
Restoran.
Hanya butuh beberapa menit untuk Lisa bisa sampai ke Restoran yang di tuju. Lisa keluar dari dalam taxi dan masuk kedalam restoran untuk mencari orang yang menelpon dirinya. Setelah ia melihat orang itu, Lisa langsung menghampiri nya.
''Khaleed.'' Sapa Lisa.
Khaleed terlihat gugup dan langsung berdiri saat Lisa sudah ada di depannya. ''Kau sudah datang? silahkan duduk.'' Khaleed mendorong kursi untuk Lisa duduk.
''Terima kasih.'' Lisa tersenyum dan duduk saling berhadapan.
''Khal, kamu mau bicara apa?'' Tanya Lisa, tanpa bas basi.
Khaleed diam sejenak menatap Lisa cukup lama, ''Tidak ada sih, hanya saja aku ingin makan dengan mu.''
Lisa cemberut, ''Kirain aku ada hal penting, kau buat aku khawatir.''
''Apakah aku tidak penting untuk mu?''
''Hah?'' Lisa bingung.
''Lisa ... apa selama ini kamu tidak pernah memiliki perasaan padaku?'' Khaleed memegang tangan Lisa, namun dengan segera Lisa menyembunyikan tanganya.
''Maksud kamu apa, Khal? kamu suka sama aku ...''
''Apa selama ini kamu tidak peka dan tidak pernah melihat perhatian ku? Jujur, aku menyukai mu sejak pertama kita bertemu.''
'Heh, yang benar saja.'
Lisa diam memandang Khaleed yang terlihat memelas, ia akui Khaleed memang tampan. Tapi ia tidak memiliki perasaan pada pria tampan yang baru saja menyatakan cinta padanya.
__ADS_1
''Sorry. Khal, aku nggak bisa.''
''Why?''
''Karna a-aku ... sudah punya suami. Emmm aku nggak bisa aja, aku nggak punya perasaan lebih sama kamu.''
Ahhkk ...
Khaleed memegangi dadanya yang terasa ngilu saat Lisa menolaknya. Selama ini tidak ada wanita yang menolak dirinya, dan ini kali pertama dirinya menyatakan cinta, namun sangat di sayangkan di tolak secara langsung.
''Apa kamu yakin?''
Lisa memgangguk dengan mantap.
''T-tapi kenapa?'' Khaleed masih bertanya.
''Karna dia istriku!'' Suara tegas dari arah belakang Lisa mengejutkan keduanya, membuat Lisa langsung menoleh dan terkejut melihat Guntur ada di tempat yang sama.
Khaleed melihat Lisa yang panik, lalu melihat ke arah Guntur.
''Istrimu? Lisa ...''
''Ya, dia istriku! Berani sekali bocah tengik seperti menyatakan cinta pada seorang wanita yang sudah memiliki suami.''
''T-tapi aku tidak tau jika Lisa sudah memiliki suami.''
''Sekarang kau sudah tau bukan? Jadi jauh istriku.'' Ucap Guntur dengan cetus, lalu menggenggam tangan Lisa untuk pergi dari Restoran.
Lisa tidak melawan, ia ingin menjelaskan tapi mulutnya seperti terkunci dengan rasa takut di hatinya. Bagaimana ia tidak takut, ia yakin jika Guntur akan marah padanya bahkan berlaku kasar lagi padanya.
__ADS_1
Setelah ada di dalam mobil, mereka diam dalam keheningan. Guntur menyenderkan kepalanya di atas stir sambil memejamkan kedua matanya.
Lisa menelan ludahnya beberapa kali.
''H-Hubby ... yang ta-tadi kamu jangan salah paham yaaa, sumpah tak kewer kewer aku nggak ada hubungan sama dia,'' Ujar Lisa sambil mengangkat dua jari menjadi huruf v.
Guntur menoleh, ia terlihat seperti tidak bersemangat untuk berdebat. Kedua matanya sayu, seperti tanaman yang belum di siram air.
''Hubby, kamu kenapa? Sakit!'' Lisa langsung memegang kening Guntur.
''Sayang, aku ... Ak--'' Belum juga Guntur selesai bicara, Guntur membuka pintu mobil dan.
HUUUWEEEKK. HUUUWEEEKK.
''Ya Allah, Hubby ...'' Lisa terkejut bukan main.
HUUUWEEEKK ...
HUUUWEEEKK.
Guntur terus muntah, sebelum perutnya benar-benar kosong hingga membuatnya lemas dan tidak berapa lama Guntur pingsan.
Lisa tambah terkejut saat Guntur pingsan di atas muntahannya sendiri, membuat Lisa langsung berteriak minta tolong.
"Ada apa dengannya, kenapa tiba-tiba dia pingsan." Gumam Lisa dalam hati.
•
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...