
Di sekolah, Lisa berjalan lesu keluar dari kelasnya ... badannya terasa ngilu dan capek karna semalaman harus bertempur dengan mahluk hijau yang sedang merajuk. Di tambah hari ini ujian yang membuat kepalanya ingin meledak.
''Haaahh ... kalau tau gini caranya mending nggak sekolah aja deh.'' Keluh Lisa, sambil menyender di gerbang sekolah.
''Lisa.'' Panggil Khaleed dari arah belakang.
''Iya.''
''Maafkan aku tentang kejadian kemarin, aku tidak tau jika kamu sudah ...''
''Nggak apa-apa kok. Maaf juga yaa,'' Jawab Lisa merasa tidak enak, karna sedari tadi ia datang ke sekolah hingga pelajaran selesai. Khaleed tidak berbicara dengannya karna canggung.
''Kalau begitu aku duluan.''
Lisa mengangguk dan melihat kepergian Khaleed, hingga tak lama mobil yang menjemputnya datang. Lisa masuk dengan lesu dan memejamkan kedua matanya hingga tertidur lelap.
Beberapa menit kemudian, mobil yang membawanya sudah sampai di pekarangan Mansion.
''Nona, kita sudah sampai.'' Sang supir mencoba membangunkan Lisa, namun Lisa terlihat nyenyak dengan tidurnya.
''NONA.'' Teriaknya membuat Lisa langsung terbangun, namun nyawa Lisa belum terkumpul semua.
''Hah, apa?''
__ADS_1
''Kita sudah sampai, Nona.'' Sang supir merasa tidak enak.
Lisa menghela nafasnya lalu turun dari mobil, berjalan dengan gontai menuju ke dalam rumah.
''Rumi ... aku haus.'' Lisa duduk di sofa memanggil Rumi, namun tidak ada jawaban dari Rumi.
Lisa merasa bingung, biasanya Rumi selalu sigap saat ia pulang sekolah. Tapi kali ini kenapa tidak ada suara orang di rumah? membuat Lisa penasaran dan mencari semua orang.
Benar saja, tidak ada seorang pun di dalam rumah sebesar ini, bahkan ia sudah berteriak memanggil semua orang namun tidak ada jawaban.
Lisa pun langsung berlari ke lantai atas di mana suaminya berada, namun saat ia membuka pintu kamarnya ... alangkah terkejutnya Lisa melihat seekor buaya besar sedang memakan kepala suaminya, membuat Lisa langsung berteriak histeris.
''Hubby ... YaAllah ada buaya darat! Rumi ... Rumi ...'' Teriak Lisa yang panik, hingga akal sehatnya sirna begitu saja.
Lisa yang panik langsung berlari ke arah Guntur untuk menarik kakinya walau ia takut, dan ia terkejut melihat kepala Guntur penuh darah.
DOR!
''Ahhhkk.''
''Ha ha ha ha ...'' Guntur tertawa, saat ia sukses menjahili Lisa.
Sementara Lisa yang masih memegangi dadanya yang masih terkejut langsung memukul kepala Guntur.
__ADS_1
PLAAAK!
''Apa kau sudah gila! Kau ingin aku mati mendadak karna serangan jantung.'' Bentak Lisa yang sudah tidak menterorir kelakuan aneh suaminya. Baru semalam ia di kejutkan oleh pangeran kodok, dan sekarang buaya darat.
Ingin sekali Lisa menjedotkan kepala Guntur ke tembok, agar otak suaminya bisa kembali ke pengaturan awal.
''Ini prank sayang ... apa kau senang?'' Tanya Guntur, dengan wajah watado.
Lisa menghela nafasnya sambil menggertakkan giginya, untung saja ia punya stok kesabaran yang lebih, hingga ia bisa memaklumi kelakuan aneh sang suami akhir akhir ini.
'Sepertinya aku harus bawa dia ke spikiater!'
''Sayang, apa kau terluka?'' Tanya Lisa.
''Tidak, aku sedang senang karna berhasil mengagetkan mu.''
Lisa tersenyum di paksakan. ''Itu buaya dari mana? Apa kau tidak ingin masuk kedalam perutnya? Sepertinya kau akan nyaman tinggal di perut buaya.''
''Ha ha ha, kamu ada ada aja, ini boneka yang sengaja aku pesan dari Amerika. Lihatlah, boneka ini mirip buaya asli kan?''
"Hmm ...'' Jawab Lisa dengan deheman, ia yakin jika boneka itu harganya pasti mahal. Membuat jiwa jiwa pelit Lisa meronta-ronta.
•
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...