Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!


__ADS_3

"Gimana gue nggak marahi dia, tiap gue bad mood gini, dia malah gangguin gue, bukan bikin masalah gue ringan eh malah ruwet! ujar nya


"Sudah bikin masalah ke gue, malah nggak mau minta maaf lagi, gimana nggak marah coba! ujar nya lagi.


Ku hela nafas panjang lagi lalu ku buang lagi, pusing dengan kehidupan mereka.


"Bukanya hibur gue eh malah bikin ribut, kan gue kesel sama dia, dia itu orangnya menjengkelkan tapi aslinya baik! ujar ansel


"Namanya juga temen sel, temen itu pasti kepengen lihat temen yang lain nya senang bukan kayak lo gini, menyendiri kalau ada masalah! ujar ku


Dia menyentak nafas lalu memasang wajah datar, aku pengen bantuin dia, tapi dia tidak mau menceritakan padaku.


Hmm... kayak nya aku harus cari cara supaya ansel mau bercerita, tapi cara nya apa?


Bunga!


Ide berlian muncul di benak ku.


Ya, bunga pasti bisa membuat ansel bercerita, secara bunga itu kan teman baik ansel, ya walaupun ansel jengkel sama bunga, tapi ansel juga baik ke bunga.


"Bunga! panggil ku melambai-lambaikan tangan ku ke dia.


Dia menoleh lalu menunjuk dirinya sendiri, aku mengangguk sebagai jawaban nya.


"Ngapain panggil mak lampir itu, kalau dia ke sini pasti cari ribut! ujar ansel tidak suka


"Nggak akan ribut! ujar ku


Lalu bunga menghampiri kami, ia langsung duduk dekat dengan ansel, ansel memutar bola matanya, nampak dari wajah nya kalau ansel sangat kesal dengan bunga.


"Ngapain Chik? tanya bunga


Entah kenapa hari ini bunga tidak menganggu ketenangan ansel, biasa nya bunga selalu cari topik pembicaraan dengan ansel dan ujung-ujungnya mereka ribut.


Dan sekarang nampak lain!


"Gue ke toilet dulu deh! ujar ansel


"Balik ke sini lagi nggak? tanya ku


Dia menggeleng cepat sambil menunjuk bunga dengan bibir nya, seperti nya ansel benar-benar sengaja menjauhi bunga untuk hari ini.


"Ke sini aja sel, waktu istirahat masih lama! ujar ku


"Males! ujar nya


"Kalau lo pergi dan nggak mau balik ke sini lagi, fix pertemanan kita sampai sini aja! ujar ku


Dia menghela nafas panjang seraya mengangguk kecil.


"Hmm...! ujar nya


Aku pun tersenyum lalu ia pergi dari sini, dan tumben-tumben nya bunga tidak bersuara untuk kali ini.


"Chik, ngapain lo suruh ke sini sih, tu liat aja, dia itu benci sama gue! ujar bunga


"Ansel tidak benci sama lo, tapi dia sekarang ini lagi bad mood aja! ujar ku


"Terserahlah chik yang gue tau ansel benci sama gue! ujar bunga

__ADS_1


Aku menggeleng-nggelengkan kepalaku, jelas-jelas ansel itu lagi bad mood, semua orang kalau lagi bad mood ya seperti ansel itu.


"Lo mau nggak nanya soal masalah ansel itu, kalau gue nanya dia nggak mau jawab!


"Siapa tau sama lo dia mau jawab dan menceritakan semua masalah nya itu! ujar ku


Bunga sempat berpikir lalu dia menggelengkan kepalanya, "nggak ah, nanti dia marah lagi, gue udah kena mental di marahi terus, ansel aslinya galak! ujar bunga


"Coba aja bunga, gue pengen bantu masalah dia! ujar ku


Ia menghela nafas lalu mengangguk kecil, "nanti gue coba! ujar nya


Lama kami menunggu ansel, apa dia tidak ke sini lagi?


