Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"

Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 33 : Idih ... cemburu.


__ADS_3

Malam hari ... sekitar pukul tujuh malam. Lisa dan Guntur tengah berada di jalan menuju ke rumah Tante Siska dan Om Gano.


Guntur tidak bisa menolak, karna Tante Siska sangat dekat dengan Jida Lintang. Maka dari itu, walau dia sedang enak enak dengan Lisa ... ia terpaksa menghentikan kegiatan nya.


''Di sana ada siapa aja?'' Tanya Lisa memecah keheningan.


''Cuma ada mereka berdua, sama ada Vano mungkin.'' Jawab Guntur tanpa melihat Lisa dan fokus menyetir.


''Ohh ...''


¤¤¤


Sepuluh menit kemudian, mobil mereka sudah sampai di rumah Tante Siska dan Om Gano.


Lisa melihat rumah yang ada di depannya tak kalah mewah dan besar dari rumah Guntur. Dilihat dari luarnya saja sudah megah apa lagi di dalam, membuat Lisa bergumam dalam hati ... apakah semua sodara Jida Lintang memiliki rumah mewah seperti ini?


''Ayo keluar, Tante sama Om sudah menunggu.''


Lisa dan Guntur keluar dari dalam mobil, terlihat jika Tante Siska dan Om Gano sudah ada di teras rumah menunggu mereka berdua datang.


Lisa menjadi gugup dan langsung melingkarkan tanganya di lengan Guntur. ''Tunggu aku, Hubby.'' Bisik Lisa.


''Ck, kau itu bukan hanya pendek tapi lelet kaya siput.'' Ledek Guntur.


''Ishh ... biar pendek kaya siput juga tetep kamu suka 'kan?'' Lisa sewot.


Guntur tidak menjawab, ia hanya menyunggingkan bibirnya lalu menyalami Tante Siska dan Om Gano.


''Salam'alaiq, keif hal'k.''


''Tamam ... tamam, keif hal'k antum.''


''Seperti yang Om lihat, kami baik-baik saja.''

__ADS_1


''Asalamualaikum.'' Lisa dengan sopan menyalami pemilik rumah.


''Cantik sekali kamu, Ya allah ... Beruntungnya Guntur dapetin kamu.'' Tante Siska memeluk Lisa dengan hangat.


Lisa tersenyum. ''Makasih Tante.''


''Ayo masuk, masuk.'' Tante Siska menggandeng Lisa masuk kedalam rumah, di ikuti oleh Guntur dan Om Gano dari belakang.


Tante Siska mengajak Lisa berkeliling sambil mengobrol, sementara Guntur dan Om Gano tengah mengobrol di ruang tamu membicarakan bisnis mereka masing-masing.


Hingga tak lama, mereka pun duduk di meja makan untuk makan malam. Para pelayan menyajikan makanan yang sudah di siapkan sejak tadi sore.


''Makan ini yang banyak, ini enak Lis.'' Siska menyodorkan piring makanan pada Lisa.


''Makasih Tante.''


''Asalamualaikum ...'' Ucap seseorang dari arah pintu masuk, membuat semua orang menoleh ke asal suara.


Dilihatnya Vano yang baru pulang dari kantornya, Vano mengerutkan keningnya saat ada sepasang suami istri berkunjung ke rumahnya.


Guntur langsung bersikap dingin saat kedatangan Vano, sedangkan Lisa tersenyum dengan sopan.


''Hai Lisa.'' Vano dengan sengaja menyapa Lisa dan melambaikan tanganya.


''Kalian sudah saling kenal?'' Tanya Tante Siska.


''Tentu saja, Mom. Sudah dua kali aku bertemu Lisa. Kenapa kalian tidak mengabariku jika Guntur dan istri cantiknya akan datang? Kalau saja aku tau mereka akan berkunjung, mungkin aku pulang lebih awal Mom.''


''Sudah, ayo kita makan.'' Om Gano menghentikan ocehan anaknya.


Vano melihat Guntur yang sedang menatapnya tidak suka, sementara Vano menyunggingkan bibirnya pertanda bahwa dia akan membuat Guntur kesal malam ini.


Mereka pun makan dengan tenang sambil mengobrol banyak hal, sedari tadi Vano melihat Lisa sambil tersenyum dan itu tak luput dari pandangan Guntur.

__ADS_1


"Cih, pria tua ini mau apa menatap istriku!" Gumam Guntur tak suka.


''Lisa, apa kamu sudah mencoba ini.'' Vano menaruh lauk di piring Lisa, ''Ini adalah olahan daging terbaik di restoran kami, kau pasti suka.''


''Makasih yaa, Kak.'' ucap Lisa tersenyum dan mencoba lauk pemberian Vano, ''Umm ... enak Kak.''


"Emmm ... enak kak." Guntur mencibir dalam hatinya, merasa tidak suka jika Lisa tersenyum pada orang lain.


''Coba juga salad ini, ini salad dari Turki yang kami sediakan di restoran. sesekali coba kamu minta suami mu untuk makan siang di restoran kami.'' Vano melirik Guntur. ''Jika Suami mu tidak bisa, aku siap menemani mu makan siang di restoran ku. Dan itu gratis.''


''Kau pikir aku tidak mampu?''


Semua orang menoleh pada Guntur, sementara Vano langsung terkekeh.


''He he he ... bukan itu maksudku, kamu kan pria sibuk yang memiliki perusahaan besar dan tanggung jawab yang luar biasa. Tentu saja aku yakin kau tidak terlalu punya waktu untuk istri mu, maka aku dengan senang hati menggantikan posisimu. Heh, maksudku ... menemani Lisa untuk sekedar mengobrol sebagai SODARA.''


Guntur menggertakkan giginya, ia tau perkataan di balik ucapan Vano yang sesungguhnya. Jika saja di sini tidak ada Tante Siska dan Om Gano, mungkin saja Vano sudah habis ia hajar.


Dan, malam ini Guntur benar-benar di buat kesal oleh kelakuan Vano yang sengaja mendekati Lisa secara blak blakan di depannya. Guntur yang kesal akhirnya berpamitan dan menarik tangan Lisa untuk segera pulang.


Di dalam mobil, Guntur diam dan itu membuat Lisa mengerutkan keningnya.


''Hubby ...?''


Guntur menoleh, ''Emmm ... enak, Kak.'' Ledek Guntur, lalu membuang mukanya dengan kesal.


"Idih ada apa dengan nya." Gumam Lisa dalam hati, ia tidak menyadari jika Guntur sedang cemburu.


Dan ... malam ini apa yang di lakukan Lisa, di balas Guntur dengan kata kata ledekan. ''Emmm ... enak, Kak.'' Entah itu memberikan minum padanya, mengganti baju, bahkan sebelum tidur Guntur tidak ada habisnya mengatakan itu. Membuat Lisa bingung dengan kelakuan si Tuan Arrogant titisan unta.



...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2