
Kita kembali ke Kevin, saudara-saudari setanah air negara berflower, (Kapan kita menuju negara fast forward ya? Sudahlah, itu urusan pemerintah, hehe)
“Gimana ujiannya Sep?” Kevin, dengan avatar gamenya yang diberi nama Pecinta Tempe, mengarahkan mouse komputernya untuk menyerang membabi buta dan menukik maju sambil mengacungkan golok segede gaban ke lawan di depannya.
Meleset,
Si lawan pun terdesak dan melarikan diri menuju sebuah menara. Pecinta Tempe pun mengejarnya.
“Njay! Kenapa gue nge-glitz begini, ngelag kompi gue!!” seru Agus dari speakernya. Avatar Agus namanya Benci Toge. Toge yang dimaksud disini jelas bukan sayuran.
“Kebiasaan si Agus kalo nggak mouse, ya servernya. Sekali-kali lu pakein stabilizer biar listrik lo nggak naik-turun ngapa sih Gus,” Kasep, dengan Avatarnya Korban Bini mengejar si lawan ke menara bersama-sama dengan Kevin.
Anyway, untuk pengetahuan aja siapa tahu bocil-bocil Gen Z nya lagi pada amadiketu (maksudnya, kecanduan) sama game, jenis permainan yang sering dimainkan oleh Kevin Cs namanya RPG Battle Royale, alias perang-perangan online.
Bukan, bukan kayak Tetris yang suka maki-maki kita kalo salah taruh balok dengan sebutan : Bego Lu, Boleh Juga Lu, dll, dsb.
Game jenis ini tuh nyebelin buat para istri dan para Mommy.
Karena GAK BISA DIPAUSE.
Kalo di pause, artinya keluar dari permainan, artinya satu kelompok bisa kalah, dan bisa diblacklist sampai seminggu nggak bisa mainin ini game.
Otomatis, kalau Pak Suami sudah sampai masuk Lobby atau Arena, jangan harap bisa diganggu dengan kalimat : Pah, tolong bantuin gendong adek nangis, Mamah lagi di WC.
Pasti jawabannya : Bentar Mah, 5 menit.
Kenyataannya ditunggu sampe selesai mandi masih main game.
Iya, karena itu tadi, sekali lepas mouse dan keyboard, bisa diblacklist dan dimaki-maki sama temen sekelompok. Ya kalo kelompoknya satu Circle. Kalau dipilih random sama gamenya gimana. Sekelompok ada orang India, ada Orang Cina. Dimaki-maki pake bahasa Hokian, pastinya.
Yang paling nyesek, si server gamenya kadang suka nyebelin, kita di banned, di black list nggak bisa mainin game ini selama seminggu. Alhasil, kita ketinggalan zaman terhadap avatar-avatar terbaru. Kita kecanduan, kita frustasi, kita bengong di kereta menuju kantor, menyesal dan berpikir: seandainya Avatarnya gue pilih yang Naruto, karena pake Doctor Strange kalah melulu.
Kalo bapak-bapak lagi merenung belum tentu mikirin anak istri makan apa, bisa jadi dia lagi mikir soal ‘gimana cara naik ke Dungeon dan men-slay si Minion’.
Gitu deh.
Kalo aku... suka nurunin gardu listrik, alhasil listriknya mati semua. Tapi itu option kalo udah kesel banget ya gaes... hahahaha.
Lanjut,
Saat sedang bermain game perang, tiba-tiba dari pintu apato Kevin terdengar bunyi bel.
“Guys, gue BRB dulu. Ada yang ngebel,” sahut Pecinta Tempe. Be Right Back (BRB) - Akan segera kembali, biasanya dipakai ketika ada urusan mendadak.
“Jangan Keeeev! Ini kita lagi dikepung anjiiir!” seru Benci Toge.
“Mana ada tempat sembunyi!! Lu gila, bisa- bisa lo diserang pas lagi BRB terus kita di banned bareng-bareng! Gue udah di banned gara-gara Farida kemaren, masa sekarang di blacklist lagi gara-gara lo meduliin Bel pintu hoy!!” pekik Korban Bini.
“Kalo itu pengelola apato gimane woi!”
“Kagak bisa, lo slay dulu itu Vecna yang tadi kabur ke menara, baru lo kita izinin bukain pintu!”
“Kesel sumpah,” gerutu Pecinta Tempe.
Sementara bel pintu terdengar bertubi-tubi menyerang pintu apartemennya.
