
Ku lihat dia hingga dia duduk di kursi kerja nya, wajah manyun nya itu bikin gemas saja, jengkel-jengkel cinta aku jadi nya.
Lalu aku menutup pintu ruangan ku kembali, perut ku masih kenyang karena baru selesai makan. Aku duduk sebentar dulu untuk meredakan rasa kenyang ini dulu.
Aku senyum-senyum kembali saat Chika menyebutkan kalau sebentar lagi dia akan jadi istriku. Aah sungguh mengemas kan dia ini.
Tok tok tok
Pintu ruangan ku di ketuk, siapa yang mengetuk pintu ruangan itu?.
"Permisi pak, saya office girls yang akan membersihkan ruangan bapak!"
Oh ternyata office girls, ku kira Chika yang balik lagi.
"Masuk!"
Office girls itu membersihkan piring sisa makan ku tadi, aku berdiri di ambang pintu sambil melihat Chika yang sedang fokus dengan layar komputer nya.
Aku menerbangkan pesawat kertas yang ku buat tadi, pesawat kertas itu mendarat pas di meja kerja nya.
Ku lihat dia yang sempat kaget dengan pesawat kertas yang mendarat di hadapan nya itu.
Ku beri dia isyarat untuk membaca tulisan yang ku buat di sayap pesawat kertas itu.
"B a c a!" ujar ku mengisyaratkan ke dia
Dari jauh dia nampak bingung dan menaikkan kedua bahu nya, gemas aku sama dia, masa dia tak paham dengan isyarat yang aku berikan.
"B a c a!" ku ulangi lagi isyarat yang ku perintah kan
Dia melihat ku sambil garuk-garuk kepala nya yang tertutup sempurna oleh jilbab syar'i nya, tidak ada celah sedikitpun.
Aku sangat beruntung mencintai wanita yang salihah seperti chika, jika benar dia jodohku maka lancarkan lah sampai jenjang pernikahan ya Allah.
"Maaf pak, ruangan sudah di bersihkan, saya permisi dulu!"
Lamunan ku langsung buyar oleh office girls yang mengangetkan ku.
"Oke, terima kasih!" ujar ku
Office girls itu melihat ku dan juga melihat Chika secara bergantian.
"Balik sana!" bentak ku
Office girls itu langsung berlari karena ku bentak, siapa suruh ngangguin bos yang lagi asik main isyartan dengan kekasih nya.
Chika melihat ku lagi ia tetap menaikan bahu nya, karena ia bingung dengan isyarat yang aku beri.
"Sudahlah!" ujar ku mengibaskan sebelah tangan ku ke dia, tak ngerti-ngerti yang ku isyarat kan.
Aku kembali masuk ke dalam ruangan ku.
...
Aku garuk-garuk kepala dong jadi nya, aku tak paham dengan isyarat nya itu.
Malah dia yang ngambek lagi, seharusnya aku yang ngambek dengan nya.
__ADS_1
Ku lihat pesawat kertas yang ia terbangkan padaku tadi, ternyata di sayap pesawat kertas itu ada tulisan nya.
Aku penasaran ya ku buka dong, ku baca tulisan yang di buat oleh bos tengil ku itu.
(Semangat pujaan hati ku, kita sama-sama berjuang di sini, sama-sama memiliki impian yang sama, aku sayang sama kamu)
Aku tersenyum saat membaca tulisan yang tertera di sayap pesawat kertas itu, terharu aku dengan tulisan di bagian akhir nya itu, 'aku sayang sama kamu'
"Apa lagi aku mas, aku juga sayang sama kamu!"
Aku tertawa kecil sambil mencium sayap pesawat kertas itu.
"Astagfirullah, kesambet apa lo?"
Aku kaget lalu melihat si Alex somplak itu, setiap aku tersenyum sendirian, di situlah si somplak ini nongol.
"Woy, masa kertas lo sosor juga!" ledek Alex somplak ini.
"Masalah?"
