
Lisa dan Guntur sudah pulang dari kebun binatang. Lisa sedang mandi, sementara Guntur duduk di sofa sambil memainkan leptopnya.
Tak lama Lisa keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja, dan lekuk tubuh Lisa tidak lepas dari pandangan Guntur.
''Lisa.''
Lisa menghentikan langkahnya saat ia akan pergi ke ruang walk-in closet dan menoleh pada Guntur yang memanggilnya. ''Iya.''
''Mau kemana?''
''Mau pakai baju atuh lah, memangnya mau ngapain? Kan habis mandi.'' jawabnya, tanpa tau jika serigala sudah mengintai.
''Pakai baju untuk apa?'' Tanya Guntur, menaruh leptopnya di atas meja. ''Kemarilah, kenapa aku melihat ada busa di pundak mu.''
''Masa sih, Hubby.'' Lisa tanpa sadar menghampiri Guntur, ''Sebelah mana?''
Guntur menarik tangan Lisa hingga ia jatuh di atas paha Guntur. ''Sudah tidak ada, lagian tidak ada gunanya memakai baju untuk sekarang, karna aku pasti akan melepasakan nya seperti ini.''
SREET!
Guntur menarik handuk yang sedang di pakai oleh Lisa, dan melemparkan handuk itu kesembarang arah..
__ADS_1
''Heeeh!'' Lisa terkejut, dan refleks menutupi kedua bempernya dan area sensitif dengan tangannya. ''Hubby, apa yang kau lakukan!''
Guntur menatap mata Lisa dan menyunggingkan bibirnya, membuat Lisa menelan ludahnya susah payah.
GLEEK.
''Hubby, apa yang kau mau? Bukankah kita akan pergi ke rumah Tante Siska?''
Guntur melihat jam di pergelangan tanganya, lalu menatap Lisa. ''Masih ada waktu setengah jam.''
Guntur langsung mencium bibir Lisa dengan lembut, mengabsen setiap rongga mulut Lisa yang ia rasa manis semanis cerry. Kedua bibir itu bermain dengan sangat lihai dan saling bertautan, saling membelit dan menukar salivanya satu sama lain.
''Mhh ..'' Lisa mendesis di sela ciumannya.
Guntur melepaskan ciuman nya dan menji lati leher jenjang milik Lisa, memberi tanda merah ke ungunan dan berakhir menghisap gundukan kembar milik Lisa bagaikan bayi.
''Ahk ... perdalam itu, Hubby.'' Geram Lisa yang sudah terbuai dengan sentuhan bibir Guntur yang tengah meng-hisap di bawah sana. Bahkan Lisa mendorong kepala Guntur agar memperdalam jila-tan di pu tingnya yang sudah menegang.
Sungguh, Guntur tidak kuasa untuk menahan gejolak yang ada di dalam jiwanya. Membuat Guntur menuntun tangan Lisa untuk membuka redsleting celananya.
Lisa yang sudah paham, membuka celana Guntur dan meraba babang Mustofa sambil me re mas nya dengan sensual.
__ADS_1
''Arrghh ...'' Guntur tak bisa menahan de sa han nya, entahlah ... Lisa kini semakin mahir membuat birahii nya berkobar bagaikan lumpur yang siap untuk meledak.
''Emmm ...''
Kedua insan itu menger am saat keduanya menikmati sentuhan sentuhan yang membuat bulu kuduk merinding.
''Oh ... shiit! Aku sudah tidak tahan.'' Guntur langsung memasukan babang Mustofa ke area sensitif milik Lisa, hingga Lisa menge ram nikmat.
Kedua insan yang sedang mabuk gairah itu tidak akan pernah lelahnya mencari kenikmatan dunia. Entah itu ranjang, sofa, dan se isi kamar menjadi saksi bagi keduanya, betapa ganas ya mereka berdua meneguk gairah yang membuncah nistapa.
Kedua orang itu terus saja nangna ningnu, seakan tenaga mereka tidak ada habisnya. Bahkan dendam, ego dan rasa benci satu sama lain entah pergi ke mana.
Mereka berdua terus melakukan gerakan gerakan ajaib, yang hanya mereka berdua dan Author yang tau. Bahkan para Reader saja hanya bisa membayangkan gerakan mereka berdua di atas sofa.
Selanjutnya, silahkan berimajinasi dengan tingkat kemesuman kalen heh.
¤
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1