
Beberapa bulan kemudian.
Tidak ada satu manusia pun yang tahu pasti apa yang akan terjadi hari ini, esok dan kedepannya ... di saat semua orang sudah ikhlas dan pasrah dengan apa yang mereka miliki dan dapatkan. Maka Tuhan akan memberi rizky yang berlimpah, atau cobaan yang akan membuat hambanya selalu ingat terhadap sang maha pencipta.
Hati dan raga Guntur seakan hancur saat mendapati jika Istrinya tergolek lemas tak sadarkan diri di atas brangkar rumah sakit IGD.
Sungguh, seluruh tubuhnya masih lunglai saat dokter memberikan kabar yang mengejutkan bagi dirinya.
β’
Sebelumnya ...
Keduanya yang sudah makan malam di restoran berbintang lima di daerah Bandung, kini tengah mencari amang amang yang berjualan pentol di pinggir jalan.
Sesuai keinginan Lisa, dan janji Guntur jika mereka tidak akan pulang sebelum membeli pentol. Maka mobil itu sedari tadi terus berjalan mencari apa yang di inginkan oleh Lisa.
"Di mana kita akan mencarinya jam segini, Yank."
"Ahhh ... coba cari dulu, aku lagi pengen makan itu." Lisa melihat ke pinggir jalan.
Guntur pasrah dan terus menelusuri jalanan, yang terlihat ramai orang yang berjualan. Dan pencarian mereka tidak mengecewakan hasil, ada amang-amang pentol yang sedang ramai pembeli dekat alun alun Bandung.
Guntur dan Lisa pun keluar dari dalam mobil, setelah Guntur memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
Lisa memesan dua piring pentol untuk di makan di tempat, "Pak, pakai cuangki kering sama tahunya yaa ..." Pinta Lisa dengan semangat empat lima.
"Pedes nggak neng?"
"Yang satu nggak, yang satu pedas yaaa."
Mang pentol itu mengangguk tanda mengerti, lalu membuatkan pesanan yang di minta oleh Lisa. Sedangkan Lisa dan Guntur duduk di kursi pelastik menunggu pesanan mereka datang.
Guntur sebenarnya risih duduk di pinggir jalan, tapi demi istri tercinta apa yang mau di kata ... ia akan lakukan apapun asal Istrinya bahagia. Untung saja dia pulang lebih awal dari Dubai, karna ini adalah bulan kelahiran sang bayi ke dunia ... jadi Guntur tidak akan pernah melewatkan momen di mana calon anaknya menghirup udara luar.
"Ini yang kamu namakan pentol?" tanya Guntur yang baru mengetahui apa itu pentol di seumur hidupnya.
"Hum ... ini anak-anak dari pak bakso sama bu bakso, jadilah pentol." Jawab Lisa, yang langsung menyuapkan pentol pedas kedalam mulutnya. "Kenapa tidak di makan?"
"Nggak ah, kamu aja Yank." Guntur menelan ludahnya sendiri karna melihat piring yang ada di tanganya berisikan pentol begitu pedas dan berbau aneh.
__ADS_1
"Yank, jangan makan banyak-banyak yaa." Guntur sedikit takut.
Saat Guntur berkata seperti itu, Lisa yang sedang enak mengunyah pentol merasakan jika perutnya sedikit mual yang tiba-tiba saja menyerang dirinya.
"Yank, kamu kenapa?" Tanya Guntur melihat istrinya diam seperti patung.
Dalam seperkian detik, Lisa mulai memuntahkan apa yang sedang dia makan. Membuat Guntur membelalakan kedua matanya.
"Yank!" Guntur berteriak panik, membuat semua orang menoleh padanya.
Lisa tidak kuasa menjawab, ia terus memuntakan semua isi dalam perutnya tiada henti. Membuat si amang pentol khawatir terjadi sesuatu.
BRUGH!
Tiba tiba Lisa pingsan dan langsung di larikan ke rumah sakit, membuat jantung Guntur berdetak kencang karna takut kehilangan istri yang dia cintai.
Sekarang ...
Guntur duduk dengan gelisah, di temani oleh Mom Kaleea yang langsung datang saat sang anak mengabari jika Lisa di bawa ke rumah sakit.
''Jangan tegang, berdo'a saja jika Lisa dan anaknya baik-baik saja.''
''Suami pasien.'' Suster keluar memanggil Guntur.
''Apa anda ingin masuk menemani istri anda? walau dia tidak sadar, tapi saya yakin anda akan memberikan kekuatan berupa dukungan untuk istri anda.
