
Meskipun setiap hari masih merasa mual dan pusing tapi Alesha tetap semangat bersekolah karena ujian sudah semakin dekat. Tak lupa dia membawa manisan mangga kering setiap harinya agar di saat rasa mual melanda segera ternetralisir dengan rasa manis dan asam itu.
"Jadi lo beneran hamil? Pantesan beberapa hari ini terlihat pucat." kata Rena saat pulang sekolah siang menjelang sore hari itu.
"Sssttt, jangan keras-keras nanti ada yang dengar."
"Btw, selamat ya. Gue ikut senang. Berarti nanti lulus sekolah udah sekitar 4 bulan ya." Mereka berdua bicara pelan sambil berjalan menuju gerbang sekolah.
"Iya, mungkin gue tunda dulu nanti kuliahnya. Setelah lahiran baru gue daftar kuliah."
"Gak nyangka besti gue yang satu ini bentar lagi mau jadi mama muda."
Alesha hanya tersenyum lalu dia menunggu Devan di depan gerbang.
"Tumben belum dijemput?" Rena masih menemani Alesha meski sudah 10 menit berlalu.
"Mungkin masih ada pasien. Lo duluan aja gak papa."
"Ya udah, gue ambil motor dulu aja." Rena kembali masuk ke dalam gerbang dan mengambil motornya. Karena ada beberapa kendaraan bermotor yang melewati gerbang, akhirnya Alesha semakin menepi. Dia kini mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Devan.
Tiba-tiba ada sebuah motor yang mendekat dan menarik ponsel Alesha. Alesha sempat menahan ponselnya dengan kuat tapi orang itu justru menendang perut Alesha dengan keras hingga dia terjatuh ke belakang.
"Alesha!!" teriak Dirga dan Rena yang baru saja keluar dari gerbang dengan motornya. Seketika mereka berdua turun dari motor dan membantu Alesha berdiri. Tapi Alesha sudah tidak sanggup berdiri, dia memegangi perutnya yang terasa sangat sakit. Darah segar kini juga telah menembus rok abunya.
"Astaga, Alesha." Rena sampai menangis melihat kondisi Alesha. "Gue lihat sendiri perut lo di tendang dengan keras."
"Rena, lo cegat mobil cepat!" Dirga menahan tubuh Alesha. Dia juga melihat kejadian yang sangat cepat itu. Dia tahu persis siapa yang melakukan ini pada Alesha.
Sedangkan Devan yang akan sampai di dekat sekolah Alesha hampir menabrak seseorang yang berboncengan dengan cepat ke arahnya. Devan membunyikan klakson dengan keras.
"Bapak!"
Bukannya berhenti tapi dua orang yang berboncengan itu kembali melajukan motornya. Tiba-tiba perasaan Devan tidak enak. Dia melajukan mobilnya kembali dan berhenti di dekat kerumunan.
__ADS_1
"Pak Devan. Untung Pak Devan udah sampai. Alesha, Pak."
"Alesha kenapa?" Devan memecah kerumunan itu. Dia sangat terkejut melihat kondisi Alesha. Dia segera meraih Alesha dari Dirga. "Apa yang terjadi?" Hatinya sudah tidak tenang melihat banyaknya darah yang keluar. "Dirga, bawa mobil aku." Devan segera mengangkat Alesha dan masuk ke dalam mobil.
Dirga segera membawa mobil itu melaju menuju rumah sakit.
Wajah Alesha semakin pucat. Dia menatap Devan dengan mata sayunya. "Maafkan aku, Kak. Aku gak bisa jaga anak kita," kata Alesha sangat pelan lalu dia tak sadarkan diri.
"Alesha, bertahan. Alesha!" Kedua mata Devan sudah memerah. Dia berusaha menyadarkan Alesha tapi gagal. Dia sudah terbiasa berada di situasi gawat tapi saat melihat orang tersayangnya terluka, dia seperti tidak punya hati.
