
Esok harinya aku sudah tiba di kantor, dengan gaya yang anggun aku melangkah memasuki gedung perkantoran ini, entah kenapa hati aku berbunga-bunga gini.
Keinget dengan kemaren aku tersenyum-senyum sendiri, rasa mimpi saja, seorang sekretaris pacaran dengan bos besar nya, ini sungguh luar biasa bukan, hehe...
Aku di sapa oleh karyawan lain, aku pun tersenyum ramah, semenjak si 3r itu di pecat, rasanya perkantoran ini jadi aman dan orang nya pun juga baik dan ramah.
Kini aku sudah sampai di pintu lift, ku pencet tombol lift menuju lantai atas.
"Hekhem...!
Terdengar deheman seseorang dari belakang ku, aku melihat ke belakang ternyata itu pak presdir yang berdiri di belakang ku. Aku langsung memutar pandangan ku ke depan.
Di sekitaran kami banyak orang-orang yang berlalu lalang, tidak mungkin aku menyapa nya dengan menyebut mas, aku sudah sepakat memanggil nya dengan sebutan mas.
Aku sungguh sangat canggung dan gemetaran.
Dia melihatku dengan senyum, hati ku dag dig dug oleh nya.
Lalu aku masuk ke dalam lift itu aku langsung mencet tombol lift, agar pintu nya tertutup, pintu lift pun tertutup, lalu ia buru-buru memencet tombol lift itu, pintu pun terbuka lagi, lalu ia masuk dan berdiri di samping kiri ku.
Lalu aku memencet tombol lift itu untuk menuju lantai atas.
Hening
Aku masih diam dia pun juga ikut diam, lalu aku sedikit mendekati nya, ku pegang tangan nya.
"Jangan marah padaku, aku tidak sengaja mengabaikan mu!
Dia melihat ku dengan ekspresi biasa saja.
"Sebenarnya, aku sengaja mengabaikan mu, karena aku takut ketahuan sama karyawan lain!
"Aku tahu! ujar nya
Aku tersenyum karena dia tidak jadi marah, lalu aku melepas pegangan tangan ku dari nya.
"Kamu tidak marah kan? tanya ku
"Tidak! ujar nya
Dia tersenyum melihatku aku pun juga tersenyum, "nanti pulang kerja kita ke taman yuk! ajak ku
"Taman tempat para kanak-kanak bermain! ujar nya
"Nggak kok, di sana tempat orang pacaran juga! ujar ku
"Mending kita ke panti asuhan, kita di sana sosialisasi dengan mereka, pasti mereka senang kalau kita bawakan mereka mainan dan makanan juga! ujar nya
Aku tersenyum kecil lalu mengangguk, yang dia katakan juga benar, kami saling tersenyum.
"Iya deh, lebih bermanfaat juga! ujar ku
"Nah itu benar! ujar nya
Pintu lift terbuka lalu karyawan lain masuk ke dalam lift, aku gelagapan dan langsung menjauh dari pak adzriel.
Dia tersenyum ke arahku aku hanya senyum canggung saja.
"Pak presdir! sapa karyawan itu
Pak adzriel hanya mengangguk saja, untung saja karyawan ini tidak bertanya, aku menghembuskan nafas lega.
Pintu lift terbuka kami berdua keluar dan menuju tempat meja kerja kami.
"Aku masuk dulu! ujar nya
"Siap presdir ku!
__ADS_1
Dia tersenyum lalu menggeleng-nggelengkan kepalanya.
"Semangat Presdir ku! ujar ku
"Semangat juga sekretaris ku! ujar nya
Aku mengangguk kecil seraya tersenyum, kini aku melanjutkan pekerjaan ku, kemaren aku belum selesai menyusun berkas itu.
Tangan ku sangat lamban dalam menyusun berkas, tapi sangat cepat dalam hal yang lain.
"Chika, keruangan ku!
Aku meletakkan telepon kabel itu kembali pada tempat nya. Belum aku menjawab nya dia sudah mematikan telepon nya.
