Obat Cinta Pak Dokter

Obat Cinta Pak Dokter
BAB 46


__ADS_3

Setelah sampai di resort, Alesha berdiri di dekat jendela menatap pemandangan hutan tropis yang sangat indah. Ada kolam renang juga yang sudah berhiaskan bunga dan bertuliskan happy honeymoon. Dia tidak pernah mengira Devan mengajaknya bulan madu ke tempat yang romantis seperti ini.


Setelah meletakkan koper, Devan mendekati Alesha dan memeluknya dari belakang. "Suka?"


Alesha menganggukkan kepalanya. "Kak Devan pintar banget pilih tempat."


"Rekomendasi dari teman kerja," Devan tersenyum kecil sambil menyandarkan dagunya di bahu Alesha.


"Teman kerja? Siapa?"


"Jadi aku kemarin sempat konsultasi masalah kamu sama Dokter Clara."


Seketika ekspresi Alesha berubah.


"Jangan salah paham dulu. Kebetulan aku juga sama Dokter Arvin, calon tunangan Dokter Clara."


"Dokter Clara sudah punya calon?" Alesha kini memainkan tangan Devan yang ada di perutnya.


"Iya. Konsultasi aku juga dadakan makanya gak ajak kamu. Ya semoga saja setelah ini memang ada hasilnya agar kamu gak sedih lagi."


Alesha menganggukkan kepalanya pelan.


Kemudian Devan beralih ke samping Alesha dan satu tangannya merengkuh pinggang Alesha. "Besok kita jalan-jalan ya. Kamu udah pernah ke terasiring Tegalalang?"


Alesha menggelengkan kepalanya. "Aku belum pernah kalau ke daerah Ubud sini. Dulu aku pernah ke daerah Sanur sama Kuta aja."


"Oke, kalau gitu kita sekalian liburan." Devan memutar tubuh Alesha lalu mencium bibirnya. Dia buka cardigan Alesha dengan kedua tangannya.


"Kita coba kolam renang yang berbunga itu, mumpung masih siang," kata Devan di dekat telinga Alesha. Lalu dia menggendong Alesha dan keluar dari kamar resort. Kolam pribadi itu lumayan luas dan terlihat menyatu dengan langit karena tanpa batas di ujungnya.


Sesekali bibir Devan masih saja menciumi Alesha. Dia menurunkan Alesha sesaat.

__ADS_1


"Kak, mau renang pakai baju gini?"


"Terus?"


"Sebentar ya?" Alesha mencium pipi Devan lalu berlari kecil masuk ke dalam lagi.


Devan hanya melepas kemejanya karena dia sudah memakai celana pendek saja sejak sampai di resort. Kemudian dia duduk di kursi santai lalu meminum air dingin yang telah terhidang lengkap dengan makanan kecil.


Sesekali Devan menatap matahari yang bersinar terik tapi udara di tempat itu masih sangat sejuk. Sepertinya pihak resort memang sudah menjadwal agar mereka berenang terlebih dahulu setelah perjalanan jauh sambil menikmati hidangan kecil khas resort.


Beberapa saat kemudian Alesha mendekat dan sudah memakai bathrobe. Dia kini duduk di atas Devan yang sedang duduk bersandar.


"Jadi berenang?" tanya Alesha.


Devan menganggukkan kepalanya lalu mendekatkan segelas minuman dingin di depan bibir Alesha.


Lalu Alesha menyedot minuman itu. Setelah habis setengah, Devan kembali meletakkan gelas itu di atas meja.


"Sexy sekali." Devan menekan punggung Alesha agar mendekat.


"Kemarin aku sempat belanja sama Mama. Ternyata benar, ada kolam renang pribadinya."


Devan semakin menekan tengkuk leher Alesha lalu mencium bibirnya. Dia lu mat habis bibir Alesha. Sepertinya dia benar-benar akan menunjukkan kebuasannya hari itu.


Lalu Devan bangun tanpa melepas ciumannya. Dia menggendong Alesha dan berjalan ke tepi kolam. Lalu dia menurunkan tubuh Alesha dan melepas pagutannya. "Kita ke tengah kolam. Merasakan sensasi deburan air dan bunga."


Alesha menganggukkan kepalanya. Mereka memutar tubuhnya dan menatap kolam itu. Dalam hitungan ketiga mereka sama-sama melompat ke tengah kolam. Bunga yang tertata cantik itu seketika semburat dan menempel di tubuh mereka berdua.


Devan memeluk tubuh Alesha dan menahan pinggangnya agar lebih tinggi darinya.


Alesha semakin tertawa saat Devan semakin mengangkat tubuhnya dan mengajaknya berputar. Lalu perlahan Devan menurunkan tubuh Alesha dan saling bertatapan penuh cinta.

__ADS_1


"Makasih, Kak. Ini sangat indah. Aku gak pernah membayangkan akan ada momen seperti ini bersama Kak Devan."


Devan mengecup singkat bibir Alesha. Lalu dia mengajaknya berenang ke ujung kolam.


Alesha tersenyun menatap pemandangan pepohonan yang hijau itu. Terlihat sangat indah dan menyejukkan mata. "Viewnya bagus banget ya."


Sedari tadi Devan terus menatap Alesha yang sedang tertawa bahagia. "Masih tidak ada yang mengalahkan kecantikan yang aku pandang sekarang."


Seketika Alesha menoleh. Pipinya bersemu merah mendapat tatapan dari Devan.


Devan meraih tubuh Alesha lalu memeluknya. Dia kembali mencium bibir Alesha. Kedua tangannya menelusuri punggung Alesha. Lalu ciumannya turun ke leher dan menyesapinya.


"Dek," bisik Devan di telinga Alesha. "Sekarang ya?"


Alesha mengangguk pelan. Lalu dia menepi bersama Devan.


Devan menggendong tubuh Alesha lagi lalu menurunkannya di kursi santai dekat kolam agar tubuh mereka mengering terlebih dahulu terkena sinar matahari.


Devan kini menghimpit tubuh Alesha dan mencumbuinya. Dia juga sudah berhasil melepas tali baju renang yang sexy itu. Bibirnya semakin turun melewati leher dan singgah di buah sintal favoritnya.


"Ah, Kak." Alesha semakin membusungkan dadanya. Suaranya sudah tidak bisa tertahan. Rasanya dia sudah dibawa Devan terbang tinggi.


Devan kembali menggendong tubuh Alesha dan membawanya masuk ke dalam resort. Lalu dia menurunkan tubuh Alesha di tengah ranjang.


"Sudah siap merasakannya lagi?"


.


💕💕💕


.

__ADS_1


Iya, othor udah siap... 🤣🤣


__ADS_2