Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Andreas...


__ADS_3

Seorang wanita seksi turun dari sebuah


mobil , dengan tubuh yang terlukiskan


indah oleh sebuah pakaian ketat yang


melekat di tubuhnya dan bibir yang merah merona membuatnya menjadi perhatian


setiap mata nakal yang memandang .


Wanita itu sedang berjalan memasuki


sebuah Cafe , tempat dia membuat


janji temu dengan seseorang .


Sepasang sepatu high heels yang


melekat di kaki jenjangnya , ikut


menemani langkahnya menuju satu


meja tempat seorang pria yang sedari


tadi telah menunggunya .


Dilemparnya sebuah senyuman manis ,


seakan membuang rasa bersalahnya


atas waktu yang terbuang sia - sia


sang pria yang menunggu kedatangan


sang empu janji .


Terlihat sorot mata sang wanita yang


sedikit kecewa , namun direndam oleh


senyuman yang palsu , dikala melihat


pria yang dihampirinya malah asyik


berbicara dengan orang lain didalam


sambungan telfonnya .


" Maaf , telah menunggu lama ." berdiri


di depan sang pria , sembari membuka


kata , namun yang diajak bicara tidak


membalas , hanya mengangguk dan


menunjuk sebuah kursi yang ditujukan


untuknya , seraya mempersilahkan duduk .


" Terimakasih ." mendudukkan diri di kursi


dengan sang pria yang masih fokus


dengan ponselnya .


Wajah sang pria tiba -tiba berubah ,


menatap layar ponselnya yang mati


dengan wajah tak mengerti , masih


dengan kebisuan , gerakan tangannya


menyimpan ponsel digenggamnya


kedalam saku jas yang dipakainya .


Diteguknya kopi yang telah tersedia


diatas meja , kemudian menaruhnya


kembali ditempat semula , menatap


wajah cantik yang terduduk manis


di depannya .


" Katakan !, untuk apa kau mengajakku


bertemu disini." bersendakap , menunggu


jawaban tanpa mengalihkan pandangan


yang lurus ke depan .


" Jangan terburu-buru , kita kan baru


bertemu ." membuka buku menu , ingin


memesan sesuatu .


" Jangan berbelit-belit , waktuku tidak


banyak ." tegas sang pria yang mulai


bosan , karena telah menunggu terlalu


lama .


Mendengar perkataan yang terlalu jujur


dari mulut pria yang duduk di depan nya


ini , telah membuatnya kesal tapi


tertahan , dia tak mau menunjukkannya


pada sang pria .


" Baiklah , kita langsung saja pada pokok


pembicaraan ," menunjuk pesanannya


saat seorang Pramusaji ada di sampingnya .


Meletakkan buku menu , setelah


pramusaji pergi dari mejanya ,


" Aku hanya ingin menegaskan , aku


tidak akan pernah meninggalkan David


sampai kapanpun ." tegas sang wanita ,


yang membalas tatapan tajam pria


di depannya .


" Terkecuali , jika ....." ucapan nya tidak


dilanjutkan , hanya tatapan yang penuh


nafsu dan gerakan kaki yang menyentuh


sepatu sang pria , menjadi sebuah


jawaban dari kelanjutan kata - kata yang


terpotong .


Si pria tidak memberi respon , hanya


diam , ingin melihat sampai sejauh mana


tingkah wanita ini .


Kaki nakal yang awalnya hanya


menyentuh bagian bawah dari kaki


si pria , merembet naik keatas dengan


perlahan , dibarengi dengan gerakan


tangan yang perlahan menyentuh


jemari tangan pria yang tergeletak


diatas meja .


" Aku tidak peduli urusanmu dengan


David , jangan ikutkan aku didalamnya ."


melepaskan dengan pelan genggaman tangan wanita yang tanpa permisi


menyentuh tangannya.


Semakin kesal memenuhi hati si


wanita , yang mendapat penolakan


mentah dari perlakuan yang dia berikan.


" Untuk kali ini aku bisa kompromi


dengan sikapmu , jangan mencoba


menyangkut pautkan aku diantara


hubungan kalian , terserah kau mau apa


jangan mengajakku untuk bertemu lagi,


dan perlu kau tahu aku sudah ada orang


yang mengisi hidupku sekarang , kau


mengerti apa maksudku kan Rosa ."


mengambil secangkir kopi dan menghabiskan nya .


Rosa kaget dengan pengakuan Andreas ,


yang dengan jujur dan mengalah telak


kan rayuannya , seakan menutup ruang


apapun agar tiada seorang pun bisa


menerobos masuk kedalam hatinya ,


yang nantinya bisa merusak hubungan


dia dan orang terkasihnya .


