
''Hubby, bisa lepasin sebentar nggak?''
Guntur yang tengah memeluk Lisa dari belakang langsung melepaskan pelukannya, lalu menampilkan muka cemberut. Entahlah ... Guntur yang sekarang bukan Guntur yang dulu, jika dulu dia jahat terhadap Lisa, kini Guntur bagaikan anak kecil yang sedang patuh dan manja pada ibunya.
''Mau kemana sih?'' Tanya Guntur dengan nada maja.
Author bergumam : Ihhh jijay.
''Aku laper, dari kemarin makan di ganggu mulu.'' Decak sebal Lisa, karna sedari kemarin Guntur terus menaiki dirinya. Bahkan Lisa sudah tidak masuk sekolah selama empat hari berturut turut.
''Yasudah ayo kita makan ke bawah, aku juga lapar.'' Guntur merangkul Lisa dan keluar dari kamar, namun tepat mereka membuka pintu ... mereka sedikit terkejut melihat Rumi yang akan mengetuk pintu.
''Tuan, Nona.'' Sapa Rumi kikuk.
''Yaa.'' Jawab Lisa dengan senyuman manis, karna sudah empat hari ini dia tidak melihat Rumi sang kepala Pelayan walau mereka tinggal satu atap.
''Nona baik-baik saja? Saya khawatir karna Nona sudah empat hari tidak keluar kamar.'' Ucap Rumi, sedikit melirik Guntur.
''Aku baik-baik saja kok, hanya saja tidak enak badan. Apa di bawah ada makanan?''
''Tentu saja Nona, ingin saya antarkan ke sini seperti biasa?''
''Tidak perlu, aku ingin makan di meja makan dan menghirup udara segar.'' Jawab Lisa, melirik Guntur sebal.
''Baiklah, baiklah ... ayo kita makan ke bawah.'' Guntur yang di tatap Lisa seperti itu jadi salah tingkah.
__ADS_1
Mereka pun turun ke lantai bawah dan menikmati makanan mereka dengan tenang, kali ini Guntur makan sendiri dan tidak di suapi Lisa. Malah sekarang Guntur yang menyuapi Lisa makan. Dan itu membuat Rumi mengerutkan keningnya dengan heran.
"Sepertinya ... Tuan Muda sudah di cekoki nangna ningni ningnu oleh Nona Lisa.'' Gumam Rumi, mengambil ponselnya untuk mengabari hal baik untuk majikannya yang berada di Paris.
Setelah makan, Lisa dan Guntur duduk di sofa untuk menonton Tv. Tak ayal Guntur menempel seperti perangko yang tidak bisa lepas dari tubuh Guntur.
"Astaga ... si Tuan Arrogant titisan unta ini kenapa! Pelet apa yang aku gunakan hingga dia menempel seperti ini."
''Hubby, aku pengen jalan-jalan keluar.'' Keluh Lisa yang bosan berada di rumah terus. ''Ayo kita kencan.'' Ucap Lisa penuh dengan semangat.
''Kencan?'' Guntur diam sejenak. ''Baiklah, kau ingin di restoran mana? atau mau ke Mall mana?''
''Aku nggak mau ke restoran yang mewah atau ke Mall, ayo kita lihat teman-teman mu di kebun binatang.''
''What.''
''Nggak ah, membosankan.''
''Ayolah, Hubby ... ya ya ya, ayolah sayang.'' Kini Lisa yang bermanja pada Guntur.
''Arrgh ... Baiklah, kita akan pergi ke sana dan berkencan ala rakyat jelata.'' Jawab Guntur yang sekarang seperti tersihir oleh pelet Lisa.
Benar apa yang di katakan Jida Lintang, seorang laki-laki akan takluk pada wanita jika pria itu merasa puas saat nafsu rohaninya terpenuhi. Lihat lah, Guntur yang kejam kini berubah menjadi kelinci yang lemah lembut di hadapan Lisa.
''Makasih, Hubby ...'' Lisa memeluk Guntur dan mencium pipinya.
__ADS_1
''Kapan kita akan pergi?''
''Boleh sekarang?''
''Baiklah, aku akan menghubungi Hamud terlebih dahulu.''
''Untuk apa?''
''Mengosongkan kebun binatang agar kita bisa leluasa.''
''Jangan!''
''Kenapa?''
''Isshh, tidak asik seperti itu. Aku mau ramai layaknya kebun binatang pada umumnya.''
Guntur diam memandang Lisa, ''Baiklah ...'' Jawab Guntur pasrah.
Ketika mereka sedang asik mengobrol, Guntur mendapatkan telpon dari Tante Siska dan Guntur menjawab telponnya. Tante Siska adalah Ibu dari Vano yang meminta Guntur dan Lisa datang ke rumahnya untuk makan malam bersama.
Guntur yang tidak bisa menolak langsung meng-iyakan permintaan sang Tante untuk makan malam di rumahnya nanti malam.
•
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...