
Seorang wanita seksi turun dari sebuah
mobil , dengan tubuh yang terlukiskan
indah oleh sebuah pakaian ketat yang
melekat di tubuhnya dan bibir yang merah merona membuatnya menjadi perhatian
setiap mata nakal yang memandang .
Wanita itu sedang berjalan memasuki
sebuah Cafe , tempat dia membuat
janji temu dengan seseorang .
Sepasang sepatu high heels yang
melekat di kaki jenjangnya , ikut
menemani langkahnya menuju satu
meja tempat seorang pria yang sedari
tadi telah menunggunya .
Dilemparnya sebuah senyuman manis ,
seakan membuang rasa bersalahnya
atas waktu yang terbuang sia - sia
sang pria yang menunggu kedatangan
sang empu janji .
Terlihat sorot mata sang wanita yang
sedikit kecewa , namun direndam oleh
senyuman yang palsu , dikala melihat
pria yang dihampirinya malah asyik
berbicara dengan orang lain didalam
sambungan telfonnya .
" Maaf , telah menunggu lama ." berdiri
di depan sang pria , sembari membuka
kata , namun yang diajak bicara tidak
membalas , hanya mengangguk dan
menunjuk sebuah kursi yang ditujukan
untuknya , seraya mempersilahkan duduk .
" Terimakasih ." mendudukkan diri di kursi
dengan sang pria yang masih fokus
dengan ponselnya .
Wajah sang pria tiba -tiba berubah ,
menatap layar ponselnya yang mati
dengan wajah tak mengerti , masih
dengan kebisuan , gerakan tangannya
menyimpan ponsel digenggamnya
kedalam saku jas yang dipakainya .
Diteguknya kopi yang telah tersedia
diatas meja , kemudian menaruhnya
kembali ditempat semula , menatap
wajah cantik yang terduduk manis
di depannya .
" Katakan !, untuk apa kau mengajakku
bertemu disini." bersendakap , menunggu
jawaban tanpa mengalihkan pandangan
yang lurus ke depan .
" Jangan terburu-buru , kita kan baru
bertemu ." membuka buku menu , ingin
memesan sesuatu .
" Jangan berbelit-belit , waktuku tidak
banyak ." tegas sang pria yang mulai
bosan , karena telah menunggu terlalu
lama .
Mendengar perkataan yang terlalu jujur
dari mulut pria yang duduk di depan nya
ini , telah membuatnya kesal tapi
tertahan , dia tak mau menunjukkannya
pada sang pria .
" Baiklah , kita langsung saja pada pokok
pembicaraan ," menunjuk pesanannya
saat seorang Pramusaji ada di sampingnya .
Meletakkan buku menu , setelah
pramusaji pergi dari mejanya ,
" Aku hanya ingin menegaskan , aku
tidak akan pernah meninggalkan David
sampai kapanpun ." tegas sang wanita ,
yang membalas tatapan tajam pria
di depannya .
" Terkecuali , jika ....." ucapan nya tidak
dilanjutkan , hanya tatapan yang penuh
nafsu dan gerakan kaki yang menyentuh
sepatu sang pria , menjadi sebuah
jawaban dari kelanjutan kata - kata yang
terpotong .
Si pria tidak memberi respon , hanya
diam , ingin melihat sampai sejauh mana
tingkah wanita ini .
Kaki nakal yang awalnya hanya
menyentuh bagian bawah dari kaki
si pria , merembet naik keatas dengan
perlahan , dibarengi dengan gerakan
tangan yang perlahan menyentuh
jemari tangan pria yang tergeletak
diatas meja .
" Aku tidak peduli urusanmu dengan
David , jangan ikutkan aku didalamnya ."
melepaskan dengan pelan genggaman tangan wanita yang tanpa permisi
menyentuh tangannya.
Semakin kesal memenuhi hati si
wanita , yang mendapat penolakan
mentah dari perlakuan yang dia berikan.
" Untuk kali ini aku bisa kompromi
dengan sikapmu , jangan mencoba
menyangkut pautkan aku diantara
hubungan kalian , terserah kau mau apa
jangan mengajakku untuk bertemu lagi,
dan perlu kau tahu aku sudah ada orang
yang mengisi hidupku sekarang , kau
mengerti apa maksudku kan Rosa ."
mengambil secangkir kopi dan menghabiskan nya .
Rosa kaget dengan pengakuan Andreas ,
yang dengan jujur dan mengalah telak
kan rayuannya , seakan menutup ruang
apapun agar tiada seorang pun bisa
menerobos masuk kedalam hatinya ,
yang nantinya bisa merusak hubungan
dia dan orang terkasihnya .
