
Mereka sudah pergi dari toko kue mama ku, semua dagangan kue mama hari ini sudah habis.
Kami bertiga pulang sangat cepat dari toko kue. Senyum mama mengembang saat ini, aku tau kalau mama sedang senang karena dagangan kue mama laris manis.
Biasanya mama kalau pulang selalu murung dan sedih, tapi kali ini mama sangat senang, Alhamdulillah, makasih ya Allah, dagangan kue mama hari ini laris manis.
Aku sangat bersyukur sekali, "mama senang ya? tanya ku
"Iya senang lah, baru kali ini dagangan kue mama laris!" ujar mama
Aku tersenyum lebar, mama juga ikut tersenyum. Berbeda dengan Hanum, ia dari tadi cemberut mulu.
"Num, cemberut aja! ujar ku
"Nggak!"
"Kalau nggak cemberut, terus kenapa manyun gitu sih, jelek tau!" aku sedikit menggoda nya, supaya dia tersenyum lagi.
"Gue nggak papa kak!" ujar nya
"Ya udah! ujar ku
"Ada apa sih, sebenarnya?" tanya mama
Aku mengaruk-garuk kepada ku yang tak gatal, "kakak Chika tuh ma, bikin sakit hati aja! ujar Hanum
"Sakit hati bagaimana? tanya mama
Lalu hamun menceritakan ke mama, "masa Hanum di jodoh in sama cewek juga! ujar nya
"Ooh, jadi gitu, Chika minta maaf sana sama adek nya! ujar mama
"Iya, kakak minta maaf deh! ujar ku
"Ya!" ujar nya irit
"Cepu!"
"Tukan, kakak Chika tu ma!"
"Cepu!"
"Cepu!"
"Cepu!"
Aku terus saja meledek Hanum dengan sebutan cepu atau pengadu.
"Chika, sudah jangan ngangguin adek nya mulu! ujar mama
"Iya mama! ujar ku
Angkot pun berhenti di simpang dekat gang rumah kami, aku turun terlebih dahulu, lalu membantu menurunkan barang mama.
Kami ke toko kue mama naik angkot tadi, jadinya pulang pun kita naik angkot.
"Sini ma, biar aku bawa! ujar ku lalu menjinjing barang bawaan mama tadi.
Sekitar lima meteran kami jalan, akhirnya kami sampai di rumah, papa belum pulang kerja, biasanya papa pulang jam lima sore itu pulangnya kalau cepat, kalau pulang papa jam setengah tujuh, berarti pulang papa lambat.
Kami sampai di rumah jam tiga sore, mama ku bisa santai dan bisa juga tidur siang.
__ADS_1
"Mama istirahat aja dulu, biar aku yang beresin barang ini! ujar ku
"Baiklah, mama juga capek!" ujar mama
Aku mengangguk lalu pergi ke dapur untuk membereskan barang tadi, selesai membereskan barang. Kini aku pergi ke kamar untuk merehatkan tubuh juga.
Aku memeriksa hp ku, dari tadi aku silent hp ku, karena aku sibuk dan ada teman-teman ku juga, jadinya aku tidak sempat memeriksa hp ku.
Aku menganga lebar karena dari tadi pak adzriel menelepon ku, ya ampun aku sampai lupa, kalau sore ini aku akan ketemuan dengan nya.
Aku mencoba menghubungi nomor nya lagi. Tapi dia tak mengangkat telepon ku.
"Angkat dong mas!"
"Apa dia marah?"
"Iih... Kenapa juga aku sampai lupa!" aku mengerutut ti diri ku.
Aku mengirim pesan lewat via WhatsApp, semoga saja dia melihat pesan ku.
"Mas, maaf baru bisa merespon panggilan telepon kamu, tadi aku sibuk bantuin mama jualan kue!"
Ku kirimlah pesan itu ke nomor WhatsApp nya. Centang dua tapi masih abu-abu, aku masih menunggu centang abu-abu itu berubah jadi warna biru. Aku sangat berharap jika dia paham dengan penjelasan ku tadi.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu, centang abu-abu berubah jadi biru, senyumku mengembang, lalu dia sedang mengetik.