"Permisi pak presdir! ujar ku
"Berkas kemaren mana? pinta nya merentangkan tangannya ke aku
"Sedikit lagi! ujar ku
Lalu ia melihat ku sambil ekspresi wajah tidak dapat di artikan.
"Sibuk pacaran pekerjaan terbengkalai! sontak saja aku menatap tajam nya.
"Bukankah anda juga sama! ujar ku
"Tidak, tadi malam siapa yang telepon duluan? ujar nya
Aku menunjuk diriku sendiri, nyebelin banget sih, dia mulai duluan kok aku yang di salah kan, kemaren malam saja aku pas mau matiin telepon dia malah mencegat nya.
"Sudah deh, aku balik kerja lagi, aku nggak mau kena omel sama bos besar! ujar ku
"Nah, silahkan kerja lagi! ujar nya sambil tersenyum lalu tangan nya menumpu dagu nya
Aku balik ke tempat meja kerja ku, lalu aku menyusun berkas itu sesuai dengan PT nya, selesai menyusun nya, kini aku kembali masuk dalam ruangan nya itu.
Lalu aku keluar lagi, baru memegang handle pintu, dia sudah memanggil ku lagi.
"Chika!"
"Apa lagi!"
"Sini dulu, nggak sopan bener!"
Aku menghampiri nya kembali, "mau apa?" tanya ku, "buatkan kopi ya cantik!"
"Tapi jangan di cicipi lagi ya! ujar nya
"Iya!
Lalu aku balik badan dan pergi menuju pantry untuk membuat kopi pesanan nya tadi, selesai dari itu aku kembali lagi.
"Silahkan pak presdir! ujar ku
"Nggak di cicipi kan?
"Nggak, tapi aku teguk seteguk tadi! ujar ku
Dia meminum kopi itu, "kopi bikinan kamu paling mantap! puji nya
Ya, jelas dong wong aku sering buat kopi untuk papa, pasti enak lah.
"Oh iya, jadi kan ke panti asuhan? tanya ku
"Jadi! ujar nya irit
"Oke!
__ADS_1
Tok tok tok
Pintu ruangan ini ada yang mengetuk nya, aku kelimpungan kebingungan mau sembunyi di mana.
"Ngapain? tanya nya
"Sembunyi! ujar ku sudah jongkok di balik kursi kebesaran nya.
"Nggak perlu juga! ujar nya
"Buruan keluar! titah nya
Aku kembali berdiri sambil garuk-garuk kepala, aku takut banget ketahuan sama karyawan lain kalau aku pacaran dengan bos besar.
"Rileks! ujar nya
Tok tok tok
"Masuk!"
Ternyata pak Budi yang kemari, hati aku dag dig dug ketakutan, aku tersenyum kecil ke pak Budi, dia mengangguk kecil.
"Ada apa kesini?
"Ini pak, saya mau minta tanda tangan bapak, untuk menyetujui permintaan dari pasar modal!
Lalu pak Budi memberikan berkas yang mau di tanda tangani oleh pak presdir, pak Budi melihat ku dengan tatapan heran, aku tambah gugup oleh nya.
"Saya mau minta tangan saja ke sini! ujar ku
"Saya tau, terus apa urusan nya dengan saja! ujar nya
"A--a--!"
Aku tidak jadi bersuara karena pak adzriel melihat ku sambil menepuk jidatnya, aku mengigit bibir bawahku.
"Sudah!"
"Terima kasih pak presdir!"
Lalu pak Budi pergi dari sini, pak adzriel melihatku sambil geleng-geleng kepala, sambil mengusap dada nya, aku hanya cengengesan saja.
"Aku balik dulu! ujar ku
Aku mengelus dadaku sambil bernafas lega, untung tidak ketahuan sama yang lain, kalau mereka tau, aku tidak tau mereka akan melakukan apa.
"Nasib pacaran sama bos besar ya begini!
Harus menguatkan mental dan banyak bersabar!.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1