
Hari ini, Lisa sudah aktif kembali di sekolah. Ia duduk di bangkunya namun tak lama Amera menghampiri Lisa.
''Lisa.''
''Oh, hai Amera.'' Sapa Lisa.
Amera duduk di bangku menghadap Lisa. ''Lis, yang kemarin itu kakak mau yaa?''
''Hah?'' Lisa terkejut karna Amera menanyakan Guntur. ''Ohh, yang kemarin itu ... ! Aku harus jawab apa?"
''Lagi bicara apa kalian?" tanya salah satu murid yang bernama Elzenna nimbrung.
''Ini looo ... kemarin waktu aku liburan sama keluarga ke kebun binatang, aku ketemu Lisa sama Kakak nya.''
''Ouh, ternyata kamu punya Kakak?'' Tanya Elzenna antusiasi.
Lisa ingin menjawab, namun Amera mendahuluinya. ''Iyaa, buktinya kemaren aku ketemu. Dan kau tau Zen, Kakak Lisa ganteng banget.'' Ujar Amera sambil melorot.
''Oaahhh, kenalin dong Lisa.''
''Iya Lisa, aku juga.''
Lisa hanya tersenyum getir, bagaimana bisa mereka menyangka jika Guntur adalah Kakaknya. Apa wajah mereka ada kesamaan hingga kedua gadis ini menyangka jika mereka bersaudara?
"Aku harus gimana? Kalau aku ngaku dia suamiku ... apa mereka akan percaya, dan lagi aku takut di keluarkan dari sekolahan." Gumam Lisa dalam hati.
Sementara Khaleed yang ada di samping Lisa tidak memperdulikan obrolan para wanita, ia fokus membaca buku yang tengah ia pelajari.
Tidak lama kemudian, guru matematika datang sambil membawa kertas di tanganya. ''Selamat pagi, anak-anak.''
Para murid yang awalnya tidak tertib, kini duduk dengan tertib karna takut jika Guru matematika mereka marah.
''Selamat pagi, Pak.'' Jawab mereka serempak.
''Baik, anak-anak ... hari ini kita ada ujian dan siapkan bulpoin kalian masing-masing.'' Ujar sang Guru, sambil berjalan untuk membagikan kertas ujian pada semua murid yang ada.
''Yaahh ...'' Ucap para Murid serentak, karna mereka paling malas untuk mengikuti ulangan matematika.
"Waduh ... mampus! Kok nggak ada yang bilang kalau mau ujian?" Desah Lisa dalam hati. "Ini semua gara-gara si Tuan Arrogant titisan unta itu yang terus menggagahiku, hingga aku lupa belajar di rumah." Gerutunya dalam hati.
__ADS_1
Saat melaksanakan ujian, Lisa melirik kana kiri, di mana ia menyangka jik semua orang sudah menyelesaikan ujian mereka. Lisa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berdecak sebal.
Lisa hanya bisa menjawab beberapa soal yang dia mengerti, dan masih banyak yang belum ia mengerti.
"Bagaimana ini ..."
SEEETT.
Tanpa di sangka, Khaleed menggeser kertas ujian nya pada Lisa. Lisa langsung melirik pada Khaleed.
''Cepatlah, sebentar lagi waktu akan habis.'' Bisik Khaleed.
Lisa menoleh, kedua orang itu saling pandang dengan tatapan rumit, namun Lisa langsung tersenyum senang saat Khaleed memberikan contekan ulangan padanya.
''Thanks."
Ternyata walau Khaleed pendiam dan terlihat cuek, tapi dia perhatian dan peka terhadap sekitarnya.
¤
¤
¤
''Khaleed.'' Panggil Lisa dari arah belakang, berlari menghampiri Khaleed.
Khaleed menoleh. ''Hm.''
''Makasih yaa, udah bantuin aku.'' Ujar Lisa.
''Tidak masalah.''
''Sebagai tanda terima kasih karna udah bantuin aku, aku mau neraktir kamu makan. Apa kau mau?''
Khaleed diam sejenak lalu mengangguk. ''Boleh juga.'' Jawabnya singkat.
Kedua orang itu pun berjalan ke arah kantin, di mana Lisa menelaktir apapun yang Khaleed mau. Namun Khaleed yang notabennya holang kaya ... dia tidak memanfaatkan ketulusan Lisa yang mau menelaktir makan.
Di saat keduanya tengah mengobrol, Amera dan Elzenna datang dan duduk bergabung dengan Lisa.
__ADS_1
''Nanti malam nonton bareng yuu, mau nggak?'' Ajak Elzenna.
''Boleh juga tuh. Gimana Lis, kamu ikut nggak?'' Tanya Amera.
''Khal, ayo ikut yuuu.''
Khaleed melirik Lisa, mendengar jawaban Lisa terlebih dahulu. Sedangkan Lisa bingung May menjawab apa, karna kehidupan nya kini bukan tentang dia saja ... ada seseorang yang menyetir setiap langkah dan gerakan nya.
Di bandingkan Lisa terkena masalah, dan menyebabkan Guntur membencinya lagi ... lebih baik dia cari aman.
''Kaya nya aku nggak bisa deh, Orangtua aku nggak bakalan izinin.''
''Aku juga nggak bisa.'' Jawab Khaleed kemudian.
''Yaah ... kalian nggak asik.''
''Maaf, yaa ...'' Lisa benar-benar tidak enak menolak ajakan teman-teman nya, namun ia lebih memilih aman untuk sementara waktu hingga Guntur mengizinkan kebebasan nya sendiri.
Sepulang sekolah ... Lisa tengah berdiri menunggu jemputan nya, namun entah mengapa hari ini supir rumah belum datang juga. Membuat Lisa langsung menghubungi Guntur, namun nomer Guntur pun tidak aktif.
Lisa akan memberhentikan Taxi dan pulang ke rumah, untung saja dia mempunyai alamat rumah pemberian Rumi. Namun baru saja tanganya terbentur memanggil Taxi, mobil mewah berhenti tepat di depannya.
Perlahan kaca mobil itu terbuka, memperlihatkan Khaleed di dalam nya. ''Apa jemputan mu belum datang Lis,?''
''Belum, aku mau naik taxi saja.''
''Kalau begitu naiklah, biar aku yang mengantar kamu pulang.''
''Apa tidak merepotkan mu?''
''Tidak.'' Lisa dengan senang hati langsung naik kedalam mobil Khaleed.
Baru saja mobil Khaleed pergi, Mobil milik Guntur datang dan berhenti tepat di depan gerbang sekolah yang sudah tutup.
''Tuan, sepertinya Nona Lisa sudah pulang.''
''Akhh ... sialan! Ini semua gara gara wanita sialan itu hingga aku telat menjemputnya.'' Geturu Guntur, lalu menyuruh supir untuk bergegas pulang.
•
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...