
TIK.
...TIK....
TIK.
Jam menunjukan pukul satu malam, tapi Guntur tidak kunjung pulang. Saat tadi Lisa melihat Guntur dan Vano berada mulut. Guntur langsung pergi entah kemana dan sekarang belum kembali.
''Kemana dia?'' Lisa mondar mandir di dalam kamarnya.
BRAAAK.
''Astagfirullah.'' Lisa terkejut.
Guntur membuka pintu kamar dengan kasar. Lalu menutup pintu dengan kakinya. Guntur terlihat acak acakan dan Lisa pastikan jika Guntur sudah minum banyak alkohol.
Guntur melangkah dan membanting tubuhnya di atas ranjang, meracau tidak jelas membuat Lisa bingung.
Lisa ingin menolongnya namun ia takut jika Guntur melakukan sesuatu padanya. Lisa tau betul, apa yang akan orang lakukan jika di bawah pengaruh alkohol.
''Liliiisss.'' Panggil Guntur. ''Lilissss ... ha ha ha tidak, Lisaa.'' Panggilnya lagi.
''I-Iya ... aku di sini.'' Jawab Lisa.
Guntur bangun dan duduk melihat Lisa lalu tersenyum. ''He he he ... gadis kecil yang malang ... Kemarilah, kau seperti ketakutan?''
Guntur menyuruh Lisa mendekat, tapi Lisa tidak mau. ''Di sini saja, aku Hubby.'' Lisa mundur satu langkah kebelakang.
''Kemarilah ... aku tidak akan berbuat yang tidak tidak.'' Guntur menepuk ranjang, ''Aku hanya ingin berbicara padamu.''
Lisa bimbang, tapi kakinya dengan perlahan mendekat dan duduk di sisi Guntur.
__ADS_1
''Ada apa?'' Tanya Lisa saat ia sudah berada di sisi Guntur.
Guntur memandang Lisa lalu menyenderkan kepalanya. ''Aku butuh sandaran Lisa, aku butuh sandaran dan teman untuk berbagi rasa sakit, rasa bersalah, dan sesak di dalam dada yang selama ini aku lakukan.''
Lisa terlihat menelan ludahnya, saat Guntur semakin mengeratkan pelukannya.
''Katakan apa yang ingin kau katakan, aku akan mendengarkan semuanya.'' Lisa mencoba untuk tenang.
Setelah Lisa mengatakan itu, Lisa merasakan jika pundaknya basah lalu mendengar rintihan tangisan Guntur yang sangat pelan.
"Si Arrogant titisan unta ini bisa menangis? Aisshh merepotkan."
Walau dalam hati Lisa menggerutu, namun tubuh dan kedua tangan nya refleks memeluk Guntur dan mengelus kepala Guntur dengan lembut. ''Yakinlah, jika kamu bisa mengikhlaskan dia. Dia sudah bahagia versinya sendiri. Kini giliran mu untuk meraih kebahagiaan mu. Tapi tidak dengan ku." Timpalnya dalam hati.
Guntur meracau, Lisa hanya mendengarkan Guntur berbicara. Sampai di mana Lisa tidak mendengar racauan Guntur lagi dan ternyata Guntur tidur dengan sendirinya.
Lisa dengan telaten membantu Guntur agar tidur di posisi nyaman, tapi saat Lisa menyentuh kening Guntur. Lisa merasakan jika badan Guntur panas, ''Dia sakit? kok bisa, aku pikir orang kaya tidak pernah sakit.''
Lisa memandang wajah Guntur yang terlelap, melihat seksama betapa tampan nya pria di depannya ini. Namun sayang, sifatnya jauh berbeda dengan paras dan rupanya.
Lisa merasa kasian sebenarnya pada Guntur, entah mengapa Lisa merasa jika Guntur merasa kesepian di saat Guntur memiliki harta bergelimang dan mungkin tidak akan habis tujuh turunan.
Lama kelamaan Lisa merasa ngantuk dan ketiduran memeluk Guntur.
¤
¤
¤
Ke esokan pagi, Guntur membuka kedua matanya dengan perlahan. Ia melihat Lisa yang tidur di sisinya, lalu meraba keningnya.
__ADS_1
''Handuk?''
Guntur menaruh handuk kecil itu di atas nakas, lalu melihat Lisa. "Dia menjagaku, semalaman."
Guntur dengan perlahan turun dari ranjang, namun gerakan itu membuat Lisa refleks terbangun. ''Kau sudah bangun? Mau kemana, demam mu sudah reda apa belum.''
Lisa dengan cepat mengecek kening Guntur, ''Masih demam sedikit. Istirahatlah aku akan buatkan kamu bubur.''
''Tidak usah, aku mau berangkat ke kantor.''
''Kamu itu sakit, jika di paksakan akan lebih parah.'' Lisa turun dari ranjang, membantu Guntur untuk tidur kembali dan menyelimuti Guntur.
Kali ini Guntur tidak menolak, dan menuruti perkataan Lisa.
''Aku akan segera kembali membawa sarapan.''
Guntur mengangguk.
Lisa keluar dari kamar, sedangkan Guntur terus memandang pintu. Entah apa yang sedang dia pikirkan, namun Guntur terlihat gusar.
Guntur pun menelpon Hamud, untuk mencarikan spikiater yang terbaik. Karna Guntur sadar jika selama ini jiwanya terguncang akan obsesinya yang belum bisa ia lepaskan.
Perkataan Vano semalam membuatnya sedikit sadar, jika dia sekarang menjadi pribadi yang kurang baik. Apa lagi memperlakukan Lisa sangat buruk.
Dan lagi, ada ketakutan sendiri untuk Guntur, saat Vano mengancam akan merebut Lisa darinya.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1
Maaf yaa ... updetnya lama, Othor sedang hamil muda dan sekarang lagi di fase mual muntah yang rrrrr ... sangat menyiksa. 🙏 harap di maklum ya teman-teman.