"Nggak masalah kok, tapi kok lo bisa gila kayak gini ya?" ujar nya
Ku tatapan dia dengan tatapan marah, aku di bilang gila, dia yang gila bukan aku.
"Alex gila, pergi sana!" usir ku
Dia tertawa seperti orang gila aja eh tapi emang gila sih. Ku lempar pulpen ke dia, dia hanya tertawa saja.
"Wee... Nggak kena!" ujar nya
Barulah dia pergi bergegas ke ruangan mas adzriel, bikin naik darah aja!.
...
Bisa gila kalau gue terus-menerus di sini, yang satu bos gue bucin banget, dan yang satu lagi teman gue udah kesambet karena kebucinan dari adzriel.
"Hahaha...!"
Aku masih tertawa dengan kelakuan Chika tadi, bisa-bisa nya dia sosor kayak bebek kertas berbentuk pesawatan tadi.
Gue tau itu pesawat pasti dari adzriel, kalau tidak dari dia, nggak bakalan Chika mau mencium pesawat kertas itu.
"Aduh... aduh... bucin plus ngakak!"
Ku buka pintu ruangan adzriel, aku ke sini mau memberikan berkas saja eh malah nampak Chika lagi cium kertas, kan ngakak!
"Hahaha.... El, gue ngakak el, ngakak!" ujar ku tertawa sambil memegangi perut ku yang sakit akibat tertawa ngakak.
"Apa urusan nya sama gue!"
"Penting el, ini menyangkut nona Chika yang manis itu, calon bini lo!" ujar ku masih tertawa
"Dia kenapa?" tanya nya, dia masih fokus ke layar laptop nya.
"Calon bini lo masa nyium pesawat kertas!"
"Pasti pesawat kertas itu dari lo, kalau nggak dari lo sudah pasti dia nggak akan nyium tu kertas!"
__ADS_1
"Parah banget dah kebucinan kalian berdua!" ujar ku
"Kenapa juga lo yang sewot!" ujar nya
Aku tertawa ngakak lagi seraya memegangi perut ini, nggak kuat gue tertawa gini terus, tapi kebayang sama aksi Chika yang bikin aduh ngakak nya itu.
Kalian pasti juga ikut ngebayangin si Chika lagi nyium pesawat kertas itu.
"Bukan sewot tapi ngakak!" ujar ku
"Kalau mau cerita lebih baik ke satpam sana aja, gue banyak kerjaan!" ujar adzriel
"Ngusir nih!" ujar ku
"Iya, kenapa? masalah?" protes el
"Nggak usah protes gitu juga kali el, gue ke sini mau kasihin ini!" ku hempaskan berkas itu di hadapan nya.
"Udah ah kalau gue di sini mulu, bisa gila ketawa gue, lebih baik jauh-jauh dari kalian, bucin habis banget dah!" ujar ku tertawa lepas
Lalu aku balik lagi ke ruangan ku, ku lihat Chika yang lagi cemberut saja.
"Hahaha...!"
Aku sengaja tertawa di hadapan nya, aku tak menghiraukan nya yang lagi gregetan ingin memukul ku itu.
"Bucin abis!" tawa ku
"Ngiri kah?" sorak Chika
"Nggak!" ujar ku
Aku masih saja tertawa sambil jalan ke ruangan ku.
Kebucinan yang tiada tara antara mereka berdua, sedikit iri dengan mereka, kemaren aku tak sengaja bertemu dengan gadis SMA, dia sangat jago silat, agak nya siapa gadis itu, dia juga cantik, bikin penasaran saja dengan dia.
Eh apan sih ini, kenapa aku kepikiran dengan gadis jago bela diri itu sih, jangan sampai aku jatuh cinta pula dengan gadis SMA itu, kan malu jika orang tau.
"Masa Alex jatuh cinta dengan gadis SMA!"
Apa kata orang coba!
...
bersambung...
...kata-kata mutiara : Rahasia kebahagiaan itu ada dalam 3 hal: Bersabar, bersyukur dan ikhlas....
...----------------...
Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.
Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!
Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.
Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁
__ADS_1