"Lama nggak nih? tanya bunga


"Nggak tau! ujar ku


Kami masih menunggu ansel tapi dia benar-benar tidak balik lagi, akhirnya jam istirahat kami sudah usai, aku benar-benar kecewa dengan ansel.


"Gue kecewa sama lo sel! ujar ku sudah balik ke meja kerja.


Dia sekarang ini lagi fokus dengan layar komputer nya, aku bicara saja dia tidak bergeming sama sekali.


"Chik, nggak usah ngangguin dia! ujar bunga


Lalu aku juga mengerjakan pekerjaan ku, biarlah nanti aku coba bicara dengan ansel lagi.


...


Siang ini aku sudah balik ke rumah, karena hari ini juga aku harus berangkat ke Jerman, kini aku lagi menyiapkan baju-baju ku untuk di sana nanti.


Mama juga membantu ku.


"Nggak papa, mama pengen bantu kamu aja! ujar mama


Mama iih bandel banget, aku tidak mau mama capek bantuin aku, apa lagi mama sudah rentan terhadap kesehatan, nanti jatuh sakit gimana?


"Mama udah ya jangan bantuin aku!


"Aku bisa sendiri ma! ujar ku mengambil baju dari tangan mama, lalu aku membimbing mama untuk duduk di sofa saja.


"Kamu iih, di bantuin malah ngeyel! ujar mama


"Bukan ngeyel ma, tapi aku nggak mau mama itu kenapa-napa, tiga hari lho ma, aku tinggalin mama! ujar ku


"Alah, tiga hari doang, almarhum papa kamu aja pernah ninggalin mama satu bulan, toh mama baik-baik aja!


"Kamu itu terlalu overprotektif sama mama, khawatir kamu itu keterlaluan buanget! ujar mama


Aku garuk-garuk kepala saja, memang aku terlalu khawatir dengan mama ku, karena mama lah orang satu-satunya yang aku punya sekarang ini.


"Pergi nya lama-lama aja! ujar mama


Aku mengerutkan keningku, maksud mama ini apa?, masa anak nya sendiri di suruh pergi lama-lama, terus kalau aku pergi lama mama tinggal nya sama siapa, dan mama mau ngapain aja?


"Mama ngusir aku? tanya ku


"Nggak, mama cuma pengen chika tinggal di sini, selama kamu pergi! ujar mama

__ADS_1


Ah? apa? Chika? mama ini kenapa juga mengajak Chika nginap di sini!


"Ngapain Chika di sini ma, dia sibuk nggak bisa di ganggu! ujar ku


"Kalau sama mama pasti dia tidak kan nolak! ujar mama


Aduhh... terserah mama aja lah, kalau tidak di turuti kemauan mama, sudah pasti mama merajuk, lebih baik aku turuti saja kemauan mama ini.


"Beres! ujar ku


"Yuk!


"Kemana?


"Bandara lah, kan kamu mau pergi sekarang!


"Masih lama ma!


"Lebih cepat lebih baik!


"Nanti aja deh ma, sejam lagi!


"Sekarang aja, setelah antar kamu ke bandara, mama mau jemput chika!


"Emang mama tau dimana rumah chika? tanya ku


"Taulah! ujar mama


Apa? mama ku tau di mana rumah chika, sedangkan aku tidak tau di mana rumah nya, ampun ini mah, kalah cepat aku dari mama.


"Chika anak nya anan sama wati! ujar mama


Aku hanya bisa tergangga saja, nama orang tuanya saja mama sudah tau, sedangkan aku tidak tau, sumpah mama ku ini serba tau!


"Kok mama tau nama orang tua nya? tanya ku


"Orang suruhan mama banyak, jadi informasi sekecil itu gampang banget mama temui, nggak kayak kamu, tetap stay di sana, bodoh atau gimana! ujar mama


Apa?, mama bilang aku bodoh!


"Ma, mama kok mengumpat anak sendiri sih! ujar ku tidak terima


"Bukan mengumpat kamu, tapi kenyataannya begitu, masa cari jodoh harus mama yang turun tangan, anak zaman kuno kamu! ujar mama


Aku ini anak mileneal bukan anak zaman kuno ma!


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2