Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja


__ADS_3

Sehabis dari ruangan pak adzriel tadi, aku langsung menyiapkan pekerjaan ku yang tinggal sedikit lagi.


"My heart is blooming!"


Aku mengetik-ngetik keyboard komputer. Senyum kecil tidak pernah pudar dari sudut bibir ku. "di semangati oleh pak presdir, jadi seneng banget hati ku!"


Coba aja dari dulu-dulu aku seperti ini, aah... sungguh tidak bisa berkata apa-apa, selain senang!.


"Awas, nanti kendor tu bibir!" ledek pak Alex yang melewati meja kerja ku.


"Jangan senyum-senyum mulu, ingat pekerjaan kamu masih banyak!"


Dia mundur lagi untuk melihat ku. Aku hanya menaikkan sebelah alis saja.


Bruk


Lalu dia menghempaskan beberapa berkas ke atas meja ku, "revisi ulang, sesuai sama PT nya, pekerjaan kamu masih banyak, setelah di revisi, langsung minta tanda tangan ke pak presdir cinta mu itu!" di akhir kalimat pak Alex seakan meledek ku.


"Kecil, presdir ku ada, jadi aku tidak perlu pusing!" aku membanggakan diri ku, karena akan ada orang yang akan membantu ku nanti.


"Alah, coba aja kalau bisa minta bantuan, yang ada dia akan bilang gini. 'kerja aja sendiri, aku masih banyak kerjaan'!" ujar pak Alex menyamakan suara nya dengan suara pak presdir.


"Oke, aku buktiin ya!" ujar ku


"Siapa takut!" dia tambah menantang ku


Aku menatap tajam ke arah pak Alex yang tersenyum sinis.


"Suuuh!"


"Suuuh!"


"Suuuh!"


Aku mengibas-gibaskan tanganku ke dia, menyuruh dia untuk pergi.


"Lagak lo sok banget!" cibir nya


Aku mengepalkan tangan ku, ingin ku tonjok, iiih... Kok dia nyebelin ya sekarang ini?, biasa nya tidak pernah!.


Aku menatap berkas yang menumpuk di atas meja kerja ku. Baru selesai kerja, eh malah menumpuk lagi. Tangan ini tidak lepas dari namanya pekerjaan.


"Revisi ulang - minta tanda tangan - terus di kembalikan!"


Agak nya seperti itulah struktur kerja ku!.


Aku langsung memulai merevisi ulang pekerjaan ku, satu persatu sudah ku revisi, kini masih tinggal tiga berkas lagi ku revisi.


"Menyebalkan kamu Alex!" umpat ku


Kini aku menuju ruangan pak adzriel, aku membawa berkas yang sudah aku revisi.


tok tok tok


Ku ketuk pintu ruangan itu tiga kali.


"Masuk!"


Sudah ada perintah untuk masuk, barulah aku memasuki ruangan pak adzriel. Ku lihat dia yang sedang membaca berkas. Kaca mata baca itu bertengger sempurna di hidung bangir nya, sungguh menawan ketampanan mu pak presdir ku.


"Ada apa?" tanya nya masih membaca berkas itu, "tanda tangan!" ujar ku.


Dia menoleh lalu mengambil berkas yang baru saja aku letakkan di meja nya. Aku duduk di kursi yang menghadap ke dia, meja kerjanya sebagai pembatas kami.


"Ini berkas pemasaran produk kita waktu itu kah?" tanya nya


"Yap!" jawab ku


"Sudah kamu revisi?"


"Sudah!"

__ADS_1


Dia melihat ku dengan tatapan biasa saja, wajah tampan nya itu, kali ini tidak tersenyum dengan ku.


"Kenapa lihatin aku begitu banget?" tanya ku


Dia menggeleng lalu mengibaskan tangannya. Aneh banget dia hari ini. "Bantuin aku boleh nggak?" tanya ku


Ku tatapan dia dengan tatapan berharap. Dia menghela nafas.


"Pekerjaan ku juga banyak!" jawab nya jutek


"Oh!"


Aku mengangguk kecil, kenapa dia hari ini?, beda dari biasanya!.


"Sudah nih!" ujar nya memberikan ke aku berkas tadi.


"Yang ini belum!" ujar ku


"Huff...!"


Dia menghela nafas berat, seperti nya dia lagi banyak pekerjaan atau tidak, dia lagi ada masalah.


Aku memberanikan diri untuk bertanya ke dia, "kamu tidak apa-apa kan?"


