Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 39 : Memastikan hati.


__ADS_3

''Nona ... Nona bangun, Nona.'' Rumi mencoba membangunkan Lisa yang tidur di sofa.


''Umhh ...'' Lisa menggeliat dan membuka kedua matanya.


''Rumi.''


Rumi tersenyum. ''Ini sudah siang Nona, waktunya anda pergi ke sekolah.''


''Hah, udah pagi ...'' Lisa langsung terperanjat saat ia teringat sesuatu. ''Apa suamiku sudah pergi bekerja?'' Tanya Lisa pada Rumi.


''Tuan Muda, berpesan jika dia tengah melakukan perjalanan ke luar negri. Mungkin Lusa dia akan kembali.'' Tutur Rumi.


Entah mengapa Lisa merasa sedih, saat Guntur pergi dan tidak berpamitan padanya.


"Ternyata aku masih tidak di anggap." Sedih Lisa.


''Nona, air sudah saya siapkan. Lekas mandi dan pergi ke sekolah.''


''Ahh ... baik, terima kasih.''


Lisa pun bergegas melangkah ke kamar mandi, membersihkan dirinya dan berganti baju setelah ia selesai mandi.


Lisa melihat layar ponselnya yang tidak ada pesan apapun dari Guntur.


"Isshh, kemana sih dia." Kesal Lisa. ''Au ah ... gelap.''


Lisa buru-buru keluar dari kamar, tidak sengaja berpapasan dengan adik iparnya.


''Pagi, Gabriel.'' Sapa Lisa.


Gabriel tersenyum dan langsung merangkul Lisa. ''Pagi Kakak iparku ... bagaimana hari mu?''

__ADS_1


''Baik.''


''Ayo kita sarapan bareng. Dimana Kak Guntur?'' Tanya Gabriel.


''Kakak mu, melakukan kunjungan ke luar negri.''


''Ouh ... jadi dia tidak di rumah?'' Tanya Gabriel lagi, namun entah mengapa ia tersenyum begitu merkah.


Lisa menggeleng.


''Kak, mau ikut aku nggak.''


''Kemana?'' Tanya Lisa.


Gabriel tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.


''Ke tempat di mana kita akan mencuci mata.'' Tutur Gabriel, yang membuat Lisa penasaran. ''Nanti, aku jemput ke sekolah kamu.''


''Nggak akan, aku akan bertanggung jawab.''


Rumi dari kejauhan melihat Nona Nona muda saling berbisik di tangga, membuat Rumi curiga jika Gabriel akan melakukan sesuatu yang bisa menyesatkan Lisa.


''KHEM!'' Rumi berdehem kencang, membuat Gabriel langsung terkekeh.


''Jangan bilang-bilang yaa.'' bisik Gabriel.


''Oke.''



__ADS_1



Di sisi lain•


Setelah bertemu Mulan. Guntur menyenderkan tubuhnya di kursi pesawat menuju Indonesia, ia akan menyelesaikan sesuatu yang belum tuntas dan masih mengganjal dalam hatinya.


Ia ingin memantapkan hati untuk terakhir kali, apakah ia masih memiliki perasaan pada Ziell apa tidak. Karna semenjak ia tinggal berjauhan dengan Ziell, hati dan pikiran nya akhir akhir ini berkeliaran si penyihir kecil yang tidak lain adalah Lisa.


Jika ia masih memiliki rasa pada Ziell, ia akan kekeh menunggu Ziell sampai kapan pun. Namun jika hatinya sudah tidak ada nama Ziell, maka dia akan melepaskan Ziell dan memulai hidup baru tanpa bayang-bayang rasa dendam atau obsesinya.


Ia akan melepaskan semuanya, termasuk Lisa. Mungkin dia akan melepaskan Lisa walau entah mengapa ia begitu berat hati saat berpikir akan melepaskan Lisa.


Namun ... ini semua demi kebaikan semua orang, termasuk dirinya.


Guntur menghela nafasnya lalu merogoh ponsel di sakunya, ia akan menghubungi Lisa. Namun sayang, ponselnya tidak memiliki baterai hingga Guntur melemparkan ponsel itu.


''Tolong isi daya ponselku.'' titah Guntur pada Jhon, lalu ia memejamkan kedua matanya untuk beristirahat sejenak.


Jhon mengambil ponsel di atas kursi pesawat, lalu mengisi daya ponsel sang majikan.


''Apakah ada sesuatu masalah, Bos?''


Guntur yang terpenjam, langsung membuka kedua matanya dan melihat Jhon dengan tatapan rumit.


Setelah lama diam sambil memandang, Guntur mulai menegakkan tubuhnya dan berkata. ''Begini, aku ...''



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2