
1 bulan kemudian...
Dengan banyaknya lika liku yang ku jalani bersama mas adzriel, kini kami akan melaksanakan pernikahan kami.
Pagi ini aku sudah berada di gedung tempat akan dilaksanakan ijab kabul sekaligus resepsi pernikahan ku dengan mas adzriel.
Dari pagi tadi aku sudah di dandani oleh jasa MUA, sampai sekarang aku masih di riasi oleh mereka, kali ini anggota MUA sangat banyak, karena mama mertuaku lah yang menyewa jasa MUA yang paling terkenal di kota kami ini.
"Wahh... menantu mama sangat cantik! puji tante Saras
Aku tersenyum malu saat di puji oleh orang, di ruangan tempat ku di riasi ini ada teman-teman ku.
"Tante sangat beruntung memiliki menantu seperti Chika, dia orangnya suka membantu dan baik tan, apa lagi Chika orangnya rajin ibadah!" oceh riska
"Benarkah, wah... jadi putra tante tidak salah pilih pasangan!" ujar tante Saras
"Begitulah tan!" ujar Riska
Satu persatu teman-teman ku pada keluar, tante Saras juga keluar, kini yang tersisa hanya aku dan azura, tim MUA tadi juga telah selesai merias wajah ku.
Ku lihat pantulan bayangan ku dari cermin besar yang ada di depan ku, seperti bak ratu aku sekarang ini, baju pengantin yang ku kenakan sangat indah, apa lagi hijab nya yang begitu cantik, mahkota berlian bertengger sempurna di atas kepala ku.
Azura mendekati ku ia memegang kedua pundak ku, "cantik bak putri raja!" puji nya
"Biasa saja!" ujar ku
Dia tersenyum lalu meletakkan dagunya di pundak ku, "sekarang sahabat ku sudah menemukan kebahagiaan nya, gue masih ingat masa-masa SMA kita dulu, tapi sekarang teman dekat gue udah mau menempuh hidup baru bareng calon imam nya! ujar nya seraya tersenyum
"Ura!" lirih ku
Sahabat ku yang satu ini memang manja, dia sering berperilaku kekanak-kanakan jika berdekatan dengan ku.
"Biarkan dagu gue menopang di pundak lo dulu! ujar nya
"Lo kayaknya lagi sedih?" tanya ku
Wajahnya sudah berubah saat dia ke sini tadi, pasti ni anak ada masalah.
"Ura! ujar ku
"Gue emang sedih chika, gue sedih karena kita akan berpisah!" ujar nya
__ADS_1
Berpisah?, maksudnya apa, aku tidak akan meninggalkan sahabat sebaik azura ini, dia sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri.
"Haha... gue nggak pergi ke mana-mana ura, gue masih tinggal di kota yang sama!" ujar ku
Dia menatap ku melalui pantulan cermin, seulas senyum manis terukir di bibir merah muda nya itu.
"Chika, gue akan terbang tinggi setiap hari, setiap jam, setiap menit nya!" ujar nya
Aku mengerutkan keningku, "terbang tinggi setiap hari, setiap jam, setiap menit!" ulang ku
Dia mengangguk kecil, "cita-cita gue jadi pramugari sudah tercapai chika!" ujar nya
Aku memutar tubuhku melihat manik mata nya, senyum nya mengembang lagi dan lagi, rasanya baru kemaren aku bertemu dengan azura, masa dia akan pergi jauh dan jarang ke kota ini lagi.
"Serius kah ura, jadi cita-cita lo jadi pramugari tercapai juga?" ujar ku
Dia mengangguk kecil, "maka dari itu gue pasti akan kehilangan sosok sahabat seperti lo!" ujar nya
"Tidak usah bersedih ura, gue akan selalu di hati lo, lo sahabat sejati yang tidak akan pernah gue lupakan!" ujar ku
"Makasih Chika, gue senang mempunyai sahabat seperti lo!"
"Mungkin kita akan jarang ketemu bahkan tidak sama sekali, tapi gue janji akan sering mengabari lo, kalau gue lagi cuti, lo orang pertama akan gue cari!" ujar nya memeluk ku
"Sudah kita jangan bahas gue lagi, lebih baik lo dengerin dengan seksama calon imam lo mengucapkan ijab kabul nya!" ujar azura
Aku langsung tegang dengan ucapan azura, astagfirullah aku sampai lupa kalau ini hari pernikahan ku, curhat dari hati ke hati, sampai lupa kalau aku sekarang lagi melakukan ritual yang sangat sakral dan suci.
"Chika!" ujar mama baru masuk ke dalam ruangan ini.
"Sudah siap nak?" tanya mama, aku mengangguk kecil sebagai jawaban nya.
Di luar sudah terdengar suara mas adzriel mengucapkan ijab kabul, suara nya sangat lantang hingga terdengar sampai sini.
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah....!
Aku terduduk lemas, benarkah aku sudah sah jadi istri buat mas adzriel?.
"Selamat ya nak, kamu sudah sah jadi seorang istri dari nak adzriel!" ujar mama memeluk ku.
__ADS_1
"Mama senang nak, akhirnya kamu jadi menantu mama!" ujar mama Saras
"Makasih mama!" lirih ku
"Mama mau panggil suami kamu dulu!" ujar mama Saras
Aku mengangguk kecil, hati ku sudah deg-degan, kini aku di tinggal sendiri di ruangan ini.
"Bismillah!" lirih ku
...
Aku sangat senang pada akhirnya aku benar-benar menyunting wanita pilihan ku sendiri.
"Temui istri mu!" ujar mama berbisik di telinga ku
Aku mengangguk seraya tersenyum, tidak sabar untuk melihat istri ku.
Aku menaiki anak tangga yang lumayan tinggi, kenapa aku jadi deg-degan tidak karuan gini?.
"Santai el, santai!
Ku buka pintu ruangan yang telah di beri tahu mama tadi, mata ku tak berkedip saat melihat bidadari surga ku tersenyum manis menyambut kedatangan ku.
"Assalamualaikum imam ku!" ujar nya
"W--wa'alaikumussalam! ucap ku terbata-bata
Aku menghampiri nya dengan langkah kaki gemetaran, sungguh cantik bidadari surga ku ini, senyum manis tak pernah pudar dari sudut bibir nya itu.
"Cantik, cantik sekali kamu sayang ku!" ujar ku
"Terima kasih suamiku, kamu juga tampan! ujar nya
Aku meraih kedua tangannya, lalu ku kecup tangan nya itu.
"Pada akhirnya kita bisa mewujudkan impian kita untuk hidup bersama!" ujar ku
"Iya mas, kamu cinta pertama dan terakhir ku, aku sangat menyayangimu!" ujar nya
...~TAMAT~...
__ADS_1
Alhamdulillah akhirnya tamat juga cerita ini, semoga kalian suka sama kisah terakhir nya ini, terima kasih untuk kalian telah mengkawal Chika dan Adzriel sampai sah😃😀🙏