" Ok aku mengerti , dan terimakasih
telah berkenan bertemu denganku ,
serta aku minta maaf telah membuatmu
menunggu ." Rosa berdiri mendekati
Andreas ingin berjabat tangan .
Tiba -tiba kakinya keseleo , dia terjatuh
menimpa Andreas dan Andreas pun
menangkapnya , terjadilah posisi
mereka yang berpelukan .
Andreas yang kaget segera membantu
Rosa berdiri dan mendudukkannya
di kursi ," kau tidak apa-apa ?," berjongkok,
membuka sepatu dan memeriksa bila
ada terjadi sesuatu dengan kaki Rosa .
Terletak disebuah meja tamu paling
pojok , terdapat seorang yang siap untuk
memotret setiap adegan yang dibuat
seolah sungguhan oleh Rosa .
Sebenarnya Rosa hanya modus ingin
membuat janji temu dengan Andreas ,
alih-alih ingin membicarakan soal
hubungannya dengan David , dia hanya
bertujuan ingin mendekati Andreas .
Rosa sudah tahu jika dia sudah tidak ada
harapan lagi bila masih ingin mengejar
David , dia hanya ingin memperbaiki
dunia modelingnya saja , tapi dia sangat
membutuhkan dukungan dari orang yang berpengaruh .
Semua sudah tahu , jika dia telah
membuat masalah dengan David dan
__ADS_1
berakibat fatal dengan karirnya . Kini
tidak ada satu pun orang maupun
produk yang mau mensponsorinya ,
karirnya sudah hancur dan bisnis
keluarganya pun berantakan akibat ulah campur tangan David .
Ingin mendekati Roy tidak mungkin dia lakukan , akhirnya jalan pintas
satu - satunya adalah Andreas , tapi
dia juga tahu jika Andreas sendiri sudah
memiliki kekasih yang tak lain adalah
teman baik dari istri David .
Andreas terkenal baik dengan siapa
saja , berbeda dengan Roy yang
cenderung lebih keras dan tertutup
dengan setiap orang , begitu pula
dengan David .
Andreas lebih mudah ditemui dan diajak bicara , jika mengajaknya bertemu pasti
dengan mudahnya dia akan datang , itu
yang terlintas di pikiran Rosa , dan niat
untuk menjebak Andreas pun muncul , sebuah keinginan untuk memisahkan hubungan Andreas dengan kekasihnya ,
pun ikut bersemi di otak nakal Rosa .
" Rasanya aku tidak bisa berjalan sendiri ,
boleh aku meminta bantuanmu ?, hanya
sampai di mobil ." menciptakan raut
muka yang menyedihkan , sengaja
mencari simpati dari Andreas .
" Sebentar ." Andreas berdiri ,
melambaikan tangan pada seorang
pegawai yang berada di meja kasir .
Pegawai itu mendekat , di sodorkan nya
sebuah kartu oleh Andreas untuk
menyelesaikan pembayaran atas
minuman yang telah di pesannya dan
pesanan Rosa pun tak lupa diikut sertakan .
Setelah selesai , dengan terpaksa
Andreas menuruti permintaan Rosa , dia
membantu untuk menuntunnya saat
berjalan , posisi itu diambil kesempatan
oleh Rosa untuk melingkarkan satu
tangannya ke pinggang Andreas . Orang suruhan Rosa siap untuk menangkap
gambar yang pas disetiap kesempatan .
Tanpa ada rasa curiga sedikit pun
Andreas memegang bahu Rosa ,
menuntunnya hingga sampai di mobil
di bukanya pintu mobil , dengan cekatan
Andreas membantu Rosa untuk duduk .
Melihat Andreas yang menunduk dan
begitu dekat dengan wajahnya , Rosa
pun mencuri kesempatan , segera dia mendekatkan wajahnya hendak mencuri
cium pipi Andreas , tapi tak sampai
karena kesigapan jemari Andreas yang
dengan cepat menutup pipinya ,
menghalangi pertemuan bibir Rosa
yang sudah bernyali .
" Jaga sikapmu , jangan kau ulangi lagi
dan perlu kau ingat , tidak ada lain kali
untuk kita bertemu , ada hati yang
harus aku jaga , camkan itu ." menutup
pintu mobil dengan kasar .
Meninggalkan mobil Rosa dan menuju
kearah mobil miliknya , merutuki
tindakannya yang telah datang
memenuhi undangan untuk bertemu
dengan Rosa .