"Tidak apa, kalau kamu capek, lebih baik istirahat saja, besok kita banyak pekerjaan!
Pesan nya itu langsung aku baca, mungkin kah dia marah?.
"Kamu marah, tapi kita jadi kan ketemuan nya?
"Tidak, aku tidak marah, kita batalkan saja pertemuan kita untuk kali ini, hari esok dan hari lain masih ada!
"Mas, kamu belum sampai kan di kafe?
"Belum, kamu jangan khawatir, aku tidak marah kok!
Aku bernafas lega, syukurlah dia tidak marah dan belum sampai di kafe tempat kami berjanji mau bertemu.
Percakapan kami lewat via WhatsApp berakhir. Walaupun dia belum sempat ke sana, tapi aku masih tidak enak hati dengan nya.
...
Sudah dari tadi aku menunggu Chika di kafe tempat kami berjanji, tapi sangat di sayangkan yang di tunggu malah tidak datang.
Sudah dari tadi aku duduk di kafe ini dan sudah habis juga minuman yang aku pesan tadi, ternyata Chika tidak bisa datang.
"Huff... Buang-buang waktu saja!"
"Sia-sia ku pergi cepat, akhirnya aku sendiri yang lelah menunggu!"
Aku masih duduk termenung di kafe ini, padahal aku ingin bicara serius dengan Chika, aku ingin membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius lagi.
Mungkin lain kali saja aku ngomong ini ke Chika nya.
...
Kini aku sudah kembali ke rumah, aku sudah di sambut oleh mama, ku pasang wajah se ceria mungkin, agar mama tidak banyak bertanya.
"Assalamualaikum! mama memberi salam lebih dulu.
__ADS_1
Aku cengir lalu garuk-garuk kepala, lupa mengucapkan salam saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumussalam mama! jawab ku
"Kalau masuk rumah, usahakan mengucapkan salam! ujar mama
"Hehe... Iya ma!" ucap ku
Beruntung mama tidak bertanya kalau aku pulang cepat. Kalau mama bertanya aku harus jawab apa?
"Kok pulangnya cepat?
"Kencan cuma beberapa menit saja? tanya mama
Tu kan, baru lega nafas ini, eh nafas ku sudah kembali tersengal segal dengan pertanyaan mama.
Macam mana aku bilang ke mama?
"Sebentar aja ma, kami takut dosa! aku asal jawab saja
"Nah, itu yang mama mau bilang, lebih baik kamu halalin Chika nya!"
"Iya, pengen nya gitu ma!" ujar ku
"Kapan kita pergi lamaran nya? tanya mama
"Hmm... El juga tidak tau ma! ujar ku
"Bulan baru aja, gimana kamu setuju tidak? tanya mama
"Terserah aja lah ma, gimana baik nya aja, aku nurut aja! ujar ku
"Tapi kamu belum jawab pertanyaan mama lho! ujar mama
Apa yang harus aku beri tahu mama, nggak mungkin juga aku ngomong yang sebenarnya, kalau Chika tadi tidak bisa datang.
"Nggak papa ma, aku lagi nggak enak badan aja! ujar ku terpaksa berbohong
Mama langsung menempelkan telapak tangan nya ke keningku, "nggak panas kok!" ujar mama
"Jangan bohong! ujar mama
Walaupun aku berbohong mama pasti akan tau, ya jelas saja, aku tidak pandai berbohong dengan mama.
"Chika nggak datang ma, dia bilang dia lagi bantuin mama nya jualan kue, makanya aku pulang cepat! ujar ku
"Bilang dari tadi, ini enggak malah berbohong dulu, ingat bohong itu dosa lho! ujar mama
Aku mengangguk kecil seraya tersenyum kecil.
...
bersambung...
...Kata-kata mutiara : Dunia ini penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir😢...
...----------------...
Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.
Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!
__ADS_1
Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.
Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