"Tidak!" jawab nya singkat


"Baiklah!" ujar ku


Lalu aku bangkit dari duduk ku, dan membawa kembali berkas-berkas yang sudah ia tanda tangan.


"Chika!" panggil nya


Belum sempat aku membuka pintu, dia sudah memanggil ku.


"Iya!"


"Tidak jadi!" ujar nya


Aku pergi ke tempat pak Bima untuk mengembalikan berkas yang dia suruh revisi tadi.


"Permisi pak!"


"Ya!


"Ini berkas nya sudah saya revisi, dan sudah di tanda tangan juga sama pak presdir! ujar ku


"Oke, terima kasih!"


"Iya pak, sama-sama!"


Aku berjalan menelusuri lorong perkantoran ini, aku jalan sambil menunduk.


Dukk


Aku tidak sengaja menabrak orang.


"Kalau jalan, hati-hati!" ucap seorang laki-laki paruh baya.


"Maaf pak, saya tidak sengaja!" aku membungkukkan sedikit badan ku ke laki-laki paruh baya itu.


Dia mengangguk kecil, lalu pergi begitu saja, aku melihat nya pergi masa bodoh aja.


"Siapa laki-laki paruh baya itu?"


Aku baru pertama kami melihat dia di kantor ini, mungkin kah itu klien pak adzriel?.


...


Tiga hari sudah berlalu, kini aku menyibukkan diriku membantu mama membuat kue. Mama membuat kue di toko kue nya.


Mumpung sekarang ini Ahad, jadinya aku libur kerja, kapan lagi kan aku bantu mama buat kue.

__ADS_1


"Toko kue mama rame nggak? tanya ku


"Kayak biasa Chika, kadang rame kadang tidak!" ujar mama


"Hmm... gimana mama ikut investasi gitu ma, untuk memperbesar jangkauan menjual kue mama! ujar ku


Aku belum sempat ngomong ke mama, soal investasi yang di tawarkan oleh tante Saras waktu itu. Aku terlalu sibuk dengan dunia kerja ku, jadinya aku jarang ngobrol dengan mama.


"Aman nggak? tanya mama


"Aman ma, yang menawarkan juga tante Saras kok! ujar ku


"Hmm... Mama sih mau aja, tapi mama ngomong dulu sama papa kamu! ujar mama


"Oke ma!" ujar ku


Hanum adik ku lagi duduk di luar sambil menjaga kue-kue mama dan melayani para pembeli kue. Sedangkan aku dan mama lagi membuat kue di dapur toko kue kami.


"Gimana, pekerjaan kamu lancar-lancar saja? tanya mama


"Alhamdulillah lancar ma!" jawab ku


"Nggak ninggalin kerjaan kan demi pacaran dengan bos besar itu! ledek mama


"Nggak ma, kerja ya kerja, kalau urusan hati, kami bisa cari waktu! ujar ku


"Lebih baik pacaran setelah nikah, halal lagi! ujar mama


Aku berhenti mengaduk adonan kue, lalu menguyah ucapan mama barusan.


"Dari pada pacaran belum nikah, pacaran belum nikah akan dapat dosa! sambung mama


"Kamu mau dapat dosa karena pacaran? tanya mama


"Nggak ma!" jawab ku


"Putusin aja!" ucap mama


"Nggak gampang ma, aku cinta sama bos besar ku, presdir ku cinta ku! ucap ku


"Mama nyuruh putusin, lalu nikah gitu, bilang ke dia, kalau dia serius nikahi aja kamu, jangan pacaran gini! ujar mama


"Paham nggak?" tanya mama


"Paham!" ujar ku


"Bilang besok, mama tunggu jawaban nya, dan lamaran nya! ujar mama


"Besok aku coba ngomong deh ma! ujar ku


Pacaran setelah nikah, kayak nya bukan ide nggak buruk juga, malahan pacaran setalah nikah akan dapat pahala. Pacaran Setelah Nikah Mantap juga tuh, hehe...


Hmm... ide mama bagus juga, padahal aku belum kepikiran ke sana lho.


...


bersambung...


...Kata-kata mutiara : Kegagalan adalah cara Allah untuk mengatakan bersabarlah karena aku memiliki sesuatu yang lebih baik untukmu saat waktunya tiba....


Besok-besok aku akan sering bikin kata-kata mutiara islami di setiap akhir cerita ku, semoga kata-kata mutiara yang aku bikin bisa bermanfaat dan berguna. Aamiin


...----------------...


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁

__ADS_1


__ADS_2