
Pagi harinya aku sudah datang ke kantor, karena pagi ini aku ada meeting dengan klien.
"Alex, yang aku minta kemaren sudah di siapkan kan? tanya ku
"Sudah, semuanya sudah di sediakan di ruang meeting, sekarang kita tinggal meeting saja!", aku mengangguk lalu berjalan menuju ruang meeting.
Pagi ini Chika belum datang, padahal aku sudah menunggu dia, untuk mengajak dia meeting.
"Chika sudah datang?" tanya ku
"Mana gue tau, dia kan pacar lo! ujar Alex
"Ya, tapi gue mana tau juga! ujar ku
"Hmm... sudahlah mari kita mulai meeting nya! ujar ku lalu membuka pintu ruang meeting itu.
Di sini sudah ada klien dan beberapa manajer dan staf lain nya ikut andil dalam perusahaan ku ini.
...
Aku menggerutu ti diri ku sendiri, karena apa?, karena aku telat bangun nya, padahal aku sudah sholat subuh tadi pagi, tapi aku malah tidur lagi selesai sholat subuh.
Benar-benar menyebalkan bukan!
Malah mama tidak membangunkan aku lagi, hanum juga gitu, padahal mereka sering bangunin aku, tapi sekarang malah tidak!
"Telat sedikit tidak apa lah!"
Aku sudah selesai memakai jas dan jilbab ku, lalu aku turun ke bawah. Malah di rumah sepi lagi, tidak ada orang sama sekali, "mama, papa, Hanum! panggil ku.
Mungkin mereka pada melakukan aktivitas mereka masing-masing, ya sudahlah aku berangkat kerja.
Sebelum berangkat, aku lebih memilih sarapan terlebih dahulu, sayang kalau tidak sarapan, sarapan sudah di siapkan juga oleh mama.
Aku menyuap makanan ke mulut ku sambil buru-buru.
Dering...
Dering...
Dering...
Hp ku berbunyi lalu aku sambar hp itu yang ku letakkan tidak jauh dari ku.
"Assalamualaikum Riska!
"Wa'alaikumussalam, Chik, kamu dimana?"
"Di rumah!"
"Nggak ngantor?"
"Nanti ris, gue telat datang nya!"
"Oke, tiati di jalan!"
"Sip!"
Panggilan telepon di putus oleh Riska, lalu aku melanjutkan sarapan ku, selesai sarapan, aku langsung bergegas ke kantor.
"Pasti mas adzriel marah!"
Yang aku takutkan itu kalau pak adzriel marah ke aku, malah aku tidak kasih kabar dia lagi.
"Semoga dia tidak marah!"
Kurang dari dua puluh menit akhirnya aku sampai juga di gedung pencakar langit ini, gedung perkantoran milik pak adzriel ini, termasuk kantor paling besar di kota ini.
"Tumben telat mbak?"
Satpam yang biasa menjaga pintu masuk menyapaku, "tadi ada urusan dulu pak!" ujar ku, lalu aku masuk ke dalam gedung perkantoran ini.
__ADS_1
"Chika...!"
Aku kaget bukan main, tiba-tiba saja Riska menyoraki ku dengan suara sopran nya itu, suara keras melengking itu memenuhi gedung perkantoran ini.
Karyawan yang berlalu lalang menggeleng-nggelengkan kepala.
"Ris, jaga suara napa! tegur ku
"Uupss... Kelepasan gue!" ujar nya menutupi mulut nya dengan satu tangan.
"Kenapa telat?"
"Gue ketiduran!" ujar ku sedikit berbisik
"Kok bisa?"
"Abis ngapain aja kalian, pasti kalian abis telepon ya?" goda Riska
Riska tau kalau aku ada hubungan spesial dengan bos besar alias pak adzriel.
"Nggak, gue bego banget, masa selesai sholat subuh, gue tidur lagi, makanya gue ketiduran, terus telat ngantor nya!" ujarku cengir
"Hmm... kurang-kurangi, jangan kebiasaan Chik!"
"Iya, tadi itu entah kenapa aku tidur lagi!" ujar ku
"Gue ke atas dulu, takutnya pak adzriel cariin aku lagi!"
"Pak adzriel lagi meeting!" ujar Riska
"Masih lama nggak tuh?" tanya ku
"Tergantung, kalau bahasan nya banyak, ya, lama, tapi tidak pasti juga sih, mungkin mereka sebentar lagi selesai meeting nya!" ujar Riska
"Oke, gue ke atas dulu, pekerjaan gue masih belum selesai yang kemaren itu!" ujar ku
Riska mengangguk lalu mengacungkan jempol nya. Kini aku pergi ke lift terlebih dahulu, untuk sampai ke lantai atas.
