
Kami berdua menuju kantin kantor, aku makan siangnya di kantin kantor biar bisa barengan dengan Riska.
"Gue pesan makanan dulu ya!" ujar Riska, aku mengangguk lalu pergi mencari tempat duduk yang kosong nya.
Aku menduduki bangku yang tersisa dua bangku di sebelah kanan kantin kantor.
Sambil menunggu Riska, aku membuka WhatsApp terlebih dahulu, ternyata mas adzriel mengirim pesan pada ku. Ku baca pesan dari nya.
[Jangan telat makan ya]
Aku membaca pesan nya itu sambil senyum-senyum, sudah sering dia kirim pesan seperti ini pada ku, isi pesan nya ingetin makan lah, sholat lah, tidur lah, pokoknya dia itu sering lah mengingati hal-hal yang menurutku sepele, tapi aku seneng juga.
"Senyum-senyum mulu, lagi apa sih?" tanya Riska
"Ha, ini biasa!" ujar ku
"Huff... Gue jomblo gini jadi iri sama lo, bentar lagi lo bakalan nikah!" ujar Riska
"Jangan berkecil hati ris, setiap kita itu sudah ada pasangan nya, kupu-kupu saja ada pasangan nya!" ujar ku
"Hmm... Ya juga ya!"
Ku lihat dia yang sedang cemberut saja, makanan nya cuma di aduk-aduk aja, tanpa di makan sama sekali.
"Manyun aja!" ujar ku
"Iya nih, gue banyak kerjaan banget Chik! ujar nya
"Sama, gue juga gitu!" ujar ku
"Akhir tahun ya gini Chik, kerjaan kita menumpuk, apa lagi presdir kita menuntut kita dalam seminggu ini harus selesai pekerjaan kita semua nya!"
"Iya sih ris, tapi kan kita lebih dari dua minggu di beri libur lho!" ujar ku
"Nah itu yang gue inginkan Chik, nggak sabar gue libur akhir tahun ini!"
"Rencana lo, lo mau liburan kemana?, ke puncak?, ke pantai, atau mendaki gunung?" tanya Riska
Riska bertanya padaku mau refreshing ke mana saja, intinya aku tak mau refreshing jauh-jauh, cukup membantu mama itu sudah membuat otak ku jadi fresh.
"Nggak kemana-mana ris, rencananya aku mau bantuin mama ku buat kue terus jualan sekalian!" ujar ku
"Ah, nggak asik ko mah!" ujar Riska
"Asik kok, buat kue bikin otak gue fresh!" ujar ku
"Ha?, bikin kue buat otak lo fresh!" ujar Riska bingung
"Gue beda dari yang lain, di mana orang kalau healing nya dengan cara pergi ke puncak atau ke pantai ataupun mendaki gunung kata lo, di sana lah gue kepikiran untuk membantu mama gue, selain kita pandai buat ku, kita juga bisa mendapatkan cuan hasil jualan kue!"
"Hmm... pemikiran yang bijak!" ujar Riska
"Ya iya lah, gue mah nggak mau hamburin duit untuk keperluan yang tidak penting, lebih enak kita nabung buat masa yang akan datang!" ujar ku
"Iya, iya juga yang lo bilang Chik!"
"Kayak nya gue mau pulang kampung deh Chik, udah lama gue nggak pulang kampung, gue kangen sama ibu, bapak gue!" ujar Riska
"Nah itu hal yang penting juga tuh, bertemu kedua orang tua untuk melepas rindu!" ujar ku
Kami berdua melanjutkan makan siang kami, di saat orang mau liburan di sana lah aku kepikiran untuk membantu kedua orang tua ku.
Jam istirahat pun telah usai kini kami berdua berpisah di lantai tiga, meja kerja ku terletak di lantai paling atas, sementara meja kerja Riska terletak di lantai tiga.
"Duluan ya!"
__ADS_1
"Yap, nanti pulang bareng nggak?"
"Nggak ah, lo pulang sama pak presdir, biar gue naik angkot aja!" ujar Riska
"Baiklah!"
Kini aku menuju ke lantai paling atas, jam segini palingan mas adzriel masih istirahat, dia kan gitu, istirahat suka telat.
Aku bersisih lalu dengan pak Alex, tumben dia sendiri, mas adzriel nya kemana?
"Pak!" panggil ku
"Ya!"
