Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 41 : Si Lilis cuci mata.


__ADS_3

Sebelumnya ...


''Lisa ...'' Panggil Khaleed dari arah belakang, saat Lisa tengah menunggu jemputan dari Gabriel.


''Iya.''


''Kau ingin pulang? Ayo aku antar.'' Ajak Khaleed membuka'kan pintu mobil pada Lisa.


''Makasih, Khal. Tapi sodara ku mau jemput aku.'' Jawab Lisa, dengan senyuman manis.


''Khem.'' Khaleed sedikit berdehem, untuk menetralkan perasaan nya saat ia melihat senyuman Lisa. ''Baiklah kalau kamu tidak mau, aku pulang duluan.''


Khaleed masuk kedalam mobil.


''Oke, Bey.'' Lisa melambaikan tanganya saat mobil Khaleed pergi.


Tak lama Khaleed pergi, Mobil Gabriel datang tepat di depan Lisa.


''Lama nunggu yaa? Ayo naik.''


Lisa dengan riang masuk kedalam mobil, tanpa tau dia akan di ajak ke mana oleh adik iparnya. Lalu mobil itu melesat ke tempat di mana Gabriel suka melihat roti roti sobek berkotak enam yang kekar.


••••

__ADS_1


GYM


Setelah beberapa menit di perjanan, akhirnya kedua gadis itu sampai di tempat gym yang cukup terkenal. Lisa heran kenapa adik iparnya membawanya ke sini, karna dia sudah langsing dan tidak butuh untuk olahraga.


''Adik ipar, kenapa kau membawaku ke sini.''


Gabriel tersenyum dan merangkul Lisa. ''Karna di sini lah surga dunia bagi kaum hawa ...'' Tutur Gabriel menggambarkan pelangi dengan tanganya sambil membayangkan pria berotot. ''Ayo masuk.''


Lisa hanya menurut saja dan mengikuti apa yang ingin di tunjukkan oleh adik iparnya. Namun setelah masuk kedalam, Lisa langsung membelalakan kedua matanya dengan mulut terbuka.


"Astagfirullah ... mataku! Ahh, mataku akhirnya di cuci." Teriak Lisa dalam hati, sambil merapatkan kedua bibirnya.


Bagaimana tidak Lisa bergumam seperti itu, karna apa yang ada di hadapannya adalah para pria yang sedang melatih otot mereka dan hanya menggunakan celana saja.


''Ayo jalan.'' Ajak Gabriel, menuntun Lisa sambil melirik para pria tampan.


Di gym ini tidak hanya ada lelaki, tapi ada perempuan juga. Bahkan di sini ada kolam renang yang khusus untuk berlatih.


''Gabriel, kamu sudah lama tau tempat ini?''


Gabriel tersenyum dan mengangguk, ''Aku kalau bosan selalu kesini. Yaaa ... itung itung cuci mata.'' bisik Gabriel, yang mulai duduk untuk pura-pura berlatih.


Lisa berdiri melihat Gabriel saja, ia nggan untuk berolahraga. Sambil melirik pria tampan yang tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


''Oaahh, dia sangat seksi." Ucap Lisa, mengusap air liur goibnya.


"Nggak nyeselkan aku ajak ke sini?"


"Kalau Kakak mu tau, dia marah nggak yaa?" tanya Lisa, yang tiba-tiba ingat dengan suaminya.


"Ya, jangan bilang oon!" Sentak Gabriel.


"Ouh, iya juga yaa he he he ..." Lisa menyengir, saat ia membayangkan betapa murka nya Guntur jika dia tau ia pergi ke tempat seperti ini.


''Kalau Kak Guntur tau, mati tika berdua.''


Lisa tidak mendengar, ia malah fokus pada pria-pria tampan di sekitarnya. Ada yang sedang berlari di tempat dengan keringat seksi di setiap tubuhnya, ada yang mengangkat beban dan lain lain. Namun Lisa malah gagal fokus pada satu benda yang sejak tadi mengganggu kedua matanya.


"Ya ampun ... apa mereka tidak menggunakan camvak? Kenapa di biarkan gundal gandul seperti itu." Gumam si polos, heran sendiri.


"Ishh ... itu belum bangun yaa? coba kalau udah bangun, ihhh mengerikan." Lisa merinding sendiri, dengan pikiran nya.


''Adik ipar, aku liat liat dulu yaa ...''


''Ok, jangan jauh jauh.''


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2