Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 47 : Berkelakuan aneh.


__ADS_3

''Dok, bagaimana keadaan suami saya?'' Tanya Lisa, saat Guntur sudah di periksa oleh Dokter.


''Keadaan suami Ibu baik-baik saja.''


'Hah, Ibu ... apa aku sudah setua itu! Cih, aku ini masih umur delapan belas tahun. Enak aja panggil Ibu.' Lisa tidak terima jika ia di panggil Ibu.


''Hanya saja, suami Ibu mungkin kecapean dan butuh istirahat.''


''Dok, bisa tidak jangan panggil Ibu. Aku ini belum tua dan masih belasan tahun Dok.''


''Ouh, maafkan saya Nona.''


''Tidak apa-apa, Jadi bagaimana? nggak ada hal yang serius 'kan Dok?''


''Tidak ada, ini resep obat dan di minum tepat waktu. Usahakan istirahat yang teratur.''


''Baik, terima kasih.''


Lisa dan Guntur keluar dari ruangan. Mereka berdua berjalan beriringan dengan tangan saling bertautan.


Tiba-tiba Guntur merangkul Lisa dan menyenderkan kepalanya di bahu Lisa. ''Jangan jauh-jauh.''


''Hubby, sebegitu beratkah kamu cari uang? sampai-sampai kurang istirahat.''


''Umm, aku sakit ... besok tidak usah sekolah yaa.''


''Baiklah, apa sih yang enggak untuk suamiku.'' Ucap Lisa, yang membuat Guntur tersenyum mengeratkan rangkulan nya.

__ADS_1


•


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka berdua sampai di Mansion. Lisa menyuruh Guntur untuk masuk terlebih dahulu kedalam kamar, karna ia akan membuatkan bubur yang di minta Guntur secara tiba-tiba sewaktu di perjalanan tadi.


'Yank, kamu bisa bikin bubur ayam nggak? kaya nya enak makan bubur bikinan mu.'


Kata kata itu terngiang di telinga Lisa, yang mana membuat dirinya heran dengan tingkah sang suami. Tapi Lisa tidak terlalu berpikir yang tidak tidak, ia fokus membuat bubur walau ini kali pertama Lisa membuat makanan.


''Nona, apa perlu bantuan?''


''Aku bisa kok, nanti aku akan meminta bantuan saat aku butuh.''


''Baik, nona.''


Lisa kembali mengaduk bubur yang belum jadi, sambil melihat tutorial di salah satu aplikasi. Namun tak lama, ponselnya berdering dan ternyata sang Ibu yang menelpon.


Sontak saja perkataan sang Ibu membuat Lisa tersedak ludahnya sendiri, ia sama sekali tidak tau jika Guntur pulang ke Indonesia dan mau bersikap baik pada keluarganya. Karna Lisa tau betul jika Guntur tidak menyukai keluarganya ... lantas apa maksudnya pulang ke Indonesia dan membeli tanah untuknya.


'Apa dia benar-benar sudah berubah.' Gumam Lisa dalam hati.


''Rumi, tolong bawa nampan ini.''


''Baik, Nona.''


Lisa berjalan ke lantai atas, bersama Rumi di belakangnya.


Saat Lisa membuka pintu kamar, ia mendengar Guntur tengah muntah di kamar mandi, membuat Lisa langsung berlari menghampiri Guntur.

__ADS_1


''Hubby.'' Lisa memeluk Guntur, yang terduduk di lantai sambil menyenderkan tubuhnya yang lemas.


''Ayankk ... aku nggak tahan.'' Guntur merengek seperti anak kecil, yang habis jatuh dari sepeda.


Lisa dengan telaten membuka Baju Guntur yang terkena muntah, lalu mengelap semua badannya. Entah mengapa, Lisa benar-benar merasakan sakit di hatinya melihat Guntur tidak berdaya seperti ini.


Setelah selesai, Lisa membawa Guntur untuk duduk di atas ranjang setelah memakaikan baju.


''Makan dulu yaa, ini bubur yang kamu minta.''


Guntur melirik mangkuk yang di pegang Lisa, namun tiba-tiba Guntur menutup hidungnya. ''Iyuueekk makanan apa itu! Jauhkan itu, aku mau muntah.''


Lisa menganga tak percaya, bukankah dia yang meminta sendiri bubur ini. Tapi kenapa reaksinya seakan melihat hal yang jijik.


''What's wrong with you!'' Bentak Lisa yang tidak habis pikir. Ia sudah capek capek membuat bubur untuknya, namun di tolak mentah mentah.


''Ayank, kamu bentak aku?'' Guntur langsung berlinang airmata, saat Lisa membentaknya.


''Hu-hubby ...''


''Nggak! Jangan sentuh aku, kamu jahat.''


'Astagfirullah! mahluk apa yang sudah merasukinya.'


•


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2