Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 51 : Kehamilan.


__ADS_3

''Ayankk ... ayo dong maafin aku.''


TOK. TOK. TOK.


''Aku nggak mau tidur di luar, aku 'kan hanya becada Yank ...''


Guntur sedari tadi berteriak di luar kamar saat Lisa menyuruhnya tidur di luar malam ini ... padahal tadi niatnya hanya becanda bicara seperti itu.


Sedangkan Lisa sedang di kamar mandi, jantungnya berdetak kencang saat ia masih menunggu hasilnya. Antara senang dan khawatir yang ia rasakan saat ini.


Lisa mengambil tes itu dan langsung melototkan kedua matanya saat ia melihat garis dua.


''A-Aku ... aku hamil? YaAllah aku hamil?'' Lisa gembira dan meloncat loncat di kamar mandi, tapi tak lama ia terdiam saat teringat dengan Guntur. Lisa takut jika Guntur tidak mau menerima anak ini dan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya.


Perasaan was-was datang begitu saja, mengingat jika Guntur belum sepenuhnya mencintainya. Apa ia yakin jika Guntur akan menerima bayi yang ada di dalam kandungannya.


Memikirkan hal itu membuat Lisa sedikit panik.


Lisa menghirup udara sedalam dalamnya dan membuang secara perlahan, ia akan menerima apapun keputusan Guntur. Ia pun keluar dari kamar mandi, dan masih mendengar suara Guntur di luar pintu memanggil namanya.


CEKLEK.


Lisa membuka pintu dengan wajah menunduk, membuat Guntur mematung di tempat.


''Apa semua baik-baik saja?''


Lisa mendongkakkan wajahnya, menatap Guntur dengan tatapan memelas. ''Aku tidak yakin.''


''Apa maksudumu tidak yakin? Apa hasilnya sebegitu mengecewakan?''


''Sebelum aku menjawab, boleh aku bertanya sesuatu ...''

__ADS_1


Guntur yang melihat ada ketakutan dari sorotan mata Lisa, membuat ia sadar akan suatu hal. Yang mana membuat Guntur langsung memeluk Lisa dengan lembut.


''Apapun hasilnya, itu tidak akan membuat aku kecewa.''


''Kalau aku tidak hamil, apa semuanya akan baik-baik saja?'' Tanya Lisa.


Guntur menyunggingkan bibirnya, ''Memangnya kalau kamu tidak hamil, aku harus apa? Mungkin belum di kasih kepercayaan.''


''Trus kalau aku hamil, apa kamu mau menerima bayinya?''


Guntur melepaskan pekukannya lalu menyotor kepala Lisa.


TUINGG!


''Apa kamu sudah gila, mana mungkin aku tidak menerima darah dagingku sendiri! Percuma aku berolahraga setiap malam dan menaburkan benih di rahimmu, jika sudah jadi aku tidak mau menerimanya.''


Lisa tersenyum. ''Ayo besok kita ke dokter.''


''Apa? Heiii jangan curang!'' Teriak Lisa, saat Guntur sudah memangku dan melemparkan Lisa ke atas ranjang.


•


•


•


Ke esokan pagi, keduanya sudah sampai di rumah sakit. Kini Lisa tengah berbaring menunggu dokter untuk memeriksa.


''Baik Bu, maaf yaa baju nya saja buka sedikit.''


''TUNGGU!'' Teriak Guntur, membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


''Kenapa kau ingin membuka baju istriku?'' tanya Guntur, yang tidak terima siapapun membuka baju istrinya termasuk seorang wanita.


''Pak, jika saya tidak membuka baju ibunya ... bagaimana saya bisa memeriksa janin di dalam kandungan?''


''Tap--''


''Hubby!'' Sentak Lisa.


''Iyaa Baiklah,'' Guntur tidak bisa menolak jika Lisa sudah membentaknya, entah kenapa ia merasa takut pada Lisa akhir akhir ini.


Dokter pun mengoleskan jel di atas perut Lisa dan memeriksanya.


''Selamat yaa Bu, atas kehamilannya ... ini kantung kehamilan dan ini janinnya.'' Ucap sang Dokter terus menjelaskan yang dia tau dan dia lihat, membuat Guntur diam melihat layar di depannya.


Sungguh, ia tidak menyangka jika dia akan menjadi seorang Daddy secepat ini ... ada rasa haru dan sesak sekaligus yang ia rasakan. Haru karna dia akan menjadi seorang Ayah, dan sesak saat ia memikirkan apakah dia akan menjadi Ayah yang baik untuk anaknya kelak?


Memikirkan hal itu, membuat Guntur menangis tersedu sedu di pundak Lisa, membuat semua orang saling pandang dan terdiam melihatnya.


Biarlah semua orang mengira dirinya cengeng, karna itu kenyataannya ... karna Guntur sadar jika akhir akhir ini hatinya bak Hello kitty yang rapuh.


''Hubby, apa kau baik-baik saja?'' Lisa mengelus kepala Guntur dengan perlahan.


Hiks ...


''Ayank ... hiks, aku mau ubi bakar.''


•


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


__ADS_2