Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 29 : Indah ternyata.


__ADS_3

Suara erotis terus keluar dari bibir ranum Lisa, namun saat Guntur akan memasukkan si Mustofa ia malah ketakutan.


''Hubby, apa itu akan muat?'' Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Lisa yang kini bukan anak polos lagi.


Guntur tidak memperdulikan pertanyaan Lisa dengan muka tegangnya, karna hafsunya sudah di ubun ubun. Jika dia jawab, pasti akan ada pertanyaan pertanyaan lain yang akan keluar dari mulut istrinya.


Guntur langsung membungkam bibir Lisa dan melebarkan pahanya. Seketika Lisa menjerit dalam ciuman nya dan mencengkram bahu Guntur saat ia merasakan sakit, ketika si Mustofa berhasil merobek selaput daranya.


''Ummhh.''


Antara sakit dan nikmat, membuat Lisa bingung mengidentifikasikan rasa untuk sekarang. Sementara Guntur merasa bangga karna dia orang pertama yang baru menjamah Lisa.


Antara senang dan haru yang Gunturr rasakan, ia mendiamkan sejenak alat tempurnya dan mengecup kening Lisa beberapa kali.


Tak lama Guntur mulai ritme dengan perlahan, liyang Lisa yang masih sempit begitu nikmat untuk di jelajahi seolah si Mustofa sedang di pijat oleh pihatan bergerigi.


''Rileks ... sakitnya hanya sebentar, bayangkan dan resapi.'' Bisik Guntur dengan sensual, sambil memompa pinggulnya dengan perlahan.


Satu menit, dua menit, tiga menit. Lisa kini merasakan kenikmatan yang sulit didefinisikan dengan apapun yang Lisa rasa.


Kini hanya ada suara suara erotis di siang hari yang menggema di setiap penjuru kamar.


Guntur melihat Lisa yang sudah menikmati permainan nya, kini Guntur mempercepat ritmenya hingga keduanya menghila karna nikmat.


Terlihat jika Lisa tidak menyesali apa yang tengah dia lakukan, bahkan Lisa begitu menikmatinya.


''Hubby, ak--'' Ucapan Lisa nampak tertatih tatih karna menahan sesuatu yang ingin meledak di bawah sana.


''Why?'' tanya Guntur tanpa menghentikan geolan geboy mujaernya.


''Ak-Aku ... aku nggak tahan.''

__ADS_1


Guntur semakin cepat dan cepat, membuat keduanya mengerang secara bersamaan dengan nafas memburu saat mereka mendapatkan puncak dari kenikmatan yang tengah mereka lakukan.


Keduanya saling berpelukan dengan rasa lelah mereka saat sudah olahraga di siang hari.


"Extraordinary." Ucap Guntur dalam hati.


Tak pernah Guntur bayangkan jika dia akan mendapatkan pengalaman luar biasa seperti ini, karna selama ini dia selalu membayar wanita untuk melampiaskan hasratnya. Tapi kali ini benar-benar berbeda, dan Guntur sangat menyukai itu.


Kelakuan mereka yang sedari tadi siang sampai sore membuat para pelayan di lantai bawah merasa khawatir karna keduanya tidak turun untuk makan siang.


''Apa mereka berdua baik-baik saja di kamar?'' Tanya salah satu pelayan pada Rumi.


''Sepertinya baik-baik saja, tidak usah terlalu khawatir. Walau Tuan Muda tidak mencintai istrinya tapi aku yakin jika Tuan Muda tidak akan melakukan hal yang terlalu kejam.'' Jawab Rumi, walau hatinya sedikit khawatir ... tapi dia yakin jika tidak ada hal yang serius.


¤¤¤


Dari hari ini, Guntur dan Lisa lebih memilih menghabiskan hari mereka di dalam kamar. Walau Lisa merasa capek terus mengulang ngulang adegan yang sama, namun ia tidak menolak apa lagi membantah.


Namun Guntur juga masih memiliki hati, dan pagi ini membiarkan Lisa istirahat karna semalam ia membiarkan Lisa bergadang.


''Hubby, kau mau kemana?'' Tanya Lisa dari balik selimutnya.


''Mau ke bawah sebentar.''


Lisa bangun dari tidurnya untuk turun dari ranjang, namun Guntur langsung memangkunya dan membawa Lisa ke kamar mandi. Lisa tersenyum saat ia merasakan perubahan sikap Guntur padanya.


"Jika saja aku tau dari dulu meluluhkan mu hanya dengan wikwik, sudah aku lakukan sejak pertama kali menikah." Gumam Lisa dalam hati, pantas saja Jida Lintang menyuruhnya menonton ombak berdayung. Rupa nya ada seorang pria akan tunduk jika nafkah batin nya terpenuhi.


''Jangan memandangku seperti itu.'' Ucap Guntur meletakkan Lisa kedalam bathub yang sudah terisi air panas.


''Nggak boleh yaa, mandangin suami sendiri?''

__ADS_1


Guntur melirik Lisa, ''Bukan tidak boleh, nanti kamu jatuh cinta padaku.'' Ucap Guntur, kini dirinya seperti di jungkir balikan oleh keadaan di mana dulu Lisa yang selalu memandikan dirinya dan kini Guntur memandikan Lisa.


Lisa tersenyum, ''Aku sudah jatuh hati saat pertama kali bertemu, Kok. Siapa sih yang nggak jatuh cinta sama pria seperti dirimu. Preeett ... Kau itu tampan, gagah, baik hati, terlebih kamu itu kaya.''


Lisa mencoba membual agar hati Guntur senang, walau hatinya tidak seirama namun apa salahnya membuat si sableng ini besar kepala.


''Masa ... Gombal banget kamu!'' Guntur yang sedang menggosok punggung Lisa mendorongnya sedikit.


''Sakiitttt ...'' Keluh Lisa dengan manja, atau bisa di bilang pura-pura.


''Lisa.''


''Iya.''


''Bagaimana menurutmu tentang Vano?''


''Vano? Vano mana yaa ...'' Lisa sedikit lupa, ''Ahh ... Delvano, sodara mu?''


''Hemm.''


''Dia baik, ramah, dan juga tampan.''


''Menurutmu aku dan Vano, siapa yang lebih tampan?''


''Yaa tentu Vano dong, Suamiku lah ... siapa sih yang bisa ngalahin Suamiku'' Ucap Lisa, membuat Guntur menyunggingkan bibirnya.


Si sableng tidak menyadari jika Lisa hanya membual, karna misi Lisa hanya satu. Membuat Guntur luluh dan berada di genggaman tangannya agar keluarganya bisa sejahtera.


Entah misinya ini akan membuat Lisa cinta pada Guntur atau tidak, yang pasti untuk sekarang di pikiran Lisa hanya satu! yaitu Uang.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2