Rosa tak terima dengan perlakuan
Andreas padanya , untuk saat ini dia
hanya bisa geram didalam mobil ,
tanpa bisa berbuat apa-apa .
" Tunggu saja Andreas , jangan panggil
aku Rosa jika aku tidak bisa memisahkan
hubungan kalian ." ocehan Rosa disela
mobil yang dikendarainya meninggalkan
πππ
Di Bandara ...
Andreas yang mendapat kabar jika
pesawat yang ditumpangi David dan
rombongannya akan segera transit
di Bandara Jakarta , segera menuju
kesana dengan menggunakan mobil
Limousine milik David , agar bisa muat
semua orang didalamnya .
Pintu pesawat sudah terbuka , para
pramugari memberikan arahan pada
penumpang jika mereka bisa turun
sekarang .
Tanpa menunggu ajakan dari siapa pun , Anggi berjalan keluar sendirian .
" Mer , kau mau ikut denganku apa
ikut dengan om - om sok kecakepan
ini ." berlalu menuju kearah pintu
hendak menuruni tangga .
Kekesalan Roy semakin menjadi , akibat
ulah dari omongan Anggi yang sedari
tadi sudah dengan sengaja mengejek
nya di depan Mery , tanpa rasa bersalah sedikit pun .
Tanpa menghiraukan perasaan Roy , juga
tanpa pamit Mery menuruti ajakan
Anggi untuk keluar dari pesawat dan
meninggalkan Roy sendirian , akhirnya
dengan perasaan yang masih kesal
Roy pun membuntuti dibelakangnya .
" Nggi , mulutmu ini lama - lama tidak
bisa direm ya ." mensejajarkan dirinya
di sebelah Anggi .
" Apa ? , memang bener kok kalau kau
itu ibarat om bagi Mery ,dan tak pantas
jika bersanding dengan nya ." berhenti ,
berbicara dengan Roy dengan wajah
menantang .
Roy semakin tidak terima dengan
penghinaan yang Anggi berikan
padanya , menurutnya dia terhitung
masih muda jika di bandingkan dengan
David dan Andreas , dan wajahnya pun
tidak menunjukkan jika dia berusia
sudah hampir tiga puluh tahunan .
" He.. Nggi , yang om - om itu yang
di sana itu lihat , dia pantas dipanggil
om , setara sekarang dia umurnya
mungkin sudah mau menginjak tiga
puluh satu tahun dan bersiap- siaplah sebentar lagi kau akan menikah
dengan om -om ,haha.. ."
Membalas ejekan Anggi , dengan
menunjuk kearah Andreas yang sudah
berdiri di sebelah mobil yang akan
mereka tumpangi nanti .
Anggi menoleh , mengikuti arah yang
ditunjuk oleh Roy , memandang sosok
Andreas yang tak jauh darinya , didalam
lubuk hatinya sangat merindukan
Andreas , akan tetapi jika mengingat
tentang suara seorang wanita yang didengarnya tadi , membuatnya
enggan untuk menemui apalagi
mendekati Andreas .
**
Semua orang sudah keluar , tinggal
Joy dan David yang masih tertidur
didalam kamar yang tersedia di dalam
pesawat , tanpa ada orang yang berani
untuk menggangunya .
Merasa waktu agak lama , tapi tidak ada
__ADS_1
tanda orang yang bangun di dalam
kamar , akhirnya Roy pun menyuruh
seorang pramugari untuk
membangunkan Joy dan David yang
masih tertidur .
Dengan penuh rasa was-was
seorang pramugari mengetuk pintu
pelan , ingin memberitahukan jika
sudah waktunya untuk turun .
Glekk....
Pintu terbuka , sosok David keluar dengan
wajah kusutnya , menatap kearah orang
yang berada di depan pintu , tatapannya
seakan berbicara ," ada apa ." tapi tanpa
ada suara yang mengikuti .
" Maaf tuan , kita sudah sampai
di Bandara Jakarta , semua orang sudah
turun , tinggal anda dan nyonya yang
masih di Pesawat ." dengan suara pelan
dan menunduk , sang Pramugari
menyampaikan pada tuannya , takut jika
dia lancang mengganggu kenyamanan tuannya .
" Baiklah , kau boleh pergi ." kembali
menutup pintu .
David sebenarnya tak tega jika harus
membangunkan istrinya yang tertidur
sangat pulas dan juga terlihat lelah
akibat ulah nya , alih-alih ingin
menemani Joy beristirahat , malah
sibuk dengan gairah nya yang tidak
tertahan jika sudah berada di dekat
istrinya .
