Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.


__ADS_3

Beberapa jam di perjalanan, tanpa terasa sambil mengutarakan isi hanya pada Jhon ... kini Guntur telah sampai di Indonesia dan ia sudah sampai di pekarangan Mansion keluarga Adiwangsa.


Guntur keluar dari mobil dan mengerutkan keningnya, saat kedua matanya melihat mobil Om Sultan terparkir tak jauh dari garasi. Lalu netra matanya menatap ke arah Mansion.


''Mereka ada di dalam?'' Gumam Guntur dalam hati, lalu melangkah dengan perlahan ke dalam Mansion.


Sayur sayup ia mendengar gelak tawa dari penghuni rumah, lalu ia mengucapkan salam yang membuat semua orang terkejut melihat kedatangan Guntur yang mendadak.


''Nak, kau pulang?'' Tanya Mom Kaleea, yang berdiri dan langsung memeluk anak sulungnya. ''Apa kabar sayang ... ya ampun, kaya mimpi.''


''Aku baik-baik saja, Mom. Bagaimana kabar mu?''


''Seperti yang kau lihat, kita baik-baik saja. Mana istri mu?''


Guntur tidak langsung menjawab, dan menyalami semua orang terlebih dahulu.


''Lisa tidak ikut Mom, aku ada urusan bisnis yang mendadak. Tadinya aku mau pulang langsung, namun aku ingin melihat Mom terlebih dahulu.'' tuturnya.


''Kau terlihat semakin tampan, Son.'' Sultan menepuk pundak keponakan nya, terlihat jika ia begitu bangga pada Guntur.


Guntur terkekeh, ''Berkat istriku, bagaimana kabar mu Om?'' Guntur memeluk Om Sultan, lalu pandangannya melihat Ziell.


Entahlah ... saat kedua netra matanya melihat Ziell kali ini, ia tidak merasakan sesuatu di hatinya. Dulu, jantungnya selalu berdebar seperti genderang yang ingin perang saat bertemu Ziell. Namun entah mengapa, sekarang tidak ada lagi rasa ingin memiliki Ziell ... apa lagi berniat merebut dari Om nya sendiri. Seakan rasa itu sudah hilang tidak berbekas seiringnya waktu berjalan.


Benar apa yang di katakan oleh dokter Leo dan Jhon, yang mengatakan jika dia harus mengikhlaskan semuanya agar hidupnya jauh lebih tenang dan damai.


''Bagaimana kabarmu?'' Tanya Guntur, mengulurkan kedua tanganya.


Ziell diam, masih ada rasa takut melihat Guntur apa lagi bersentuhan dengannya. Namun ia merasa tidak enak saat semua orang menatapnya saat tidak membalas uluran tangan dari Guntur.


''Ba-Baik, bagaimana kabar mu?''


''Baik.'' Jawab Guntur seadanya, lalu duduk bergabung dengan kedua Orangtua nya.

__ADS_1


Ziell terus memperhatikan tingkah Guntur yang dia rasa aneh, tidak biasanya jika Guntur bertemu dengannya akan sedingin ini ... membuat Ziell heran dengan perubahan Guntur yang sangat cepat.


"Apa dia sudah benar benar berubah yaa ..." Gumam Ziell dalam hati.


''Benarkah?'' Tanya Guntur saat mendapat kabar baik, jika Ziell tengah mengandung.


''Iya ... baru saja kami mengadakan syukuran empat bulanan. Mom nggak tau jika kamu datang.'' Tutur sang Ibu.


Guntur menyunggingkan bibirnya, lalu melihat Om Sultan dan Ziell. ''Selamat yaa.''


''Terima kasih, Bagaimana kabar Lisa?'' Tanya Ziell.


''Baik, sangat baik. Aku sedih karna tidak bisa mengajaknya pulang, karna dia sibuk bersekolah.''


''Istri mu bersekolah?'' Tanya Mom Kaleea sedikit terkejut.


"Apa anakku sudah bisa menerima Lisa?" Gumam nya dalam hati.


''Iya, karna dia ingin meneruskan sekolahnya Mom. Apa salahnya aku sebagai suami yang baik menuruti apa yang istri ku mau.'' Ucap Guntur, lalu menceritakan bagaimana Lisa mengurusnya dengan baik.


Bibir Mom Kaleea tersenyum, ia tidak menyangka jika keputusan nya mengirim Guntur ke Dubai akan membuahkan hasil. Tidak hanya anaknya yang bisa menerima Lisa sebagai istrinya, namun juga ia melihat jika Guntur kini perlahan sudah tidak terobsesi lagi pada sang tante.


Di kamar.


Guntur meminta izin untuk beristirahat, ia begitu lelah melakukan perjalanan yang panjang.


''Huufftt ... Guntur menghela nafasnya sambil membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Menatap langit langit kamarnya dengan pikiran yang kosong.


Ia tidak pernah menyangka, jika dia benar-benar bisa melepaskan obsesinya pada Ziell. Lalu tak lama kedua matanya melotot saat ia teringat belum mengabari Lisa.


''Ya Tuhan! Kenapa aku bisa lupa.''


Guntur langsung merogoh ponsel di dalam saku, lalu menekan nama Lisa di layar ponselnya.

__ADS_1


Lama menunggu ... tidak ada jawaban dari sebrang telpon, membuat Guntur heran.


''Kemana dia? Kenapa tidak menjawab telpon dariku?''


Guntur beberapa kali menelpon, namun tidak ada jawaban. Ia menelpon rumah namun kali ini tidak ada yang menjawab.


''Sialan! Kemana semua orang rumah.'' Gerutu Guntur, lalu tak lama seseorang menjawab telpon darinya.


(Hallo)


(Dari mana saja kamu! Kenapa baru menjawab telpon dariku) Bentak Guntur.


(Maaf, Tuan)


(Di mana istriku! Apa dia di rumah?)


(Nona Lisa masih di sekolah, Tuan)


(Ouh ... kenapa tidak bicara dari tadi) Guntur langsung menutup telponnya, lalu melihat jam di pergelangan tanganya.


"Aku yakin dia tidak melakukan yang macam-macam." Yakin Guntur dalam hatinya, lalu bergegas tidur untuk beristirahat sebentar ... karna ia akan pergi ke Bandung untuk melihat keadaan mertuanya.


Tqnpa tau, jika sang istri di sebrang sana sedang menikmati pemandangan yang sangat indah dengan adik iparnya.


"Oaahh, dia sangat seksi." Ucap Lisa, mengusap air liur goibnya.


"Nggak nyeselkan aku ajak ke sini?"


"Kalau Kakak mu tau, dia marah nggak yaa?"


"Ya, jangan bilang oon!"


"Ouh, iya juga yaa he he he ..."

__ADS_1


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2