Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi


__ADS_3

Aku hanya diam saja sambil cemberut, gara-gara Alex somplak ini, hampir saja jantung ku mau copot.


"Oi, jangan ngambek gitu dong!" ujar nya


Aku hanya cemberut saja, kesal aku kalau berdekatan dengan dia terus, tapi yang tadi itu benaran atau tidak ya?


Bulu kudukku merinding lagi, aku benar melihat jelas yang terbang melayang seketika di hadapan ku tadi.


"Ah, lo nggak asik Chik, masa gue kagetin gitu aja lo udah ngambek!" ujar nya


"Lo bikin jantung gue mau lepas tau nggak, untung gue tidak memiliki riwayat penyakit jantung, bercanda lo kelewatan!" protes ku


"Iya maaf deh gue salah!" ujar nya


Tapi aku masih kepikiran sama yang melintas sekilas di hadapan ku tadi, sebenarnya itu apa sih?.


"Pak, di kantor kita itu apa ada hantu nya ya?" tanya ku


Pak Alex mengerutkan keningnya, dia diam sesaat.


"Haha... mana ada Chik! ujar nya tertawa


"Jujur aja deh pak, gue serius nih nanya nya!" ujar ku


"Begitulah Chik, setiap orang yang lembur pasti di gangguin!" ujar nya


Aku bergidik ngeri dengan ucapan pak Alex, tu kan apa aku bilang, berarti yang ku lihat sekilas itu benar.


"Emang nya kenapa lo ngomong gitu?" tanya nya


"Tadi gue sempat di ganggu Lex, lo mah bikin gue kaget aja sama bercanda lo itu, makanya tadi itu gue nangis!" ujar ku


"Maaf deh, gue nggak sengaja, tapi bener apa yang lo bilang itu nggak bohong!" ujar nya


Untuk hal ini ngapain juga aku berbohong, "ngapain gue bohong Lex!" ujar ku


"Sudah lah jangan di bahas lagi, selagi dia nggak apa-apain kita, kita jangan ganggu mereka, kita hidup berdampingan dengan makhluk tak kasat mata itu!" ujar Alex


Aku mengangguk kecil, pak Alex mengendarai mobil nya dengan kecepatan maksimal.


Akhirnya aku sampai juga di halaman rumah ku, pak Alex tadi langsung pulang setelah mengantar ku.


"Astagfirullah alhazim Hanum, kamu bikin kaget kakak aja!" protes ku


Ku kira hantu yang berdiri di depan pintu rumah, ternyata Hanum, malah dia pakai daster mama lagi.


"Siapa itu kak, kayak nya bukan kak adzriel deh? ujar nya


"Itu Alex teman kakak, dia yang antar kakak, mas adzriel nggak bisa antar kakak, dia lagi nemani mama nya yang lagi sakit!" ujar ku


Kalau tidak di kasih tau ke Hanum, pasti dia bakalan kepo banget.


"Mobil nya kayak kenal deh!" ujar nya masih melihat mobil yang hampir hilang itu.


"Perasaan kamu kali Han! ujar ku


"Serius kak, kayak mobil om yang aku tolong waktu itu!" ujar nya


Aku menaikan bahu ku lalu pergi ke kamar ku, badan ku sudah capek banget pengen istirahat.


...

__ADS_1


Aku tidak salah lihat lagi itu memang benar mobil yang pernah aku tolong waktu itu.


"Eeh, apa itu om yang aku tolong waktu itu ya?"


Kalau beneran itu dia, wah bisa kenalan tuh lewat kak Chika. Nama nya siapa tadi kata kak Chika tadi?.


"Oh iya ingat, Alex, iya namanya Alex!"


Senyumku mengembang saat mengingat wajah ganteng nya itu, walaupun babak belur tapi tetap ganteng lho.


Ah nggak sabar pengen ketemu dia lagi, tapi kapan dan dimana?.


"Semoga saja aku bisa ketemu sama dia lagi, aamiin...!"


...


Sudah lama aku di dalam kamar, kini aku keluar kamar lalu pergi melihat mama.


Ku buka pintu kamar mama, kelihatan dari wajah mama kalau beliau sangat capek.


"Mama, kenapa mama tidak pernah dengerin omongan ku sih, aku itu tidak ingin melihat mama capek-capek gini, apa lagi mama sampai pingsan!" gumam ku mencium punggung tangan mama.


Ya Allah sehat-sehat kan lah selalu mama hamba ya Allah, hamba tidak mau kehilangan orang yang sangat hamba sayangi.


Ku perbaiki selimut mama yang melorot ke bawah.


"Selamat malam mama!" gumam ku mencium jidat mama.