Guntur mengangguk walau ia ragu, lalu ia masuk mengikuti suster untuk mengganti pakaian.
Sementara di dalam ruang oprasi, tubuh Lisa terbaring lemah dengan alat-alat yang menempel di tubuhnya. Membuat Guntur tidak tega melihat istrinya yang kecil harus merasakan sakit seperti ini.
'Tuhan ... jika boleh, biarkan aku yang merasakan rasa sakitnya. Biarkan aku yang menderita asal istriku baik-baik saja.'
Tidak terasa air mata Guntur menetes dan langsung memeluk Lisa, ia berbisik jika dia adalah wanita kuat dan harus bertahan demi dirinya dan bayi yang ada di dalam kandungannya.
Sungguh, Guntur begitu menyesal karna ia tidak tau sama sekali jika selama ini Lisa menderita selama kehamilannya. Ia hanya pulang sebulan sekali ke Indonesia dan Lisa tidak pernah memperlihatkan jika ia sakit atau mengeluh padanya.
Dokter dan para suster juga sudah siap melakukan oprasi untuk mengeluarkan si bayi yang mungkin sudah siap hadir di dunia yang penuh tipu tipu.
Guntur menunuk saat dokter memegang pisau tajam dan perlahan membelah perut mulus Lisa, dan membelah beberapa bagian lapisan kulit. Hingga para dokter dengan serius mengeluarkan si bayi dan mengangkatnyan ke atas saat bayi itu menangis dengan kencang.
__ADS_1
Membuat Guntur mematung saat ia mendengar tangisan bayi, bersamaan dengan jari Lisa yang bergerak.
Guntur tersenyum dan mengecup seluruh wajah Lisa, ia bahagia karna anak dan istrinya bisa selamat.
β’
β’
Seorang bayi perempuan yang lucu dan cantik sedang tertidur di pangkuan ayahnya. Kulitnya yang merah dengan mata terpenjam perpaduan antara Lisa dan Guntur, tercetak jelas di wajah bayi yang belum di beri nama itu.
Semua keluarga berkumpul, Lisa juga sudah siuman dan sedang terbaring memakan buah yang di kupas oleh Mom Kaleea.
''Yank, dedenya nangis.'' Guntur menyerahkan sang bayi.
''Mau ne nen kali, sini.''
Guntur melihat gerak gerik putrinya yang menguasai air kehidupannya hanya pasrah, mana sang Ibu mengatakan jika dia harus berpuasa selama 3 bulan lamanya. Yang mana membuat Guntur menjerit dalam hatinya, bagaimana bisa ia tahan selama itu ...
''Ngedip woy, ngedip! Nggak mau ngalah sama anak.'' Mom Kaleea mengusap wajah anaknya yang terus memperhatikan Dede Kirana Arrashid Putri Adiwangsa menyusu.
''Yank, aku juga mau ...''
Uuuuhhh ...
Sontak saja semua orang meyuaraki ucapan Guntur, Yang tidak mau mengalah pada anaknya sendiri.
Semua keluarga bahagia atas kelahiran cucu pertama dari dua belah pihak keluarga. Terutama Guntur yang sejak tadi terus memperhatikan putrinya yang kecil dan mungil.
Cup.
Guntur mengecup pucuk kepala sang istri dengan sayang. ''Terim kasih atas segalanya, aku mencintaimu Lilis.''
Lisa tersenyum. ''Aku juga mencintaimu, Tuan Arrogant titisan unta.''
Keduanya saling pandang, terutama Guntur memandang lekat wajah istrinya. Guntur pernah berjanji jika hanya ada nama Lisa yang selalu dia patri dalam hatinya, tidak akan ada seorang pun yang akan masuk kedalam rumah tangganya yang sudah sempurna. Terutama ia sudah memiliki seorang putri, yang mana membuat Guntur was was memikirkannya. Karna yang Guntur tau, jika karma ayah di tanggung oleh putrinya ... ia takut jika kelak karma yang seharusnya ia dapatkan akan di turunkan pasa putrinya, untuk itu Guntur selalu berdoa pada yang maha kuasa agar mengampuni segala dosa yang sudah ia perbuat di masalalu.
...π·π·π·...
TAMAT.
__ADS_1
Ada pertemuan pasti ada perpisahan, Author berterima kasih karna kalian dengan sabar menunggu dan membaca karya yang tidak seberapa ini ... Mohon di maafkan jika ada salah kata dan perbuatan yang tidak menyenangkan di karya saya, maaf juga Othor yang jarang up selama ini.
Sampai bertemu di karya selanjutnya.. πππ€