
Area ba sah.. 😒😒😒
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
"Sudah siap merasakannya lagi?"
Sebenarnya Devan tak butuh jawaban dari Alesha, karena tanpa menunggu jawaban itu, Devan sudah melabuhkan ciumannya lagi di leher Alesha. Semakin menghisapnya hingga tertinggal beberapa tanda merah di sana.
Satu tangan Devan sudah berhasil melepas baju renang Alesha yang terakhir. Kini tangannya semakin gencar memberi stimulasi hingga membuat Alesha benar-benar basah.
Alesha selalu tersihir dengan sentuhan Devan. Rasanya dia sudah melambung tinggi dan terus menginginkan lebih dari sentuhan itu.
Devan melepas celananya lalu dia kembali menghimpit Alesha.
"Kak, sekarang aja," pinta Alesha. Dia rasa pemanasan sedari tadi sudah cukup baginya.
Devan tersenyum kecil lalu dia mengarahkan miliknya dan sekali hentakan sudah berhasil masuk ke inti Alesha yang sudah sangat basah.
"Setelah dua bulan lamanya menunggu, akhirnya merasakannya lagi." Devan mulai menggerakkan dirinya. Dia menatap wajah Alesha yang telah memerah dipenuhi gairah.
Kedua tangan Alesha telah melingkar di leher Devan. Bibirnya tak hentinya men de sah saat Devan terus menghujamnya. Kedua kakinya semakin terbuka lalu melingkar di pinggang Devan.
Devan mendekatkan wajahnya dan mencumbui cuping telinga Alesha yang membuat suara Alesha semakin keras. "Enak, Dek?"
"Enak banget, Kak." Napas Alesha semakin tersenggal. Sepertinya dia akan sampai pada pelepasannya yang pertama dan memang secepat itu.
Gerakan Devan semakin cepat saat dia tahu Alesha akan mencapai pelepasannya. Dia merasakan tubuh Alesha bergetar beberapa kali. "Cepat sekali keluarnya."
Alesha hanya tersenyum sambil mengusap wajahnya sesaat. "Enak banget, Kak."
__ADS_1
"Mau merasakan sensasi baru?" Devan melepas dirinya lalu membalik tubuh Alesha. Dia menarik pinggul Alesha agar terangkat. "Pasti ini lebih enak." Devan kembali memasuki Alesha dari belakang.
"Ah, Kak. Pelan-pelan dulu." Kedua tangan Alesha berpegangan pada bantal saat Devan kembali menghujamnya dengan kencang. Bahkan tubuhnya sampai bergetar seiring guncangan dari Devan.
"Dek." Devan membungkukkan dirinya lalu menciumi punggung mulus Alesha. Kedua tangannya kini menangkup buah sintal yang bergerak bebas. "Gimana rasanya?"
"Gak bisa dijelaskan dengan kata-kata." Suara de sah Alesha semakin keras. Benar saja kata Devan, dia pasti akan dibuat berteriak dan lemas sampai berkali-kali.
Devan menarik tubuh Alesha agar sedikit tegak. Satu tangannya kini mengusap kli to ris yang menegang.
"Kak, aku jadi gak tahan."
"Gak papa kamu keluarin aja." Dia semakin menambah kecepatannya hingga akhirnya tubuh Alesha bergetar untuk yang kedua kalinya.
Alesha sudah melemas tapi Devan masih sangat bersemangat.
"Dek, baru keluar dua kali udah lemas." Devan kembali membalik tubuh Alesha.
Devan turun dari ranjang dan menarik tubuh Alesha ke pinggir. Dia letakkan kedua kaki Alesha di bahunya.
"Kak Devan belajar banyak ya. Belajar darimana?"
Devan hanya tersenyum kecil lalu kembali memasuki Alesha. "Imajinasi liarku sama kamu."
Alesha hanya tertawa. Terkadang dia masih tidak menyangka, Devan memiliki sisi liar yang seperti ini. Beberapa saat kemudian Alesha kembali dibawa Devan terbang tinggi. Tapi pandangan matanya kini terus menatap Devan yang semakin terlihat tampan saat dipenuhi gairah, wajah itu sesekali mendongak dengan bibir yang berdesis nikmat.
"Dek, aku mau sampai." Devan semakin menambah kecepatannya hingga ranjang itu terasa bergetar. Kedua tangannya semakin me re mas dada Alesha.
Tangan Alesha hanya bisa mencengkeram sprei. Tubuhnya benar-benar terasa melayang. Dia juga akan sampai pada puncaknya.
__ADS_1
Kedua tubuh yang telah berkeringat itu sama-sama bergetar menuntaskan semua hasrat.
Setelah itu Devan melepas dirinya dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Dia mengatur napasnya yang tersenggal. "Benar-benar senam jantung."
Alesha menggeser tubuhnya lalu memeluk tubuh Devan.
"Dek, kamu sampai berkeringat gini." Devan mengusap punggung Alesha yang basah karena keringat.
"Capek, Kak. Tapi enak." Alesha tersenyum kecil. Dia semakin mendekatkan wajahnya di dada Devan.
"Semoga kita cepat dapat gantinya ya. Vitaminnya udah diminum kan dari kemarin?"
Alesha menganggukkan kepalanya. "Udah, Kak."
Kemudian Devan mencium dalam puncak kepala Alesha. "Sekarang kamu istirahat dulu terus makan siang. Nanti lanjut lagi ronde kedua."
"Ish, udah ada rencana ronde kedua."
"Kemarin aku udah cek google, kegiatan saat honeymoon harus banyak rondenya daripada jalan-jalannya."
"Itu sih maunya Kak Devan."
"Memang Dek Lesha nggak?"
Lesha hanya tertawa kecil. Dia semakin mengeratkan pelukannya.
.
💕💕💕
__ADS_1
Like dan komen ya...