku memencet tombol bel yang terletak di bagian kiri gerbang itu.


Ting tong ting tong.


Gerbang itu di buka oleh satpam yang bertugas menjaga gerbang rumah itu.


"Cari siapa mbak?"


"Cari suami saya!" ujar ku ngawur


Alhasil satpam itu kebingungan sambil garuk-garuk kepalanya.


"Maaf, apa maksud mbak tuan adzriel?"


"Iya, itu suami saya, suruh dia ke sini!" ujar ku


"Oh, astagfirullah, sejak kapan tuan nikah?, malah diam-diam lagi!" ujar satpam itu ngedumel sendiri.


"Cepat panggil dia!" titah ku


Satpam itu mengangguk lalu berlari ke dalam rumah besar itu, kita lihat apa dia mau menemui ku atau tidak.


...


bersambung...


...kata-kata mutiara : Terkadang kita diuji bukan untuk menunjukkan kelemahan kita, tetapi untuk menemukan kekuatan kita."...


...----------------...


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁

__ADS_1


__ADS_2