
Di sebuah hotel mevvah di jantung Kota Jakarta yang kamarnya semalam 10 jutaan. (kenapa dicantumin harganya coba?!), suka didatangi para pejabat yang ingin menghabiskan waktu bersama para Babynya, tapi Pulis nggak ada yang berani menggerebek (hush!).
Seorang laki-laki, berperawakan sedikit kurus hanya 65 kg, dengan tinggi 185 cm, berambut ikal berwarna coklat, dan wajahnya tampan jumawa merona rahayu lah pokoknya, muncul di depan pintu di salah satu unit kamar dengan senyum malasnya.
Tapi si pemilik kamar yang tercengang dengan keelokan si pemuda itu, menganggap senyum sebagai pertanda lampu hijau bahwa pemuda ini tertarik padanya.
Si pemilik kamar, tante-tante yang usianya sudah menjelang setengah abad, namun herannya masih seksi dan kencang, sekencang suaranya yang cempreng, menarik pemuda itu dan langsung merapatnya ke dinding lalu menciumnya dengan bersemangat.
Si Pemuda bahkan belum sempat membuka bajunya.
Dengan gelagapan, si pemuda mendorong wajah si Tante sambil terengah-engah menghapus bibirnya yang memerah terkena gesekan gigi tante.
“Pelan-pelan saja Tante, saya juga nggak akan lari kemana-mana kok!” gerutu si Pemuda.
“Buka baju kamooh dan berbaring, cepetan!! Saya lagi kesal!!” jerit si tante.
“Njir! Gue masuk kandang lutung,” gerutu si Pemuda berasa sedang tamasya ke Taman Safari, tanpa pakaian.
Berikutnya, silahkan pembaca flashback ke episode 34 dengan judul episode ‘Sekali-kali adegan tegang’.
Sementara itu, simak tips dan trik dari Kevin di bawah ini.
*
*
Halo Tante dan Om sekaligus.
Balik lagi dengan aku, Kevin.
Kali ini, aku mau kasih tips dan trik "Bagaimana Memikat Berondong" seperti aku.
Silahkan yang berminat didengarkan, nggak usah dipraktekan.
Yang sudah males duluan, di skip saja, mengintip-mengintip dikit tak apa lah.
Juga yang takut ketahuan suami, tolong kecilin saja backlight hapenya jadi 0%. Micing-micing dikit tak apa lah daripada ketahuan Paksu lagi ngintipin tips Memikat Berondong kan yak.
Yang akan dituntut sih Tante Author, bukan aku.
Masalahnya kalau dia badmood, aku bisa-bisa dijadikan pemain cadangan. Kan bisa saja Agus melejit jadi pemeran utama, kalo dia lagi benci diriku.
Tapi terakhir pasokan Indomienya masih sekardus, jadi kayaknya dia lagi goodmood.
Lanjut,
Tips :
Tante harus banyak duit, minimal di tabungan ada semilyar, dan deposito ada semilyar, reksa dana ada semilyar, asuransi jiwa klaimnya bisa lima ratus jutaan, dan persedian emas berlian selemari.
Gampang kan?
__ADS_1
Wkwkwkwk.
Karena, jarang ada berondong yang tertarik sama tante-tante kecuali dia Nadia Hutagalung. Ditatap saja aku sudah meleleh.
Tapi julukan tante-tante itu rangenya usia berapa sih? Kalau seusia diriku kan, si Nyai Dasima saja sudah merupakan tante-tante bagiku.
Kalau Tante Author jatuhnya nenek-nenek dong? Apa sesepuh jangan-jangan?!
Jangan kuatir Tante Author lagi kalem karena baru checkout Shopee. Habis beli hoodie kekinian dia.
Jadi di bully tokoh Nopelnya sendiri dia belom bakal dendam. Belom...
Tips diatas belum tentu valid ya tante, karena ada juga berondong yang memang jatuh cinta sama Nadia huta... eh, wanita yang usianya dua kali umurnya, seumuran ibunya sendiri, karena memang kepribadian si tante yang memikat.
Kayak Nirmala.
Sebentar lagi gue bakalan iket itu bidadari, gue sembunyiin selendangnya, gue karantina ke puncak gunung kembar. Biar nggak ada manusia yang ngeliat selain gue.
Balik lagi, ke ... waktunya Trik :
Ada pepatah, kalau mau menangkap kucing, jangan dikejar. Mereka pasti kabur. Caranya menangkapnya adalah dengan menyuguhkan SESUATU YANG MEREKA SUKA, (kayak Royal Canin, asahan kuku, tawaran elus bulu, catnip atau susu Grinfil sekalian) Mereka akan datang sendiri dengan sukarela.