" Sayang , kita sudah sampai ." menyibak
rambut yang menutupi leher jenjang
Joy dan menciumnya .
Joy tergelak dengan mata yang masih
terpejam ," hemm " mengeser letak
tidurnya dan masih enggan tuk
membuka mata . David semakin gemas
dengan tingkah istrinya , membuatnya
semakin giat untuk mencium leher
hingga merembet ke wajahnya .
Joy yang merasa geli dengan ulah
suaminya , pun berbalik agar David
tidak bisa lagi mencium leher maupun
pipinya , tanpa dia duga malah bibir
mereka yang bertemu tanpa sengaja .
Dengan cepat David menjauhkan diri
dan berlari masuk ke dalam kamar
mandi , Joy memandang kepergian
David dengan wajah terkejut ,
memikirkan kesalahan apa yang dia
lakukan , yang membuat David lari
menjauhinya .
Tak berapa lama Joy menghampiri
tempat David , yang lama tidak kunjung
keluar , karena ada sesuatu yang sudah
tertahankan .
" David .. cepat keluar , aku pingin buang
air kecil , kau sedang apa didalam lama sekali." berteriak sambil mengetuk pintu
dengan keras .
" Iya sayang sebentar lagi , aku sudah
selesai kok ." menyahut dengan masih
di dalam .
" Cepetan , kalau enggak aku pipis
disini ." pintu terbuka David keluar
dengan hanya memakai handuk yang
terlilit di pinggang .
Dengan wajah cemberut Joy segera
masuk kedalam kamar mandi , David
tersenyum melihat tingkah istrinya ,
dia suka sekali jika melihat istrinya
yang sedang marah dan cemberut
padanya , apalagi pas sedang manja
membuatnya tak bisa menahan untuk
tidak berada didekatnya .
Tak berapa lama Joy keluar ," Aku tidak
usah berganti pakaian ya." berjalan
mendekati David yang sedang
mengenakan kemeja .
" Terserah kau saja sayang , jika ingin
aroma bercinta kita tercium oleh orang
lain diluar sana ." tersenyum menatap
Joy .
"Astaga ." Joy langsung melotot ,dia baru teringat kenakalan David tadi padanya.
Dengan cepat Joy mengambil baju
ganti dan masuk kembali kedalam
kamar mandi .
**
Joy turun bersama dengan David yang dengan siap siaga membantu untuk
menuntunnya , dengan langkah berhati-
hati dia menuruni tangga .
Terlihat teman - temannya sedang
berdiri jauh , telah menunggu
kedatangan dia dan suaminya .
Ingin rasanya dia berlari , andai saja
tidak ada seseorang yang ada didalam kandungannya .
Sebuah keadaan yang membuatnya
tidak mungkin untuk berlari , kok berlari
untuk berjalan saja dia sudah susah ,
ingin rasanya dia menaruh beban
di perutnya untuk sebentar saja dan menghirup udara dalam-dalam , serta
melepas sesak yang memenuhi perutnya .
Tapi semua itu tidak mungkin dia bisa
dia lakukan , cuma khayalan lucu yang
sempat terlintas di benaknya saat lelah
menderanya .
Bukan penyesalan yang kini dia rasakan ,
tapi rasa bahagia nya menandingi
rasa sesak yang dialaminya, karena
sebentar lagi dia akan bisa mendengar
tangisan yang sudah di tunggunya
sejak beberapa bulan yg sudah dilaluinya .
" Lama sekali Joy ?." gumam Anggi
saat Joy sudah dekat .
" Maaf Nggi , aku ketiduran ." meringis
dengan menyipitkan kedua matanya .
Melihat kearah mobil ," kita akan naik
mobil ini David ? ." menatap wajah
David , dan jawaban anggukan yang
di terimanya .
Mereka masuk mobil secara bergantian
tinggal Anggi dan Andreas yang masih
di luar , dia masih terdiam enggan untuk berada satu mobil dengan Andreas ,
" Nggi , ayo masuk ." panggil Joy yang
sudah di dalam mobil .
Masih tidak bergeming , " sayang .."
Andreas hendak memegang tangan
Anggi , namun di hempas , dengan
cepat dan tanpa bicara Anggi masuk ,
mengambil tempat duduk di sebelah
Mery , sengaja menjauh dari Andreas .
πππππππ
_
_
Maaf up nya lama ,,, ini 2 episode
author gabung ya .. terlalu asik nulis
sampai lupa misah , kebablasan
nggak lihat udah berapa kata ππ
__ADS_1
Langsung aja Next...