
Di dalam kamarnya, Alesha juga berusaha menghubungi nomor kedua orang tuanya tapi keduanya sama-sama tidak aktif. "Ih, Mama sama Ayah ini kemana sih? Waktu dibutuhin anaknya aja nomornya gak ada yang aktif. Padahal tiap hari juga berduaan terus. Masih aja gak mau diganggu kalau malam." Alesha melempar ponselnya ke ranjang lalu dia merebahkan dirinya sambil memeluk boneka beruangnya.
"Moga aja Kak Devan cepat pulang."
Baru tiga puluh menit saja rasanya sangat lama. Alesha kini memiringkan dirinya dan kembali menatap layar ponselnya. Dia mengirim pesan pada Devan dan menanyakan berapa lama lagi dia di rumah sakit tapi tak juga dibalas oleh Devan.
Dia tak juga bisa memejamkan matanya. Sampai hampir satu jam berlalu. "Tahu gini aku ikut saja tadi." Alesha menarik selimutnya. Dia berusaha memejamkan kedua matanya tapi tetap saja tidak bisa.
Tiba-tiba saja lampu di kamarnya padam. Seketika Alesha bangun dan mencari ponselnya. "Aduh, kok lampunya padam. Dimana hp aku." Alesha berusaha meraba ponselnya, akhirnya dia menemukan ponselnya dan segera menghidupkan lampu senter dari ponselnya.
"Wah, kacau. Baterai aku lowbath lagi. Tuh kan, tuh kan mati."
Alesha semakin panik. Dia kini turun dari ranjangnya dan berjalan perlahan menuju pintu. "Dirga udah pulang belum ya. Lampunya kenapa mati, kalau gak dibenerin gimana bisa hidup. Terus aku minta tolong sama siapa."
Alesha mengedarkan pandangannya. Semua sisi terlihat gelap. Dia hampir tidak bisa melihat apa-apa. Alesha menarik napas panjang, dia memberanikan dirinya keluar dari kamar. "Bismillah, semoga tidak ada apa-apa."
Akhirnya Alesha membuka kunci kamarnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Dia berjalan sambil meraba tembok dan meja agar dia tidak menabrak sesuatu. Saat dia sampai di ruang tamu, lampu kembali menyala. Alesha kini bernapas lega, dia membalikkan badannya dan kembali ke kamarnya tapi saat akan masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba ada yang mencekal tangannya dengan kuat.
"Dirga!" Alesha melebarkan matanya saat melihat Dirga kini berada di dalam rumah. "Lepasin!"
Dirga tersenyum miring. Senyuman itu sangat menakutkan bagi Alesha. Dia terus menyeret tangan Alesha agar mengikutinya.
__ADS_1
"Dirga lepasin! Tangan aku sakit!" Pergelangan tangannya terasa sangat sakit karena cekalan kuat dari Dirga. Satu tangan Alesha berusaha memukul Dirga tapi Dirga justru mencekal kedua tangannya. "Dirga jangan macam-macam. Ibu lo sedang sakit dan dibawa ke rumah sakit."
"Iya gue tahu, dan lo sendirian kan di rumah. Biar gue temani malam ini."
"Dirga lepasin!" Alesha berusaha menendang Dirga hingga dia terlepas tapi baru satu langkah Dirga mencekalnya lagi.
"Lo gak akan lepas dari gue malam ini!" Dirga mendekap tubuh Alesha dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Dirga, lo gila! Gue istri kakak lo!"
"Tapi gue yang miliki lo lebih dulu!" Dirga semakin memaksa Alesha agar masuk ke dalam kamarnya.
"Gue cowok normal, gue juga ingin merasakan ciuman sama lo."
"Ciuman? Kita cuma pacaran, bagi gue gak ada ciuman sebelum ada hubungan yang resmi!"
Dirga kini berhasil membawa Alesha masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu kamar itu dengan kakinya. Dia melempar tubuh Alesha ke atas ranjang dan mengunci pintu kamarnya.
"Dirga!" Alesha bangun dan menghindari Dirga yang merangkak ke arahnya. "Lo gila! Lepasin gue!"
"Iya, gue udah gila karena lo! Malam ini gue akan merasakan apa yang Kak Devan rasakan di setiap malamnya." Dirga semakin mendekati Alesha dan mendekatkan wajahnya di leher Alesha. "Sampai kapanpun gue gak akan rela lo sama Kak Devan!"
__ADS_1
Alesha berusha mendorong dan menendang Dirga. "Gue gak mau!"
"Kalau lo gak mau gue paksa dengan cara seperti ini, lo tinggalin Kak Devan." Dirga semakin mengungkung tubuh Alesha.
"Lo jadi cowok breng sek!" Satu tangan Alesha menampar pipi Dirga. "Lepasin gue!" Alesha berusaha menendang Dirga hingga akhirnya dia terlepas. Tapi tangan Dirga menahan tangannya hingga membekas kelima kuku Dirga.
"Dirga lepasin!" Alesha berusaha menarik tangannya meskipun semakin terasa perih.
"Gue gak akan lepasin lo." Dirga menarik paksa Alesha lalu mencakar kedua bahu Alesha hingga piyama Alesha robek.
"Aw, Dirga sakit! Jangan lakuin ini!" Alesha semakin menangis saat Dirga semakin memaksanya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya tangannya yang berusaha menyingkirkan tangan Dirga yang terus menyentuhnya. Entah apa yang merasuki Dirga hingga Dirga tega melakukan ini padanya.
Kak Devan tolong aku...
.
💕💕💕
.
Like dan komen ya...
__ADS_1