" Ok aku mengerti , dan terimakasih


telah berkenan bertemu denganku ,


serta aku minta maaf telah membuatmu


menunggu ." Rosa berdiri mendekati


Andreas ingin berjabat tangan .


Tiba -tiba kakinya keseleo , dia terjatuh


menimpa Andreas dan Andreas pun


menangkapnya , terjadilah posisi


mereka yang berpelukan .


Andreas yang kaget segera membantu


Rosa berdiri dan mendudukkannya


di kursi ," kau tidak apa-apa ?," berjongkok,


membuka sepatu dan memeriksa bila


ada terjadi sesuatu dengan kaki Rosa .


Terletak disebuah meja tamu paling


pojok , terdapat seorang yang siap untuk


memotret setiap adegan yang dibuat


seolah sungguhan oleh Rosa .


Sebenarnya Rosa hanya modus ingin


membuat janji temu dengan Andreas ,


alih-alih ingin membicarakan soal


hubungannya dengan David , dia hanya


bertujuan ingin mendekati Andreas .


Rosa sudah tahu jika dia sudah tidak ada


harapan lagi bila masih ingin mengejar


David , dia hanya ingin memperbaiki


dunia modelingnya saja , tapi dia sangat


membutuhkan dukungan dari orang yang berpengaruh .


Semua sudah tahu , jika dia telah


membuat masalah dengan David dan

__ADS_1


berakibat fatal dengan karirnya . Kini


tidak ada satu pun orang maupun


produk yang mau mensponsorinya ,


karirnya sudah hancur dan bisnis


keluarganya pun berantakan akibat ulah campur tangan David .


Ingin mendekati Roy tidak mungkin dia lakukan , akhirnya jalan pintas


satu - satunya adalah Andreas , tapi


dia juga tahu jika Andreas sendiri sudah


memiliki kekasih yang tak lain adalah


teman baik dari istri David .


Andreas terkenal baik dengan siapa


saja , berbeda dengan Roy yang


cenderung lebih keras dan tertutup


dengan setiap orang , begitu pula


dengan David .


Andreas lebih mudah ditemui dan diajak bicara , jika mengajaknya bertemu pasti


dengan mudahnya dia akan datang , itu


yang terlintas di pikiran Rosa , dan niat


untuk menjebak Andreas pun muncul , sebuah keinginan untuk memisahkan hubungan Andreas dengan kekasihnya ,


pun ikut bersemi di otak nakal Rosa .


" Rasanya aku tidak bisa berjalan sendiri ,


boleh aku meminta bantuanmu ?, hanya


sampai di mobil ." menciptakan raut


muka yang menyedihkan , sengaja


mencari simpati dari Andreas .


" Sebentar ." Andreas berdiri ,


melambaikan tangan pada seorang


pegawai yang berada di meja kasir .


Pegawai itu mendekat , di sodorkan nya


sebuah kartu oleh Andreas untuk


menyelesaikan pembayaran atas


minuman yang telah di pesannya dan


pesanan Rosa pun tak lupa diikut sertakan .


Setelah selesai , dengan terpaksa


Andreas menuruti permintaan Rosa , dia


membantu untuk menuntunnya saat


berjalan , posisi itu diambil kesempatan


oleh Rosa untuk melingkarkan satu


tangannya ke pinggang Andreas . Orang suruhan Rosa siap untuk menangkap


gambar yang pas disetiap kesempatan .


Tanpa ada rasa curiga sedikit pun


Andreas memegang bahu Rosa ,


menuntunnya hingga sampai di mobil


di bukanya pintu mobil , dengan cekatan


Andreas membantu Rosa untuk duduk .


Melihat Andreas yang menunduk dan


begitu dekat dengan wajahnya , Rosa


pun mencuri kesempatan , segera dia mendekatkan wajahnya hendak mencuri


cium pipi Andreas , tapi tak sampai


karena kesigapan jemari Andreas yang


dengan cepat menutup pipinya ,


menghalangi pertemuan bibir Rosa


yang sudah bernyali .


" Jaga sikapmu , jangan kau ulangi lagi


dan perlu kau ingat , tidak ada lain kali


untuk kita bertemu , ada hati yang


harus aku jaga , camkan itu ." menutup


pintu mobil dengan kasar .


Meninggalkan mobil Rosa dan menuju


kearah mobil miliknya , merutuki


tindakannya yang telah datang


memenuhi undangan untuk bertemu


dengan Rosa .


