
Seharian penuh aku memikirkan bagaimana cara nya aku minta maaf pada chika, aku sudah terlalu malu dengan nya.
Waktu itu aku tidak mendengarkan ucapan nya, dan sekarang terbukti kalau dia tidak bersalah.
Ya, memang kemaren itu aku bertemu dengan nya, tapi kemaren itu aku masih meragukan nya, tapi sekarang malah kenyataan nya kalau chika tidak salah sedikit pun.
"Beres bro, tikus-tikus kecil itu sudah musnah dari kantor ini! ujar Alex mengejutkan ku.
"Baguslah! ujar ku
Aku memikirkan lagi bagaimana cara aku minta maaf.
"Bro, minta maaf gih sama chika! ujar Alex
Emang dia pikir minta maaf itu segampang yang ia pikirkan, kan ini saja aku sudah payah memikirkan cara nya.
Dia malah enteng ngomong minta maaf sekarang!
"Emang minta maaf itu enteng apa? ujar ku dengan raut kesal
"Mudah kok, tinggal bilang maaf aja! ujar nya
"Coba aja lo sendiri yang minta maaf! ujar ku
"Ngapain gue, yang keterlaluan menuduh chika itu kan lo sendiri, gue mah percaya sama dia! ujar Alex
Kini aku duduk di sebelah Alex yang duduk di sofa, aku mengusar-gusar wajahku secara kasar.
Untuk minta maaf saja sangat sulit, apa lagi bertemu langsung dengan nya.
"Perlu gue wakili lo? ujar Alex
Aku mendelik tajam pada Alex, dia sedikit ketakutan, emang perasaan ku bisa di wakili apa?
"Nggak! bantah ku
"Nggak usah sesewot itu juga kali bro! ujar nya
"Besok aja mikirnya, sekarang kita pulang! ujar Alex
Fasilitas ku masih di pegang oleh mama, pergi ke kantor saja aku masih naik angkot, tapi untungnya aku pintar.
Aku minta jemput dengan Alex, dia ku suruh tunggu di gang yang sedikit jauh dari rumah ku, jadi pulang pun aku di antar oleh Alex sampai gang itu juga, lumayan lah dari pada naik angkot sialan itu.
"Nanti lo cerita ke tante Saras, kalau chika nggak bersalah!
"Terus lo minta deh fasilitas lo ke mama lo, gue yakin tante Saras akan percaya, btw lo harus tunjuki juga rekaman cctv itu! ujar Alex
Sebelum dia ngomong gitu aku sudah lebih dulu memikirkan itu, jadi aku tidak butuh masukan dari nya.
"Gue tau, lo diam! ujar ku menabok mulut yang banyak ocehan nya itu.
"Mulut gue lo tabok! ujar nya tak terima lalu ia meninju lengan ku.
Aku tidak membalas nya, kalau di balas kayak bocah banget kita, main tinju tinjuan.
Aku masih memikirkan bagaimana cara nya aku minta maaf pada nya, aku sudah sangat malu dengan nya, mau dimana letak muka ku ini kalau harus bertemu Chika lagi.
__ADS_1
"Gue malu Lex minta maaf pada chika, waktu itu gue bersikeras kalau dia pelakunya, ternyata tidak dia! ujar ku curhat ke Alex, supaya dia beri solusi yang tepat untuk ku.
"Tinggal minta maaf aja el, masa minta maaf gitu aja lo nggak berani! ujar Alex
Bukanya aku tidak berani minta maaf, tapi aku sudah sangat malu dengan nya, waktu itu aku mengusirnya dari kantor ini, sedangkan aku tidak mencari bukti yang valid waktu itu.
Dan sekarang aku sendiri yang menanggung malu dengan nya.
"Iya, minta maaf itu gampang banget Lex, tapi gue kalau bertemu lagi dengan nya gue malu banget! ujar ku
"Haruskah gue yang mewakili lo? ujar Alex
Enak saja dia mau mewakili ku, aku sih sebenarnya mau bertemu dengan chika lagi, tapi malu ini lho!