"Dirga, sebenarnya apa yang terjadi?"
Dirga terdiam berapa saat. Akhirnya dia menceritakan yang sebenarnya. "Hp Alesha dicopet lalu perut Alesha ditendang."
Devan menarik napas panjang lalu membuka perut Alesha. Hatinya semakin hancur melihat luka memar di perut Alesha. Lalu bagaimana dengan janinnya di dalam sana? Pasti tidak akan bisa terselamatkan.
"Siapa yang melakukan ini?" Devan menyusut air matanya yang hampir terjatuh.
Dirga ragu menjawabnya. "Ayah."
Setelah sampai di rumah sakit, Devan segera menggendong Alesha masuk ke dalam IGD. Dokter dan suster segera mendekat dan membantu menangani Alesha.
"Dokter Devan apa yang terjadi?"
"Istri saya keguguran. Dia kena tendangan hebat di perutnya."
Beberapa saat kemudian Dokter Clara datang dan segera menangani Alesha. Wajahnya sangat serius. "Apa mengalami benturan keras di perutnya?"
"Iya, Dok."
Dokter Clara menghela napas panjang. "Ini sangat bahaya, sebagian jaringan dari janin sudah keluar dan harus kita kuret sekarang. Saya juga harus memastikan tidak ada kerusakan pada rahim Bu Alesha. Kita pindah ke ruang tindakan sekarang juga."
Suster dan juga Devan segera mendorong brankar Alesha masuk ke dalam ruang operasi kuret.
__ADS_1
Pikiran Devan sudah tidak karuan. Dia takut akibat dari tendangan itu akan berakibat fatal pada rahim Alesha.
Devan terus menemani Alesha di sisinya. Meski sebenarnya dia tidak tega melihat Alesha. Pasti rasanya sangat menyakitkan meskipun sudah dibius.
"Dokter Devan bisa tunggu diluar kalau memang tidak sanggup melihatnya," kata Clara. Sebagai sesama Dokter, dia sangat paham bagaimana perasaan Devan.
Devan menggelengkan kepalanya. Berulang kali dia menyusut air matanya yang berhasil lolos. Rasa sakit hatinya bertubi-tubi. Dia kehilangan calon buah hatinya, belum lagi kondisi terburuk yang akan didapat, dan satu lagi yang membuat hatinya hancur bahwa Ayahnya sendiri yang melakukan ini pada Alesha.
"Dokter, denyut nadi pasien semakin menurun."
"Pendarahannya masih belum bisa dihentikan. Suster cek golongan darahnya lalu ambil satu kantong darah dengan golongan darah yang sama."
"Baik."
Devan hanya menundukkan pandangannya menatap wajah pias Alesha.
"Ada luka di rahim Bu Alesha. Untunglah tidak terjadi kerobekan parah, karena jika terjadi kerobekan yang parah, terpaksa rahim Bu Alesha harus diangkat. Ini pendarahannya juga sudah mulai berhenti."
Devan hanya menganggukkan kepalanya. Dia semakin mengepalkan tangannya. "Dokter Clara, saya permisi. Sebentar lagi kedua orang tua Alesha akan datang. Nanti setelah Alesha dipindah ke ruang rawat, bilang saja pada kedua orang tua Alesha."
Lalu Devan keluar dari ruangan itu. Wajahnya sudah merah padam menahan emosi.
"Kak Devan mau kemana? Bagaimana keadaan Alesha?" tanya Dirga.
"Aku harus cari Bapak. Kamu di sini saja, nanti kalau orang tua Alesha datang, bilang saja aku sedang ada kepentingan diluar."
Devan melangkahkan kakinya jenjang dengan kedua tangan yang mengepal. Dia akan membalas apa yang telah dilakukan Ayahnya pada Alesha.
.
💕💕💕
.
__ADS_1
Like dan komen ya... 🥺