Kini aku kembali ke kamar ku lagi, untuk mengistirahatkan tubuh ini juga.


...


Pagi harinya aku sudah bersiap-siap pergi ke sekolah, tinggal beberapa bulan lagi, aku akan lulus sekolah, setelah lulus sekolah aku berencana melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi lagi.


"Wa'alaikumussalam, pagi!


Kini kami lagi melahap sarapan kami, pagi ini aku sangat bersemangat untuk datang ke sekolah.


Selesai sarapan pagi aku berpamitan dengan mama dan papa, sedangkan kak Chika sudah lebih dulu di jemput oleh kak adzriel.


"Aku berangkat ke sekolah dulu ya ma!" ujar ku


"Iya hati-hati bawa motor nya!" ujar mama


"Papa mana ma?" tanya ku


"Lagi di dalam, sebentar lagi papa kamu pergi kerja juga!"


"Ya sudahlah Hanum berangkat dulu ma!"


"Assalamualaikum ma!"


"Wa'alaikumussalam!"


Hari ini aku di izin kan oleh mama dan papa untuk bawa motor, selama ini aku pergi sekolah nya hanya naik angkot, mumpung motor kak chika lagi nganggur aja, lebih baik aku pakai untuk ke sekolah, bujuk dan rayuku akhirnya kedua orang tua ku mengizinkan ku bawa motor.


Kalau kak Chika it's okey aja kalau aku bawa motor nya.


"Bismillahirrahmanirrahim!


Aku bawa motor itu dengan kecepatan sedang, sudah hampir dekat dengan sekolah ku, aku melihat mobil yang kemarin aku tolong dan mobil tadi malam yang mengantar kak Chika.

__ADS_1


"Bukan kah itu mobil yang pernah aku tolong orang nya waktu itu?"


Aku melajukan motorku semakin dekat dengan mobil itu, orang nya tidak ada.


Tiba-tiba saja orang nya keluar dari mobil itu, hampir saja aku menabraknya.


Cittt


Beruntung nya aku dapat mengerem motor ku, kalau tidak sudah ku tabrak orang itu, turun dari mobil malah nggak lihat-lihat lagi.


"Mas kalau turun dari mobil, apa salah nya lihat ke belakang dong, hampir saja saya tabrak!" protes ku


Pria berpakaian sangat rapi dengan balutan jas warna navy itu sangat menambah ketampanan nya, ia menoleh ke belakang lalu membuka kaca mata hitam nya.


Senyum manis tersungging di bibir merah alami itu, aku sempat terpukau dengan senyum nya itu.


"Maaf kan saya dek!" ujar nya, oh ya tuhan suara nya sangat merdu terdengar di telingaku.


Aku menelan saliva, jantung ku berdegup kencang sekali.


"Masya Allah ganteng nya...!" lirih ku


"Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang bilang aku ganteng!" ujar nya


Aku menutup mulutku, "ma-maaf mas!" gugup ku


Dia tersenyum lagi sambil memukul-mukul kecil kaca mata nya ke telapak tangan nya itu, ya ampun... senyum nya itu bikin aku gemas.


"Maaf dek, saya tidak sengaja, lain kali saya akan lebih hati-hati lagi!" ujar nya


...


Bukan kah gadis ini yang menolong ku waktu itu, aku perhatikan lagi dia, sekarang ini dia lagi memakai baju seragam batik dan rok panjang berwarna abu-abu, iya ini gadis yang menolong aku waktu itu.


Kok beda ya yang sekarang dari yang kemaren, kemaren itu gaya nya tomboy, sekarang gaya nya seperti cewek pada umum nya, lebih cantik dan anggun.


"Bukan kah kamu yang menolong saya waktu itu?" tanya ku


Dia mengerutkan keningnya, lalu tersenyum manis, "iya mas saya yang menolong mas waktu itu!" ujar nya


Kalau di lihat lagi wajah nya agak mirip dengan Chika, dan motor yang ia pakai juga motor yang pernah Chika bawa waktu itu, apa jangan-jangan ini adek nya Chika lagi?.


Aku menjulurkan tangan ku ke dia, dia tersenyum lalu dia menautkan kedua tangan nya ke dada.


"Maaf bukan mahram, saya Hanum!" ujar nya sopan


Aku jadi segan dengan nya, lalu menarik uluran tangan ku lagi.


"Saya Alex! ujar ku


...


bersambung..


...kata-kata untuk ibu : Surga itu tidak hanya terletak di kaki ibu. Surga itu terletak di hati, pikiran, dan segalanya yang melekat padamu, Ibu....


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.

__ADS_1


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁


__ADS_2