Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 38. Ngumpul Bareng Teman


__ADS_3

Aku masih di dapur sambil mengaduk-aduk adonan kue mama. Sedangkan mama lagi melayani pembeli di luar.


"Buat kue tidak segampang yang kakak kira kan! ujar Hanum sudah berdiri di belakang ku.


Sejak kapan dia di belakang ku?


"Lah emang, kata siapa gampang! ujar ku


"Kakak terlalu asik dengan kerjaan kakak, kasihan mama tau, mama tidak ada yang bantu! ujar Hanum


"Kamu kan ada, kakak kerja kan untuk nambah modal untuk usaha mama ini! ujar ku


"Aku kadang pulang sekolah langsung pulang kak, kalau mampir ke sini mama tidak izinkan aku untuk bantu!


"Kata mama, aku di suruh istirahat! ujar nya


Hanum adikku masih duduk di bangku SMA, sekarang dia masih kelas 3 SMA, sebentar lagi dia akan tamat, dan melanjutkan untuk kuliah.


Aku sebagai kakak nya, harus bisa bantu-bantu sedikit bayar uang sekolah nya, apa lagi besok ini dia akan kuliah, kuliah itu membutuhkan biaya yang sangat banyak.


Mama sama papa belum tentu mempunyai uang sebanyak itu, jadi dari dulu aku bertekad untuk membantu perekonomian keluarga ku.


Kalau kak Anissa yang bantu-bantu perekonomian keluarga, mana mungkin, dia sekarang sudah nikah dan sudah memiliki satu anak.


"Sini aku mau bantu juga! ujar nya


Aku memberikan adonan kue yang sudah aku aduk-aduk tadi.


"Kamu aja tidak bisa buat kue! ujar ku


"Bisa nya cuma habisin duit orang tua aja! ujar ku


"Siapa yang habisin duit orang tua? ujar mama baru datang.


"Eeh mama!" ucap kami kompak


"Ntah, kakak tuh ma! ujar Hanum


"Mama sama papa cari uang emang untuk kalian, jadi jangan bilang seperti tadi lagi! ujar mama


"Denger tuh kak!


"Nggak bos besar itu aja di bayangin! ledek hanum


Aku mengangkat tangan ku ingin menjitak kepala nya itu, tapi tangan nya begitu sigap menangkis tangan ku.


"Anak silat di lawan!" membanggakan diri nya


"Udah jangan berantem, niat bantuin mama nggak sih! ujar mama


"Niat ma!" ujar kami kompak


Kami bertiga sudah selesai mengaduk adonan kue itu, hari ini mama mendapatkan pesanan kue untuk hajatan, jadi nya mama banyak membuat kue untuk hari ini.


"Siapa yang antar ma pesanan kue ini? tanya ku


"Nanti ada orang nya yang jemput! ujar mama


Aku mangut-mangut sambil menyicipi kue yang sudah jadi.


"Mama, kakak Chika di makan nya kue yang mama buat! ujar Hanum mengadu ke mama


"Kamu kalau mau ambil aja! ujar mama ke Hanum


"Asikk... Makan kue bikinan mama! ujar nya senang


"Kalau mau bilang aja mau, ini malah ngadu ke mama, cepu banget! ujar ku


"Biarin!" ujar nya menjulur lidahnya ke aku.


"Cepu!"


"Biarin!"

__ADS_1


"Pengadu!"


"Masalah!"


"Udah, udah, bantuin mama masukin kue-kue ini ke dalam toples!" ujar mama


"Iya ma!" jawab kami kompak lagi


Aku memasukkan kue basah itu ke dalam kemasan yang sudah di sediakan oleh mama, sedangkan Hanum memasukkan kue kering ke dalam toples yang sudah di siapkan oleh mama juga.


"Kue mama paling the best!" ujar ku


"Kue mama paling enak! ujar Hanum tidak mau kalah


Mama tersenyum menanggapi ucapan kami berdua, selesai sudah kami memasukkan kue-kue itu ke dalam kemasan nya masing-masing.


Kini aku duduk di luar sambil menjaga kue-kue yang berada di etalase, dan melayani pembeli.


"Kue bolu Siliwangi ini berapa ya mbak?"


"Harga nya 30 RB per box bu!"


"Tolong di bungkus 2 box ya mbak!"


