
Sebelumnya ...
''DIA ISTRIKU! ISTRIKU YANG MASIH SUCI YANG TIDAK PERNAH DI SENTUH OLEH ORANG LAIN SELAIN DIRIKU! BERANINYA KAU MENGATAKAN ISTRIKU JA LANG!''
''Akhh ... sakit Tuan.'' Wanita itu mengiris kesakitan, karna rambutnya di jambak oleh Guntur.
Sedangkan orang orang tidak ada yang mau menolong wanita itu, karna mereka sudah tau bagaimana pengaruh keluarga Arrashid di negeri ini.
''Minta maaflah pada istriku.''
BRUUGH!
Guntur mendorong wanita itu, hingga berlutut di hadapan Lisa.
Lisa melihat Guntur dengan tatapan haru, ia tidak menyangka jika Guntur akan membela dirinya. Lisa berlari dan memeluk Guntur dengan erat.
''Ayo kita pulang.''
Guntur membawa Lisa dari pesta untuk pulang ke rumah ... dalam perjalanan menuju rumah, Guntur tidak mengatakan sepatah kata pun yang keluar dari dalam mulutnya.
Membuat Lisa beberapa kali melirik sang suami.
"Aduuh ... kok dia tiba-tiba dia kaya patung yaaa? Aku kena marah nggak yaa nanti pulang ke rumah." Gumam Lisa dalam hati.
Setelah beberapa menit di perjalanan, mobil pun akhirnya sampai di Mansion keluarga Arrashid.
Guntur keluar terlebih dahulu, membuat Lisa menunduk sedih. Namun tanpa di sangka, Guntur membuka pintu untuknya ... membuat Lisa langsung mendongkak menatap wajah tampan suaminya.
''Ayo, aku gendong.'' Guntur menunduk untuk menggendong Lisa.
''Hubby ...'' Lirih Lisa dengan pelan, ia tidak menyangka jika Guntur akan sebaik ini padanya.
''Tidak apa-apa.''
Guntur menggendong Lisa dan membawanya ke dalam rumah. Di dalam sudah ada Rumi menyambut keduanya, namun Guntur berjalan lurus ke lantai atas.
''Bawakan makan malam ke kamar." titah Guntur.
__ADS_1
''Baik, Tuan Muda.'' angguk Rumi.
Setelah di kamar ... Guntur menaruh Lisa dengan perlahan di atas sofa, lalu berjongkok untuk melepaskan sepatu Lisa.
''Hubby, aku bisa sendiri.'' Lisa menarik kakinya, ia tidak enak jika Guntur bersikap terlalu baik seperti ini padanya.
''Tidak apa-apa, biar aku bantu.'' Guntur menarik kaki Lisa.
''Aku bisa sendiri, Hubby.'' Lisa menarik kakinya.
''Sudah aku bilang tidak apa-apa.''
''Nggak, aku nggak mau.''
''Sini, biar aku lepaskan sepatunya.''
Kedua orang itu saling tarik dan tidak mau melepaskan satu sama lain, membuat Lisa geram melihatnya.
''Biarkan aku melakukan ini untuk mu.''
Guntur langsung berhenti dan menatap kedua mata Lisa dengan dalam, ''Apa yang membuatmu takut?'' Tanya Guntur.
''Sikapmu!'' Bentak Lisa langsung berdiri membelakangi Guntur.
Lisa memijat kepalanya yang pening, laku berkata. ''Jangan bersikap baik seperti ini yang bisa membuat aku takut, Hubby. Aku takut, aku takut benteng pertahan yang selama ini menjulang tinggi bisa goyah karna sikap baik mu padaku!''
Lisa berbalik menatap Guntur.
''Aku takut ini hanya kamuflase yang bisa aku rasakan sesaat, aku takut memiliki cinta yang dalam padamu ... Aku sangat takut, jika hatiku lancang mencintaimu secara diam.''
Guntur berdiri dari duduknya, lalu berdiri di depan Lisa tanpa kata.
''Jadi ... apa kamu sudah mulai mencintaiku?''
Lisa diam, ia tidak bisa berkata apa ... karna sejujurnya ia mulai mencintai pria yang dulu berlaku kasar padanya.
Hati memang tidak bisa di tebak, Lisa sudah jauh jauh hari memperingati hatinya agar tidak jatuh cinta pada pesona sang suami. Namun nyata nya apa? Hatinya begitu lancang mengkhianati pikirannya.
__ADS_1
''Apa yang harus aku katakan? Apa jika aku bilang mencintaimu, maka kau akan melepaskan belenggu balas dendam mu pada Kakak ku?''
Guntur diam sejenak.
''Lisa, ak--''
Guntur tidak melanjutkan perkataan nya ketika ponselnya berdering, ia melihat layar ponselnya yang tertera nama Jhon di sana.
Tanpa kata, Guntur melangkah ke arah balkon untuk menerima telpon dari anak buahnya.
(Ya.)
(Bos, aku sudah menangkap nya. Dia ada bersama kami sekarang.)
Guntur diam sejenak, menoleh sebentar kebelakang di mana Lisa tengah melepaskan sepatunya. Guntur menelan ludahnya dengan kasar lalu berkata.
(Aku akan terbang ke sana sekarang! Jangan biarkan dia kabur.)
(Baik, Bos.)
Guntur menghela nafasnya lalu melangkah ke arah walk-in closet, tanpa melirik Lisa yang memandangnya dengan heran.
"Hubby, kau mau kemana?" tanya Lisa saat Guntur sudah berganti pakaian..
"Ada urusan sebentar." Ucap Guntur tanpa menoleh pada Lisa.
"Hubb-"
Lisa tidak melanjutkan perkataan nya, saat Guntur pergi begitu saja.
"Ish ... urusan apa sih, sampai buru buru seperti itu." Kesal Lisa.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1