"Mas adzriel mana?" tanya ku
Pak Alex menautkan kedua alisnya, "tumben ngomong nya leluasa gitu, biasanya panggil bos dengan sebutan 'pak', lah sekarang malah panggil 'mas'?"
"Cie...cie... Nggak takut ketauan lagi apa?" ujar nya
"Apaan sih pak, semua orang juga tau kali, kalau aku ini punya hubungan spesial dengan bos kalian!" ujar ku
"Presdir mu lagi makan siang di ruangan nya, samperin gih!" ujar pak Alex dengan tatapan agak lain, seperti ingin menggoda ku saja.
"Oke, yang jomblo jangan iri ya!" ujar ku sengaja manas-manasin dia.
"Nggak panas tuh! ujar nya
"Yakin nggak panas?" ujar ku
"Yakin!" ujar nya
"Ya sudah!" ujar ku
"Mas sendiri makan siangnya telat, malah aku di suruh jangan lupa makan siang lagi!" ujar ku ikut duduk di dekat nya
Uhuk, uhuk, uhuk
Dia terbatuk-batuk saat aku berbicara, aku langsung memberikan air minum ke dia. Tanpa sengaja tangan ini mengusap-usap punggung nya.
"Bikin kaget aja!" ujar nya mengusap dada nya
"Maaf, maaf mas!" ujar ku nyengir
"Ngapain ke sini?"
"Liatin kamu makan!"
"Dari mana kamu tau kalau aku lagi makan, pasti dari Alex!" ujar nya
"Tul tuh!" ujar ku sambil menjentikkan jari sampai berbunyi
Dia melanjutkan menyuap makanan nya, ku perhatikan terus dia sambil senyum-senyum liatin dia yang lagi mengunyah.
"Hap!"
Aku kaget karena dia menyuapi ku makanan nya, entah kenapa mulut ku langsung menganga lalu satu sendok makanan lolos ke mulut ku.
"Iiih mas!" ujar ku memukul tangan nya
"Enak kan?" ujar nya
Aku tersenyum lalu mengangguk sambil mengunyah makanan yang ia suapi tadi.
"Kenapa makan nya musti telat gini?" tanya ku
__ADS_1
"Tadi aku sholat dulu baru makan, kerjaan juga banyak!" ujar nya
Kini ia sudah selesai makan, aku membantu membereskan piring bekas makan nya, ia menghentikan tangan ku.
"Biar office girls aja yang bersihin!" ujar nya
"Belajar mas, sebentar lagi aku kan mau jadi is--!" aku tak melanjutkan ucapan ku
"Is apa?" tanya nya
Aku senyum malu-malu, "nggak jadi ah!" ujar ku
"Kenapa?"
"Nggak papa!"
"Sebut istri apa susah nya sih!" ujar nya
Wajahku terasa memanas sudah pasti wajahku sekarang ini memerah karena malu, hati aku dag dig dug tidak karuan.
"Aku keluar dulu deh!" ujar ku
"Buru-buru banget?" ujar nya
Aku tidak sanggup melihat wajah nya itu, pasti dia lagi menertawai kekonyolan ku, iih kenapa aku musti berharap sih!.
"Kalau aku ngomong apa salah nya lihat wajah aku!" ujar nya
Seketika aku langsung melihat wajah nya, ternyata dia tak senyum sama sekali, sedikit kecewa juga sih.
"Kerjaan ku masih banyak!" ujar ku
Aku sedikit memasang wajah datar, dia menaikan sebelah alisnya, seketika senyum nya mengembang.
"Semangat ya!" ujar nya
Aku mengangguk kecil tapi wajah ini masih datar tanpa ekspresi apa pun.
"Permisi pak!" ujar ku
Dia berdiri lalu mengantarkan ku sampai pintu ruangan nya. "Wajah nya jangan di gituin!" ujar nya
Aku tersenyum di buat-buat ke dia, "I love you so much!" ujar nya
"Iya!" ujar ku
"Kok iya!" ujar nya
"I love you!" ujar ku
Dia tersenyum sangat manis nya, bikin hati kejang-kejang aja lihat senyum nya itu.
...
bersambung...
...kata-kata mutiara : Bila hijrahmu karena Allah, kamu akan terus melangkah walaupun sudah lelah....
Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.
Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!
Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.
Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁
__ADS_1