Rosa tak terima dengan perlakuan


Andreas padanya , untuk saat ini dia


hanya bisa geram didalam mobil ,


tanpa bisa berbuat apa-apa .


" Tunggu saja Andreas , jangan panggil


aku Rosa jika aku tidak bisa memisahkan


hubungan kalian ." ocehan Rosa disela


mobil yang dikendarainya meninggalkan


πŸ€πŸ€πŸ€


Di Bandara ...


Andreas yang mendapat kabar jika


pesawat yang ditumpangi David dan


rombongannya akan segera transit


di Bandara Jakarta , segera menuju


kesana dengan menggunakan mobil


Limousine milik David , agar bisa muat


semua orang didalamnya .


Pintu pesawat sudah terbuka , para


pramugari memberikan arahan pada


penumpang jika mereka bisa turun


sekarang .


Tanpa menunggu ajakan dari siapa pun , Anggi berjalan keluar sendirian .


" Mer , kau mau ikut denganku apa


ikut dengan om - om sok kecakepan


ini ." berlalu menuju kearah pintu


hendak menuruni tangga .


Kekesalan Roy semakin menjadi , akibat


ulah dari omongan Anggi yang sedari


tadi sudah dengan sengaja mengejek


nya di depan Mery , tanpa rasa bersalah sedikit pun .


Tanpa menghiraukan perasaan Roy , juga


tanpa pamit Mery menuruti ajakan


Anggi untuk keluar dari pesawat dan


meninggalkan Roy sendirian , akhirnya


dengan perasaan yang masih kesal


Roy pun membuntuti dibelakangnya .


" Nggi , mulutmu ini lama - lama tidak


bisa direm ya ." mensejajarkan dirinya


di sebelah Anggi .


" Apa ? , memang bener kok kalau kau


itu ibarat om bagi Mery ,dan tak pantas


jika bersanding dengan nya ." berhenti ,


berbicara dengan Roy dengan wajah


menantang .


Roy semakin tidak terima dengan


penghinaan yang Anggi berikan


padanya , menurutnya dia terhitung


masih muda jika di bandingkan dengan


David dan Andreas , dan wajahnya pun


tidak menunjukkan jika dia berusia


sudah hampir tiga puluh tahunan .


" He.. Nggi , yang om - om itu yang


di sana itu lihat , dia pantas dipanggil


om , setara sekarang dia umurnya


mungkin sudah mau menginjak tiga


puluh satu tahun dan bersiap- siaplah sebentar lagi kau akan menikah


dengan om -om ,haha.. ."


Membalas ejekan Anggi , dengan


menunjuk kearah Andreas yang sudah


berdiri di sebelah mobil yang akan


mereka tumpangi nanti .


Anggi menoleh , mengikuti arah yang


ditunjuk oleh Roy , memandang sosok


Andreas yang tak jauh darinya , didalam


lubuk hatinya sangat merindukan


Andreas , akan tetapi jika mengingat


tentang suara seorang wanita yang didengarnya tadi , membuatnya


enggan untuk menemui apalagi


mendekati Andreas .


**


Semua orang sudah keluar , tinggal


Joy dan David yang masih tertidur


didalam kamar yang tersedia di dalam


pesawat , tanpa ada orang yang berani


untuk menggangunya .


Merasa waktu agak lama , tapi tidak ada

__ADS_1


tanda orang yang bangun di dalam


kamar , akhirnya Roy pun menyuruh


seorang pramugari untuk


membangunkan Joy dan David yang


masih tertidur .


Dengan penuh rasa was-was


seorang pramugari mengetuk pintu


pelan , ingin memberitahukan jika


sudah waktunya untuk turun .


Glekk....


Pintu terbuka , sosok David keluar dengan


wajah kusutnya , menatap kearah orang


yang berada di depan pintu , tatapannya


seakan berbicara ," ada apa ." tapi tanpa


ada suara yang mengikuti .


" Maaf tuan , kita sudah sampai


di Bandara Jakarta , semua orang sudah


turun , tinggal anda dan nyonya yang


masih di Pesawat ." dengan suara pelan


dan menunduk , sang Pramugari


menyampaikan pada tuannya , takut jika


dia lancang mengganggu kenyamanan tuannya .


" Baiklah , kau boleh pergi ." kembali


menutup pintu .


David sebenarnya tak tega jika harus


membangunkan istrinya yang tertidur


sangat pulas dan juga terlihat lelah


akibat ulah nya , alih-alih ingin


menemani Joy beristirahat , malah


sibuk dengan gairah nya yang tidak


tertahan jika sudah berada di dekat


istrinya .


