
PLAK!
''Dasar menantu nggak tau di untung! Sengaja kamu permalukan saya, iya!'' Bentak wanita paruh baya dengan marah, sambil menampar menantunya.
''Nggak Bu, Dira nggak bermaksud seperti itu.''
''Terus kenapa kamu belum hamil juga sampai hari ini hah! Kamu senang Ibu jadi bahan tertawaan oleh teman-teman Ibu!'' Bentaknya, sambil menjambak rambut Nadira.
__ADS_1
''Aahh ... Bu, Dira nggak sengaja ketemu Ibu sama teman-teman Ibu. Ampun Bu ...''
''Eehh! Dasar menantu nggak guna! Kenapa kamu nggak cerai saja sama anakku hah!''
''Bu, Dira mohon lepaskan Bu ... ini sakit.''
BRUG!
''Denger ya Dira, saya nggak mau tau! Pokonya kalau kamu belum hamil juga. Biarkan Edgar menikah lagi, atau ceraikan saja Edgar! Aahhh ... sialan.''
__ADS_1
BUGH!
Teriaknya dengan marah sambil menendang Nadira sebelum pergi keluar dari rumah, sementara Nadira menangis dalam diamnya ... ia sudah biasa dengan perlakuan mertuanya yang selalu mendiskriminasi dan menyiksa dirinya dari fisik mau pun batin.
Hisk ... Hanya sebuah tangisan yang bisa ia keluarkan, karna ia tidak bisa melawan mertuanya.
...πππ...
JIKA BERKENAN MARI MAMPIR DI KARYA BARU, YANG BERJUDUL
__ADS_1
TUJUH TAHUN PERNIKAHAN.