Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 43 : Awas kau ya!


__ADS_3

''Bos, semua barang ini mau di kemana 'kan?'' Tanya Jhon, melihat beberapa kardus di depannya.


''Bakar saja, jangan sampai ada yang tersisa. Setelah selesai ... suruh orang untuk membersihkan apartemen ini.'' Ucap Guntur, keluar dari apartemen nya yang dulu sempat ia tempati bersama Lisa.


''Baik, Bos.''


Jhon segera membawa semua barang yang berhubungan dengan Ziell ke suatu tempat, di mana ia akan membakar semua tentang cinta yang tidak sampai.


Sementara Guntur sudah masuk kedalam lift sambil menghubungi nomer Lisa, namun hingga sampai saat ini tidak ada yang menjawab. Membuat Guntur langsung menyuruh asisten Hamud untuk mencari istrinya di mana.


(Hamud, cari istriku sekarang juga)


(Baik, Tuan.)


Guntur mematikan sambungan telpon nya, lalu meremas ponsel di tanganya. "Awas kau yaa ... lihat saja jika aku pulang."


Sebenarnya Guntur bisa saja langsung pulang, namun ia berniat untuk mengunjungi keluarga Lisa yang ada di bandung terlebih dahulu sebelum ia pulang ke Dubai.


Entahlah, ia berpikir apa salahnya jika mulai sekarang dia menerima semuanya ... toh sudah tidak ada lagi yang harus di musuhi oleh nya.


Sementara di sisi lain.

__ADS_1


Gabriel tengah mencari kakak iparnya karna harus membawanya pulang sebelum ada yang menemukan mereka di sini. Bisa gawat darurat gaswat kalau sang Kakak tau ia membawa istrinya untuk mencuci mata di sini, maka uang saku nya pasti akan berkurang.


''Lisa.'' Panggil Gabriel.


Lisa yang tengah di pojokkan oleh Vano menghela nafasnya, untung saja Gabriel memanggilnya ... karna kalau tidak! Vano terus saja akan menggoda dirinya.


''Kak, Vano.'' Gabriel terkejut.


''Kalian di sini, sedang apa?'' Tanya Vano memincingkan matanya.


''Ahh ... ki-kita hanya ingin mendaftar jadi member di sini.'' Bohong Gabriel. ''Ya sudah Kak, kami pulang dulu.'' Gabriel menarik tangan Lisa dan membawanya keluar dengan buru-buru.


Sementara Vano diam melihat kepergian Lisa.


''Baguslah, ada alasan untuk bertemu dengannya lagi.'' Gumam Vano, tersenyum menyeringai.


••••


Butuh waktu beberapa menit, akhirnya Gabriel dan Lisa sudah sampai di Mansion. Namun ketika mereka keluar dari mobil, mereka sudah di suguhkan tatapan tajam dari Hamud dan Rumi yang sejak tadi kelimpungan mencari mereka berdua.


''Kalian dari mana saja?'' Tanya Hamud, yang sebal karna sedari tadi Guntur terus menghubungi dirinya.

__ADS_1


''Kami ... kami dari ...'' Gugup Lisa.


''Apaan sih kalian. Nggak usah belaga galak di depan majikan! Mau kami dari mana saja itu urusan aku! Aku yang ajak Kakak ipar pergi berbelanja.'' Sentak Gabriel, yang tidak suka di tekan.


''Bukan begitu Nona, tapi sejak ta--''


''Udah deh, masalah Kakak biar aku yang urus! Lagian aku nggak bawa dia ke mana mana kok, cuma bawa dia cuci mata agar Kakak ipar ku waras sedikit,'' Ujar Gabriel mendorong Lisa untuk masuk kedalam rumah.


''Lisa, apapun yang akan terjadi jangan sampai Kakak tau kita habis cuci mata.'' bisik Gabriel.


''Oke, aku jaga rahasia. Tapi kapan kita akan ke sana lagi?'' Tanya Lisa dengan menyengir kuda.


''Gampang itu mah, nanti kita pergi lagi secara diam diam. Kalau perlu kita bolos sekolah, Ok.''


''Oke.''


KHEEM!


Hamud berdehem dari belakang, membuat kedua gadis itu lari dan masuk ke kamar mereka masing-masing. Hamud bukannya tidak tau kemana mereka pergi, namun untuk kali ini ia akan mencoba untuk merahasiakan nya dari Guntur.


__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2