" Sayang , kita sudah sampai ." menyibak


rambut yang menutupi leher jenjang


Joy dan menciumnya .


Joy tergelak dengan mata yang masih


terpejam ," hemm " mengeser letak


tidurnya dan masih enggan tuk


membuka mata . David semakin gemas


dengan tingkah istrinya , membuatnya


semakin giat untuk mencium leher


hingga merembet ke wajahnya .


Joy yang merasa geli dengan ulah


suaminya , pun berbalik agar David


tidak bisa lagi mencium leher maupun


pipinya , tanpa dia duga malah bibir


mereka yang bertemu tanpa sengaja .


Dengan cepat David menjauhkan diri


dan berlari masuk ke dalam kamar


mandi , Joy memandang kepergian


David dengan wajah terkejut ,


memikirkan kesalahan apa yang dia


lakukan , yang membuat David lari


menjauhinya .


Tak berapa lama Joy menghampiri


tempat David , yang lama tidak kunjung


keluar , karena ada sesuatu yang sudah


tertahankan .


" David .. cepat keluar , aku pingin buang


air kecil , kau sedang apa didalam lama sekali." berteriak sambil mengetuk pintu


dengan keras .


" Iya sayang sebentar lagi , aku sudah


selesai kok ." menyahut dengan masih


di dalam .


" Cepetan , kalau enggak aku pipis


disini ." pintu terbuka David keluar


dengan hanya memakai handuk yang


terlilit di pinggang .


Dengan wajah cemberut Joy segera


masuk kedalam kamar mandi , David


tersenyum melihat tingkah istrinya ,


dia suka sekali jika melihat istrinya


yang sedang marah dan cemberut


padanya , apalagi pas sedang manja


membuatnya tak bisa menahan untuk


tidak berada didekatnya .


Tak berapa lama Joy keluar ," Aku tidak


usah berganti pakaian ya." berjalan


mendekati David yang sedang


mengenakan kemeja .


" Terserah kau saja sayang , jika ingin


aroma bercinta kita tercium oleh orang


lain diluar sana ." tersenyum menatap


Joy .


"Astaga ." Joy langsung melotot ,dia baru teringat kenakalan David tadi padanya.


Dengan cepat Joy mengambil baju


ganti dan masuk kembali kedalam


kamar mandi .


**


Joy turun bersama dengan David yang dengan siap siaga membantu untuk


menuntunnya , dengan langkah berhati-


hati dia menuruni tangga .


Terlihat teman - temannya sedang


berdiri jauh , telah menunggu


kedatangan dia dan suaminya .


Ingin rasanya dia berlari , andai saja


tidak ada seseorang yang ada didalam kandungannya .


Sebuah keadaan yang membuatnya


tidak mungkin untuk berlari , kok berlari


untuk berjalan saja dia sudah susah ,


ingin rasanya dia menaruh beban


di perutnya untuk sebentar saja dan menghirup udara dalam-dalam , serta


melepas sesak yang memenuhi perutnya .


Tapi semua itu tidak mungkin dia bisa


dia lakukan , cuma khayalan lucu yang


sempat terlintas di benaknya saat lelah


menderanya .


Bukan penyesalan yang kini dia rasakan ,


tapi rasa bahagia nya menandingi


rasa sesak yang dialaminya, karena


sebentar lagi dia akan bisa mendengar


tangisan yang sudah di tunggunya


sejak beberapa bulan yg sudah dilaluinya .


" Lama sekali Joy ?." gumam Anggi


saat Joy sudah dekat .


" Maaf Nggi , aku ketiduran ." meringis


dengan menyipitkan kedua matanya .


Melihat kearah mobil ," kita akan naik


mobil ini David ? ." menatap wajah


David , dan jawaban anggukan yang


di terimanya .


Mereka masuk mobil secara bergantian


tinggal Anggi dan Andreas yang masih


di luar , dia masih terdiam enggan untuk berada satu mobil dengan Andreas ,


" Nggi , ayo masuk ." panggil Joy yang


sudah di dalam mobil .


Masih tidak bergeming , " sayang .."


Andreas hendak memegang tangan


Anggi , namun di hempas , dengan


cepat dan tanpa bicara Anggi masuk ,


mengambil tempat duduk di sebelah


Mery , sengaja menjauh dari Andreas .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_


Maaf up nya lama ,,, ini 2 episode


author gabung ya .. terlalu asik nulis


sampai lupa misah , kebablasan


nggak lihat udah berapa kata πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Langsung aja Next...


__ADS_2