Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.


__ADS_3

Sudah dua hari, Lisa menunggu kabar dari sang suami yang sampai saat ini belum pulang. Lisa sudah mencoba menghubungi Guntur dan mengirim beberapa pesan padanya, namun sialnya si sableng titisan unta itu tidak membalas pesan darinya dan hanya membaca saja.


Ia tau jika mungkin Guntur membalas apa yang sudah ia lakukan padanya dua hari yang lalu, di mana ketika ponselnya di nyalakan. Ada ratusan panggilan dan puluhan pesan dari sang suami, namun ia hanya membacanya saja dan membalas pesan dari Guntur ke esokan paginya.


Tanpa Lisa ketahui, jika dua hari ini Guntur sedang asik menikmati keberadaan nya bersama sang mertua di kampung halamannya. Bahkan Guntur membeli beberapa hektar tanah atas nama Lisa untuk di kelola sang mertua, agar tidak bekerja di ladang orang lain.


Guntur miris saat mengetahui jika Ibunya Lisa bekerja di ladang orang, dan di bayar hanya tiga puluh lima ribu dari pagi sampai jam satu siang. Dan saat Guntur mengetahui itu, ia langsung membeli beberapa hektar tanah.


Tentu saja hidung Guntur terbang semakin tinggi, saat sang mertua memuji dirinya bahkan semua anggota keluarga Lisa seperti bangga padanya. Dan tatapan akan ketulusan keluarga Lisa membuat hati Guntur sedikit terenyuh ... bagaimana tidak. Selama ini Guntur tidak pernah ada yang memuji dan membanggakan dirinya, tapi sang mertua yang baru ia kenal dua hari sudah memperlakukan dirinya bak anak kandungnya sendiri.


Namun dengan berat hati, hari ini Guntur berpamitan untuk pulang tanpa memberi kabar pada Lisa karna ingin membuat kejutan untuk istrinya.


''Nona, apa anda tidak ingin makan?'' Tanya Rumi, ia khawatir melihat majikannya belum makan apapun sejak tadi pagi.


Lisa yang berada di tepi kolam renang hanya menggelengkan kepalanya, ''Rumi ... ku belum lapar,'' jawab Lisa dengan lesu. Dan hanya memandang air di dalam kolam.


Ia pikir di tinggalkan oleh Guntur akan membuat hatinya baik dan bebas. Tapi pada kenyataan nya, ia seperti kehilangan guling hidupnya yang selalu memeluk dirinya ketika ingin tidur. Bahkan semenjak kepergian Guntur, ia merasa tidak bisa tidur dengan baik.


Lisa melirik ponselnya, lalu mencoba kembali menghubungi Guntur. Tapi yang menjawab telpon di sana adalah operator ustadzah yang sedang berceramah menggunakan bahasa Arab. Membuat Lisa menghela nafasnya.

__ADS_1


''Apa dia udah punya wanita lain yaa?'' Kini Lisa mulai berpikir yang tidak tidak. ''Apa sebentar lagi posisi aku ada yang menggantikan?''


Kini Lisa takut pada pikiran nya sendiri, entah mengapa dia bisa membayangkan jika saat ini Guntur tengah berduaan dengan perempuan lain dan Guntur akan segera menendang dirinya.


Tiba-tiba hati Lisa merasakan sakit, jika benar ada perempuan lain yang akan menggantikan dirinya ... bukankah itu kemauan dirinya sedari dulu agar bisa bebas dari belenggu hutang? Tapi kenapa sekarang dia merasakan sakit dan tidak rela jika Guntur memiliki perempuan lain.


''Apa aku mulai menyukainya?'' Tanya Lisa pada dirinya sendiri.


Deg. Deg. Deg.


Lisa meraba dadanya yang tiba-tiba berdetak saat ia mengatakan jika dia menyukai Guntur.


Ketika Lisa sedang bergelut dengan pikiran nya sendiri, ponselnya tiba-tiba berdering yang membuat ia sedikit terkejut. Di lihatnya tertera nomer baru yang menelponny.


(Halo)


(Lisa, apa kita bisa bicara) Tanya seseorang di sebrang telpon.


Lisa melihat layar ponselnya, mengingat siapa pemilik nomer yang sedang menelpon dirinya.

__ADS_1


(Kamu ... mau bicara apa? Apakah penting)


(Sangat penting! Kita akan bertemu di restoran xxx aku harap kamu datang)


Lisa ingin menjawab, namun sambungan telponnya sudah terputus.


"Bicara penting? memangnya dia mau bicara apa yaa." Lisa terlihat bingung, namun sedetik kemudian ia langsung berdiri dari duduknya.


Meminta supir untuk mengantarkan dirinya ke tempat yang di minta oleh si penelepon. Namun sebelum itu ia pamit pada Rumi, dan mengatakan jika dia ingin makan di restoran.


"Hati hati, Nona."


"Hmm ... aku hanya ingin makan di luar. Jika suami ku menelpon ke rumah, tolong katakan untuk menelpon ku."


"Baik, Nona."


•


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2