"Tunggu saja dulu!"
Aku menghidupkan komputer ku, lalu aku membuka file yang di kirim pak Budi kemaren.
"Oh iya, hampir lupa, aku harus antar berkas ini ke pak Bima!"
Pak Bima selaku direktur operasional di kantor ini, tugas ku sekarang ini harus memberikan berkas proses perencanaan ini ke pak Bima.
Sampai nya di ruangan direktur operasional ini, tapi pak Bima tidak ada, "direktur Bima lagi meeting sama presdir, mbak! ujar sekretaris nya
"Oh, lagi meeting!"
"Kata pak Bima kalau ada orang yang beri berkas proses perencanaan, langsung letakkan di atas meja nya saja! ujar nya
"Oke!" aku langsung masuk ke dalam ruangan itu lagi, lalu meletakkan berkas itu di atas meja pak Bima.
"Nanti kamu, bilang sama pak Bima ya!" pesan ku
"Baik!" ujar nya
Aku kembali lagi ke tempat meja kerjaku, masih sama ruangan pak adzriel masih kosong.
"Lama banget meeting nya!"
Sebentar saja tidak melihat pujaan hati, aku jadi tidak semangat, kenapa bisa begitu ya?
Tangan ku menari-nari di atas keyboard komputer, sekali-kali melihat ke arah lift, tapi yang di tunggu tidak juga datang.
"Mereka begitu lama meeting nya!"
Untuk menghilangkan kejenuhan ku. Aku memainkan game yang ada di hp ku. Mumpung kerjaan tinggal dikit lagi, lebih baik main sebentar. "dan bos juga tidak ada, jadi kita bisa bebas!"
"Enak ya, kalau tidak ada bos!"
__ADS_1
Aku mematikan hp ku, lalu langsung meletakkan kembali hp ku. Aku cengir saat pak adzriel dan pak Alex berdiri di depan meja kerjaku. Aku langsung berdiri memberi hormat.
"Hehe... Bapak!" ucap ku tidak enak
"Chik, abislah kamu!" ujar pak Alex sambil menunjuk pak adzriel dengan bibir nya.
"Maaf pak, saya tidak akan ulangi lagi! ujar ku
"Oke!" ujar nya irit
Aku mengelus dadaku, untung dia tidak marah. Mereka berdua sudah pergi dari tempat ku.
Aku dan pak adzriel kalau di kantor sangat formal sekali, kami berkerja harus profesional, tidak mungkin juga kan, kalau aku tidak memanggil dia dengan sebutan 'pak'.
"Chik, di panggil adzriel tuh!" ujar pak Alex menghampiri ku
"Aku pergi dulu ya! pamit nya
Aku mengangguk sebagai jawaban nya, kini aku pergi ke tempat pak adzriel.
Tok tok tok
"Masuk!" sorak nya dari dalam
Cklekk
Aku membuka pintu, aku melihat pak adzriel lagi duduk sambil menyenderkan tubuhnya di senderan kursi kebesaran nya.
"Bapak panggil saya?"
Dia menggerak-gerakkan telunjuk nya, mengisyaratkan bahwa aku harus ke tempat nya.
Aku menutup pintu ruangan itu dulu.
"Apa?"
"Kenapa lama datangnya sekretaris ku?"
Aku tersenyum malu-malu saat dia memanggil ku, "telat bangun mas! ujar ku
"Kok bisa?"
"Ketiduran sehabis sholat subuh!" ujar ku
"Hmm... Besok jangan di ulangi lagi!"
"Siap, bos besar ku!" ujar ku
Aku lagi duduk di kursi yang berhadapan dengan nya. Aku memperhatikan dia yang lagi membaca berkas laporan keuangan.
...
bersambung...
...Kata-kata mutiara : Dosaku sangat membebaniku. Tetapi ketika aku mengukurnya dengan rahmat-Mu, Ya Allah, ampunan-Mu lebih besar....
...-Imam Syafii...
...
Besok-besok aku akan sering bikin kata-kata mutiara islami di setiap akhir cerita ku, semoga kata-kata mutiara yang aku bikin bisa bermanfaat dan berguna. Aamiin
...----------------...
Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.
Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!
Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan
Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁
__ADS_1