Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Sebuah tamparan.


__ADS_3


PLAK!


''Dasar menantu nggak tau di untung! Sengaja kamu permalukan saya, iya!'' Bentak wanita paruh baya dengan marah, sambil menampar menantunya.


''Nggak Bu, Dira nggak bermaksud seperti itu.''


''Terus kenapa kamu belum hamil juga sampai hari ini hah! Kamu senang Ibu jadi bahan tertawaan oleh teman-teman Ibu!'' Bentaknya, sambil menjambak rambut Nadira.

__ADS_1


''Aahh ... Bu, Dira nggak sengaja ketemu Ibu sama teman-teman Ibu. Ampun Bu ...''


''Eehh! Dasar menantu nggak guna! Kenapa kamu nggak cerai saja sama anakku hah!''


''Bu, Dira mohon lepaskan Bu ... ini sakit.''


BRUG!


''Denger ya Dira, saya nggak mau tau! Pokonya kalau kamu belum hamil juga. Biarkan Edgar menikah lagi, atau ceraikan saja Edgar! Aahhh ... sialan.''

__ADS_1


BUGH!


Teriaknya dengan marah sambil menendang Nadira sebelum pergi keluar dari rumah, sementara Nadira menangis dalam diamnya ... ia sudah biasa dengan perlakuan mertuanya yang selalu mendiskriminasi dan menyiksa dirinya dari fisik mau pun batin.


Hisk ... Hanya sebuah tangisan yang bisa ia keluarkan, karna ia tidak bisa melawan mertuanya.


...πŸ€πŸ€πŸ€...


JIKA BERKENAN MARI MAMPIR DI KARYA BARU, YANG BERJUDUL

__ADS_1


TUJUH TAHUN PERNIKAHAN.


__ADS_2