"Nggak perlu! ujar ku
Kini Alex memberhentikan mobil nya ia mengisyaratkan agar aku turun.
"Nggak mau turun? ujar nya
"Lo gimana sih, ini belum sampai gang dekat rumah gue! ujar ku
"Astaga, el, ini sudah sampai dekat rumah lo, lihat aja gang itu! tunjuk Alex
Ternyata benar kalau aku sudah dekat dengan rumah ku, ini gara-gara memikirkan bagaimana cara minta maaf itu, aku malah tidak fokus.
Lalu aku turun dari mobil Alex.
"Gue jalan duluan ya! ujar Alex
Aku mengangguk seraya mengangkat tangan ke udara pertanda terima kasih ku.
Dia membunyikan klakson mobil dua kali, aku mengangguk kecil, kini aku jalan menelusuri gang.
...
Sore ini aku di ajak oleh bunga dan ansel ke kafe, mereka mengajak ku karena mereka mau mengenalkan ku ke tempat favorit mereka.
"Mari pulang! ujar ansel
Kini memang jam pulang, aku sudah mengambil tas dan hp ku, hanya saja bunga belum selesai pekerjaan nya, jadi nya aku harus menunggu dia selesai kerja.
"Masih lama nggak nih? tanya ku
"Bentar! ujar nya
"Kalau lama, nanti kita nggak jadi ke kafe itu! ujar ansel sewot saja dia ke bunga
Dari aku sampai ke kantor ini dan sudah mau pulang, mereka berdua masih ribut seperti kemaren.
"Sel, lo bantuin gue dong! rengek bunga
"Ogah, nenek lampir kayak lo males banget gue bantuin! ujar ansel
"Sel, gue butuh bantuan lo sel! ujar bunga
"Nggak mau, nenek lampir! ujar ansel
__ADS_1
"Bantuin aja sel, kasihan tau! ujar ku
Lalu ia melihat ku seraya tersenyum, lalu ansel dengan malas membantu bunga.
"Dasar ansel buaya, Chika yang nyuruh baru lo gerak, coba gue minta tolong, lo nggak mau bantu gue! ujar bunga
"Suka-suka gue! ujar ansel
Kira-kira 5 menitan pekerjaan bunga sudah selesai, karena ansel yang membantu nya.
"Makasih ansel ku! ujar bunga lebay
"Hmm...! jawab ansel
Kini kami menuju ke tempat tujuan kami tadi, yaitu ke kafe, akhirnya kami sampai ke tempat kafe itu.
Pemandangan di kafe ini sangat indah, karena kafe nya terletak di dekat bukit gitu, udaranya juga sejuk, aku suka tempat ini.
"Tada, ini tempat kesukaan kami! ujar bunga merentangkan kedua tangannya sambil memperlihatkan kafe itu.
"Kafe nya sangat rekomendasi banget! ujar ku
"Ya iya lah, wong kafe ini milik itu! ujar bunga menunjuk ansel dengan bibir nya
Aku melirik ansel, ia mengedipkan sebelah mata nya, jadi ansel ini sebenarnya orang kaya, entah kenapa ia mau berkerja sebagai karyawan biasa di kantor papa nya azura.
"Temen kita ini konglomerat, tapi ia tidak mau menunjukkan ke semua orang kalau dia ini sultan! ujar bunga memukul kecil lengan ansel
"Udah bung, jangan lo umbar-umbar kalau gue konglomerat, gue nggak suka kalau orang tau! ujar ansel
"Iya! ujar bunga membesarkan mata nya
Aku tersenyum kecil saja, kini kami di ajak oleh ansel masuk ke dalam kafe nya, di dalam kafe ini sangat bagus sekali.
"Kalian pesan aja yang mau kalian pesan, gue traktir! ujar ansel
"Yeee... ansel baik deh! ujar bunga
"Gue emang baik, tapi lo nya aja yang jahat! ujar ansel
"Iya, maaf deh! ujar bunga
Aku duduk di paling sudut sambil melihat pemandangan yang sangat indah, melepas penat dulu hari ini!
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π