"Baik, silahkan di tunggu bu!"


Aku menyiapkan pesanan pembeli ini, selesai ku bungkus lalu aku berikan ke pembeli tersebut.


"Jadinya 60rb ya bu!" ujar ku


Ibu itu menjulurkan uang pas padaku, "terima kasih bu!" ujar ku


Lalu pembeli itu mengangguk dan pergi.


"Gimana? tanya mama mengangetkan ku


"Ini uang nya ma, gampang jual kue kok! ujar ku


"Aamiin...!"


Hp ku berdering di saku gamis ku, ternyata yang menelepon ku si bunga, aku tersenyum karena dia masih ingat padaku.


"Assalamualaikum bunga! aku mengucapkan salam terlebih dahulu


"Wa'alaikumussalam Chika...! teriaknya heboh di seberang sana


"Bagaimana kabar lo sama ansel?


"Gue baik, ansel juga baik!"


"Syukurlah!"


"Main yuk!"


"Nggak bisa, gue lagi bantuin mama jual kue!"


"Seru tu, gue ke sana ya, alamat nya tolong serlok!


"Oke, kalau ke sini lo wajib beli kue mama gue!


"Aman!"


Sambungan telepon di putuskan, lalu aku mengirim lokasi ku melalui via WhatsApp.


Biarlah mereka pada ke sini, untuk promosi kue mama aja ke teman-teman nya nanti, sepulang dari sini.


"Siapa kak?"


"Teman kakak mau ke sini!"


"Ada yang ganteng nggak?"


"Kamu mau cewek?" ujar ku tergelak

__ADS_1


Dia langsung cemberut lalu pergi ke dapur sambil menghentakkan kakinya.


Sudah satu jam akhirnya bunga datang juga, tapi dia ke sini tidak sendirian, dia datang membawa pasukan nya.


"Mau demo?" tanya ku menyambut mereka


"Kami mau makan kue masakan mama lo lah! ujar bunga


"Tapi bayar kan? tanya ku


"Santai, ansel ada tuh! tunjuk bunga


"Kalau makan kue orang, ya bayar sendiri lah, jangan limpahi ke gue! ujar ansel


"Sudah, mari lihat-lihat kue buatan mama gue dulu! ujar ku


Mereka melihat-lihat kue yang berada di etalase kaca itu, aku tersenyum karena bunga membawa banyak teman nya, jadinya kue mama akan terjual habis.


"Tumben lo bawa pasukan segala? tanya ku


"Biasa, mereka pengen ke sini juga, kata mereka enak makan kue hari-hari gini! ujar bunga


Mereka pada memesan kue yang terpajang di etalase kaca itu.


"Chik, gue bungkus bolu Siliwangi ini 1 box ya!


"Gue bolu Meranti!"


"Gue bolu pandan aja deh!"


Aku membungkus kue bolu pesanan mereka, akhirnya kue bolu mama habis juga hari ini, tidak sia-sia ku membantu mama hari ini.


Kini kami semua duduk di bawah pohon yang rindang di depan toko kue mama. Kami memakan kue yang sengaja aku sediakan.


"Chika, ini minuman nya! ujar mama meletakkan beberapa gelas air sirup di etalase. Aku mengambil air minum yang mama buatkan itu.


"Wahh... Kue mama laris manis ya hari ini! ujar mama dengan mata berbinar


"Iya dong kan Chika yang promosi in kue mama! ujar ku


"Hanum mana ma? tanya ku


"Lagi ngambek di belakang! ujar mama


"Bocah!" ujar ku


"Kamu apain adek kamu, kok bisa ngambek gitu? tanya mama


Aku cengengesan lalu pamit ke mama untuk balik lagi ke tempat teman-teman ku.


"Sering-sering kayak gini, ngumpul bareng gini kan enak! ujar bunga


"Iya, kapan lagi kan kita bisa ngumpul kayak gini! ujar ansel


Semenjak aku pindah kerja teman-teman ku sangat jarang bertemu dengan ku, kadang hari Ahad ini aku ada kerjaan juga, tapi untung hari Ahad ini aku tidak ada kerjaan tambahan.


Ngumpul bareng teman emang seru!


...


bersambung...


...Kata-kata mutiara : Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya....


...----------------...


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁

__ADS_1


__ADS_2