
Pulang Mansion•
''Atuh Yank, aku teh harus cari ubi bakar di mana ... mana ada ubi bakar khas Indonesia yang ada di arab.'' Omel Lisa, saat mereka sudah sampai ke Mansion. Tapi si Geledek titisan unta terus saja merengek meminta Ubi bakar padanya.
''Pokonya aku nggak mau tau! Aku mau ubi kabar yang sering di jual di kampung kampung.''
''Rumi ... Rumi ...'' Teriak Guntur, menggema di Mansion.
''Astagfirullah ... yang hamil siapa yang ngidam siapa. Udah kaya bocah beettt deh ah punya laki.''
''Iya Tuan.''
''Carikan aku Ubi bakar khas Indonesia, SEKARANG!''
Rumi tidak meng-iyakan, ia menatap lurus pasa Lisa ''Nona, apa Tuan Muda telat memakan obat?''
''Rumi! Kau pikir aku sakit? Aku tidak sakit, aku hanya ingin makan Ubi. Cepat carikan aku ubi bakar.''
''Aku tidak mau ikutan, Rum. Majikan mu memang aneh aneh permintaannya! Jika dia mau Ubi bakar khas Indonesia, kenapa tidak pulang ke Indonesia saja.'' Celetuk Lisa, yang membuat Guntur langsung tersenyum lebar.
''Aahaaa ...''
•
•
•
•
__ADS_1
•
Di sinilah pada akhirnya ... Guntur duduk menikmati makanan apa yang dia mau sedari kemarin. Menikmati Ubi bakar khas Indonesia yang di buat langsung oleh mertua kesayangannya.
Kebetulan semua keluarga berkumpul di kediaman Lisa, termasuk Mom Kaleea dan Dad Ryan yang menyusul ke Bandung saat Lisa mengabari jika ia hamil. Sontak saja kabar itu membuat Mom Kaleea bahagia karna sebentar lagi dia akan menjadi seorang Nenek.
Kebahagiaan Mom Kaleea membuat semua orang bahagia juga, termasuk para tetangga Lisa yang kecipratan dollar yang di bagikan oleh Mom Kaleea karna rasa syukurnya.
PLAK.
Guntur sedikit memukul tangan Ibunya saat Mom Kaleea akan mengambil Ubi yang sudah matang. ''Mom, ini Ubi milikku! Nggak boleh ada yang memakannya.'' Guntur menyembunyikan Ubi itu di balik punggungnya.
''Pelit amat sih sama emak sendiri! Minta nggak.''
Guntur menggelengkan kepalanya. ''Pokonya nggak boleh ada yang makan, selain aku.''
TUING ...
''Ini ...'' Guntur menyerahkan ubi nya walau tidak rela, namun Lisa membawakan ubi lain dan memberikannya pada Guntur.
''Makanlah, jangan sampai anak kita ileran gara gara Ubi.''
Guntur tersenyum lebar, namun seketika Guntur terdiam dan langsung berlari ke arah kamar mandi karna perutnya melilit kebanyakan makan Ubi.
Di sinilah semua keluarga berkumpul bersama, satu persatu semua keluarga datang. Termasuk Ziell dan Sultan yang turut menyusul. Mereka semua menikmati kebersamaan yang terasa indah dan dekat, tanpa adanya dendam atau perasaan yang belum terselesaikan.
Guntur keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega, dan melangkah untuk berkumpul bersama dengan keluarganya yang ada di teras depan. Namun langkahnya terhenti ketika ia tidak sengaja melihat ke arah jendela, di mana semua keluarganya berkumpul.
Guntur tersenyum ketika ia melihat tawa dan senyuman semua orang yang dia sayangi. Menikmati setiap keajaiban yang datang menghampirinya ketika ia sudah mengikhlaskan semuanya dan melepaskan dendam yang selama ini membelenggu dirinya.
__ADS_1
Ia berpikir menjadi orang berpribadi yang baik tidak seburuk apa yang dia pikir selama ini, jika dulu ia berpikir menjadi orang baik akan selalu di manfaatkan oleh semua orang ... tapi tidak dengan sekarang, di mana dia ingin menjadi pribadi yang baik dan lebih baik.
Masih teringat di benaknya, saat pertama kali ia bertemu dan memaksa Lisa agar mau menikah dengannya hanya sebatas pelampiasan. Tapi tanpa ia sadari juga, jika dia membawa Lisa untuk merubah hidupnya yang berantakan dan arrogant menjadi lebih baik dan berwarna.
''Hubby.'' Panggil Lisa dari arah belakang.
Guntur tersenyum dan langsung memeluk istrinya. ''I love you.''
Lisa terdiam, saat mendengar pernyataan cinta dari Guntur, ia berpikir jika Guntur benar-benar butuh dokter.
''Hubby, apa ka--''
''Terima kasih karna kamu mau bertahan dan menerima diriku yang jahat dan angkuh ini ... Terima kasih karna sudah datang di kehidupanku dan mengubah segalanya.''
Cup.
Lisa semakin curiga dengan Guntur, apa lagi sang suami semakin erat memeluk dan menciumnya. ''Hubby, jangan macam-macam! Di luar masih banyak tamu dan anggota keluarga.''
''Menangnya kenapa? Mereka orang orang tua, pasti paham apa yang ingin kita lakukan.''
''Aaahh, tapi aku capek.''
''Tidak apa apa, biar aku yang di atas. Kau tinggal menikmati apa yang aku suguhkan.'' Ucap Guntur mengedipkan sebelah matanya.
Ketika Guntur akan mengajak Lisa ke kamar, Mom Kaleea tiba-tiba datang mengacaukan segalanya. Di mana Mom Kaleea mengajak sang menantu pegi dan Guntur hanya bisa menggigit jarinya.
•
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...