Berlaku juga untuk berondong.
Berikut adalah hal-hal yang kami suka, yang akan membuat kami dengan sukarela mendekat. TAWARKAN HAL-HAL DI BAWAH INI :
Jadi diusahakan aja sebisa tante lah ya, asal jangan sampe jual ginjal. Yang ada Tante koma, nggak jadi booking kita.
Pakaian kami tampaknya biasa saja, tapi harga selangit. Kami ini belum tertarik sama suit dan sepatu kulit. Batik saja dipakai hanya dua tahun sekali, kalau nemenin tante kondangan doang, atau lagi ngeband pas Natalan. Mungkin yang muslim dipakai pas salam-salaman Hari Raya. Tapi, sudah saat itu saja.
Biasanya style berondong itu model casual. Jeans, kets kanvas yang kelihatan sederhana tapi harganya bisa beli motor, hoodie harga selangit, jaket keren keluaran desainer, yaaa nggak mencolok kayak gaya vampir. Kita itu masih belasan tahun, Tante. Sukanya yang nyaman dipakai.
Nanti kalau sudah usia kepala dua, baru deh lebih ke gaya eksekutif muda.
Satu lagi, kita tahu ya kualitas barang mahal yang beli di online shop biasa sama yang beli di butik. Beneran, dari wanginya saja kita tahu. Jadi jangan coba-coba nekat beliin kita COD-an.
Berondong suka pakai aksesoris perak.
__ADS_1
Iya, soalnya keren dan terkesan fakboi. Kita juga melatih senyum ala licik biar menyatu sama kesan aksesorisnya.
Tapi ya nggak kebanyakan, nanti dikira dukun.
Kebanyakan sih biasanya pakai anting di telinga kiri, beberapa tindik kayak aku. Soalnya kalau pakai anting di telinga kanan, tandanya dia homo.
Bagaimana kalau pakai anting di kedua telinga?
Ada dua aliran. Antara dia itu Queer (cari sendiri artinya di internet yak) atau dia memang brand ambassador produk anting.
Kalo aku suka pakai cincin perak dan kalung dengan aksesoris yang kesannya gahar, biar kelihatan jantan dan berpengalaman. Semakin kelihatan fakboi dianggap semakin garang di kasur, padahal sih belum tentu. Kalo kebanyakan ngelem, jangankan gahar... nyentuh pinggiran kasur saja sudah tepar.
Hobi kami mahal. Seperti, kami butuh dana buat jadi member gym, kami suka nonton konser band di luar negeri, kami suka spek komputer canggih, dan ada juga yang suka main band dengan alat musik mahal. Intinya hobi yang keren lah.
Tapi kalau aku kurang suka belanja. Sekali belanja biasanya banyak biar nggak bolak-balik ke mall. Lebih sering pesen online barang branded sih.
Biasanya berondong kalau nongki cantik di cafe mahal, dengan sesama berondong. Walopun pesennya cuma aqua dan pasta dan lagi bokek.
Kenapa kesannya maksa? Biar nggak seruangan sama jamet saja sih sebenernya.
Soalnya ke-alay-an mereka suka nular.
Berondong biasanya pembawaannya kalem dan introvert. Iya biar kelihatan berkualitas dan cool. Padahal kalo lagi nongkrong mah, sengklek juga otaknya.
Apalagi kalo berondong yang punya mami, waaaah segala gaya makan diatur. Yang tadinya makan nasi padang pakai tangan, bisa pakai garpu sendok berlapis perak bertahtakan berlian. Tergantung maunya tante yang booking sih, dan kami dijadikan pendamping untuk acara apa.
Kami juga wajib tahu jenis-jenis miras dan wine. Biar harga kami mahal dan terlihat berpengalaman.
Wajib tahu apa lagi? Yaaa... tahu gaya Divisi Peranjangan lah. Jobdesknya saja tukang bolak-balik badan Tante, nggak terbatas pada berat badan yak.
Intinya dari semua diatas, kami suka duit. Sama saja kayak Baby.
Tante sudah tahu hal-hal yang kami suka? Posting saja semua itu di IG, ditambah resi ATM tante, maka kami akan menghubungi lewat DM. Wkwkwkwkwk.
Pasti habis ini ada yang tanya, Kok Tante Author kayaknya tahu banget, apa pernah punya berondong.
Tanyakan sendiri di komen, aku pun pinisirin.
Sudah ya Tante, aku sudah telat masuk kantor. Nanti diomelin Pak Jo, dia kalo ngancem suka nggak pakai otak. Pakai sayang-sayangan.
Baaaay.
__ADS_1