__ADS_1
“Gue ada feeling itu tamu gue mau menyampaikan hal penting, bro. Bel nya nggak habis-habis,”
“Emang siapa sih yang mau bertamu? Lo kan ansos,”
“CIA kayaknya,”
“Lo ngehack apa lagi, bangk3?”
“Jangan panggil gue pake nama itu,”
“Bisa-bisanya lo yakin CIA rela ngetok kamar kumuh lo pake jari bule mereka,”
“Gue ngehack akun Milash Hub,” kata Pecinta Tempe. Avatarnya sudah berhasil naik ke menara, kini lawan mereka yang berwujud Vecna (monster bentuk manusia, adaptasi dari film Stranger Things season 4) terdesak dihadang Pecinta Tempe.
“Apa tuh?” tanya Benci Toge.
“Platform gituan dari Rusia,”
“Bener-bener deh lo Kunyuk!”
“Gue nista banget yak,”
“Nista karena lo nggak bilang-bilang ke kita buat bagi-bagi password! Bangk3 bener!”
“Sama aja durjana lo semua kayak Pak Arman,”
“Sapa Tuh?"
“Cassanova dari Dimensi lain,”
(Promo teroooossss)
“Apa’an, mana gue keliatan, gue masih di lantai satu menara!” seru Korban Bini.
“Lo cepet banget dah ke atasnya, nge-cheat lu yak?!” Benci Toge menuduh Pecinta Tempe curang dan pakai kode untuk memanipulasi sistem.
“Ah mirip doang kali namanya. Gue slay yak, udah terdesak nih dia,”
Sementara bel pintu unit Kevin akhirnya tidak lagi berbunyi.
“Slay!”
“Slaaayyy buru gue pingin Champion sekali-kali!”
“Okey,”
Dan akhirnya mereka bertiga memenangkan pertandingan itu.
“Btw, siapa nama akun yang tadi mau lo bahas?” tanya Kasep.
“Si Vecna pake nama akun David Yudha,”
“Hm,”
“Heh?”
__ADS_1
“Walah,”
“Waduh,”
“Gawat,”
“Mati lu,”
“Apa sih lo berdua kenapa gumam-gumam nggak jelas?! bikin gue berpikiran jorok tau nggak?!" seru Kevin kesal.
“Kev, emang lo pikir berapa orang yang punya nama David Yudha dan dia gape maen game?”
“Hmmmmmmmm,” Kevin langsung tegang.
“Lo nge-kill (ngebunuh) karakter pemegang saham lo sendiri, padahal jelas-jelas dia menunjukan eksistensinya pake nama asli, biar kagak diserang sama lo, wahai Pecinta Tempe Tante Nir,”
“Gue beneran suka tempe, yang hasil fermentasi kedelai itu,”
“Bodo amat soal tempe! Intinya lo besok sediain hampers biar Pak David kaga misuh dikalahin lo!”
“Gue kan pake akun lain,”
“Lo pikir doi bakalan kaga tau?! Dia punya pasukan anti-virus woy!! Jangan sampe dia hubungin Andi dari novel 'My Name Is Virus' punya Bang Virus! Bisa-bisa kita kagak gajian!” Seru Kasep.
(Promo lageeeeeee! Baca juga ya Rider... ihik!)
“Haissss... bener juga! Besok gue ke ruangannya beliin ketoprak lah,”
Maka Kevin pun beranjak dari duduknya dan membuka pintu apartemennya.
Ada tas dari karton tergantung di gagang pintunya. Isinya kue kering dari Nirmala.
Kevin pun menatap pintu di depannya.
Lalu menggelengkan kepalanya.
Lagi-lagi dia dengan cerobohnya lebih mementingkan game dibanding dunia fana, dan ini urusan Nirmala.
Kevin pun akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu apartemen Nirmala.
Tidak terdengar apa pun.
Dengan napas berat, Kevin masuk ke apartemennya dan mencari ponselnya. Lalu mengetik pesan singkat untuknya.
“Maaf, tadi aku nggak dengar kamu ngetok pintu. Kamu dimana?” tanya Kevin.
Tidak ada jawaban selama setengah jam.
Kevin mondar-mandir dengan frustasi.
Lalu terdengar notifikasi pesan singkat.
Dari Nirmala.
"Bahkan untuk sekedar buka pintu untuk aku pun kamu sibuk ya? Aku bisa dengar kamu sedang main game di dalam. Tak apa, kita saling introspeksi diri dulu saja,"
__ADS_1
Kevin ternganga.
"Anjrit... maksudnya apa nih..." ia pun merasa sangat kuatir.