
''Aww ... Hubby, sakit.'' Lisa menjerit saat Guntur tiba-tiba me re mas salah satu gundukan kembar nya.
''Masa sih?'' Tanya Guntur pura-pura polos.
''Iya, ih ...'' Lisa cemberut. "Iyalah ... kau rem as gimana sih!"
''Udah pernah periksa ke dokter belum, jangan-jangan ada gangguan sama dua gundukan kembar mu.''
''Hah?'' Lisa bingung.
''Iya, biasanya kalau wanita yang di pegang gundukan nya nggak ada tuh yang ngeluh sakit. Jangan-jangan kamu memiliki kelainan lagi.''
''Ihh ... Hubby, jangan nakut nakutin aku.'' Lisa panik.
''Siapa yang nakut nakutin, biasanya wanita yang pernah jalan sama aku nggak pernah tuh ngeluh sakit. Malah mereka menikmati nya.'' Ucap Guntur acuh.
''Memangnya berbeda yaa?'' tanya Lisa mulai terpancing, dengan muka blo'on nya.
Guntur mengangguk lalu Guntur duduk di sofa menahan tawanya, menyenderkan punggungnya di senderan sofa. ''Bedalah, mau tau apa bedanya? sini biar aku kasih tau.''
Sepertinya si licik gledek sudah merancang rencana untuk si Lilis yang masih polos.
Lisa yang penasaran duduk di sebelah Guntur dan memandangnya. ''Apa.''
''Jangan di situ duduknya, di sini seharusnya.'' Guntur membenarkan posisinya hingga duduk dengan tegak, lalu menarik Lisa agar duduk di atas pahanya.
__ADS_1
"Kok, aku ngerasa ada yang mengganjal yaa."
Lisa sebenarnya canggung, tapi dia penasaran juga hingga dia tidak memperdulikan kecanggungan nya. Sedangkan satu tangan Guntur menahan punggung Lisa, dan satu tangan lain nya meremas paha Lisa.
''Jadi apa? apa bedanya.''
''Tapi janji dulu, apapun yang aku lakukan untuk mengetes perbedaan nya jangan protes atau mengeluh?''
''Ummm, iyaa deh.''
Guntur menyunggingkan bibirnya, lalu tangan yang sedang menahan pinggang Lisa meraba dan melepaskan ikat hb dengan gampangnya.
''Eh,'' Lisa terkejut, namun Guntur segera membungkan bibir Lisa dengan bibirnya.
"Kenapa dia menciumku, apakah ini bagian dari pengetesan? Tapi kenapa ciuman nya jadi lembut, tidak. Ini bukan si Tuan Arrogant titisan unta, apa dia lupa minum obat tadi pagi."
Lisa berkecamuk dalam pikirannya sendiri, karna Guntur begitu lembut memperlakukan nya bahkan elusan di pahanya begitu lembut dan mendamba.
Perlahan Guntur membuka satu persatu kancing kemeja Lisa, tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Membuat Lisa gusar tapi tidak bisa menolak apa yang tengah Guntur lakukan.
"Ya Tuhan ... selamatkan aku, kenapa tubuhku tidak bisa aku kontrol."
''Ahh ...'' Lisa mende sah saat bibir Guntur mulai menji lat ke area leher bersamaan dengan re masan kedua gundukan nya.
SREEETT.
__ADS_1
Guntur melemparkan kemeja dan Hb Lisa ke sembarang arah, lalu mencicipi dua Gunukan Lisa yang hanya sebesar buah lemon. Sungguh, Lisa di buat kalap dengan apa yang sedang Guntur lakukan dengan tubuhnya.
Ada rasa geli dan menginginkan nya secara bersamaan, saat Guntur terus melakukan pergerakan seperti bayi yang tengah menuntaskan dahaganya.
Dada Lisa membusung ketika Guntur mengelus punggungnya, mencengkram rambut Guntur dan menekan nya. Lisa menunduk untuk melihat Guntur, ia menggigit bibir bawahnya ketika Guntur bermain lidah dengan sesuatu miliknya.
Membuat Lisa berpikir jika Guntur nampak seksi ketika sedang melakukan itu, "Gila, apa aku sudah gila?"
Sedangkan si sableng Guntur terus melakukan apa yang dia suka, walau dua gundukan Lisa sangat kecil, namun Guntur begitu menyukainya dan terus me re mas dengan lembut dan sensual.
Membuat Lisa kalang kabut di buatnya.
TOK.
...TOK....
TOK.
Suara ketukan di luar pintu terdengar, namun kedua insan yang sedang di mabuk gairah itu seperti tuli mendadak.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1