Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Menemui Anggi


__ADS_3

Setelah puas menemui kekasihnya serta


memberi pelajaran pada wanita yang


sudah berani menggoda Andreas , Anggi


memutuskan untuk pergi ke Toko bunga .


Untuk memenuhi janjinya pada sang nenek,


dia tak mau berlama - lama berada di kantor


Andreas . Karena hari ini di Toko lagi banyak


pesanan rangkaian bunga .


Tepat di depan Kantor , Anggi menghentikan


sebuah taxi , dengan sekali lambaian


Anggi pun berteriak ," taxiiiii..." sebuah


mobil sedan berhenti tepat di depannya .


Satu tangan meraih pintu , dengan sekali


tarikan pintu pun terbuka , Anggi masuk


dan mendudukkan bokong nya dengan


keras , seakan mewakili rasa geram


yang merasuki hatinya sejak di dalam tadi .


" Cepat jalan pak , ke jln Purnama no 7 ,


nanti berhenti di depan Toko bunga ya pak ." Anggi menjelaskan alamat yang menjadi


tujuan nya .


" Baik None ." menginjak pedal gas ,mobil


pun pergi meninggalkan lokasi Kantor


Andreas .


Dengan menaiki sebuah taxi Anggi pergi meninggalkan Kantor tempat seorang


Andreas mengelola perusahaannya .


Masih tersimpan sebuah rasa amarah


di dada Anggi duduk di dalam taxi ,


" Apa sih yang dipandang Andreas dari


wanita itu , tubuhnya saja penuh dengan


renovasi , apalagi wajahnya sudah berapa


kali kena tusukan jarum suntik , sedikit pun


tidak ada manisnya , dari pada dia lebih


manisan aku ."


Mematikan satu panggilan yang tertulis


nama " Andreas gemes " disana .


" Jangan berharap mendapat maaf ku


secepat ini ." memasukkan ponselnya


kedalam tas .


Sepanjang perjalanan Anggi masih


bergelut dengan kata hati dan pikirannya ,


sampai sampai dia tak menyadari jika


taxi yang di tumpangi nya sudah berhenti


dan sampai pada alamat yang di sebutkan


nya tadi pada sang Supir .


" Sudah sampai None ."


" Iya pak ."


Suara sang supir yang menggema berhasil


membuyarkan lamunannya , di tengoknya


kearah jendela , terlihat disana Julia


sedang merapikan rangkaian bunga yang


sudah di hias.


Julia adalah seorang pegawai yang bekerja


di toko bunga untuk membantu nenek


disaat Anggi pergi ke Surabaya tempo hari.


" Cepat sekali ," melihat satuan angka


yang tertera di kemudi menunjukkan


berapa nominal biaya antar naik taxi .


Merogoh dalam tas , di ambilnya satu


dompet berwarna coklat polos , Anggi


memilah isi di dalamnya untuk mengambil


satu lembar uang berwarna merah muda


untuk diserahkan pada pak supir taxi .


" Ini pak , kembaliannya buat bapak saja ."


" Terimakasih none ." memasukkan


uang pemberian Anggi kedalam saku .


Dengan cepat Anggi turun dari Taxi ,


melangkahkan kakinya menuju area Toko , terlihat banyak sekali bunga segar


terjajar rapi di depannya , yang meminta


untuk segera di eksekusi , agar menjadi


sebuah rangkaian bunga yang indah .


Seorang wanita sekitaran berumur dua


puluhan sibuk menata bunga di depan


Toko , hendak mengambil satu keranjang bunga lili dan mawar untuk di bawa masuk .


" Hai Juli , apa aku terlambat ? , Nenek


dimana ?."


Yang di panggil pun menoleh ," embak


Anggi ?, silahkan masuk embak, Nenek


ada didalam bersama tamunya dan embak

__ADS_1


Anggi juga dari tadi di cariin oleh salah


satu tamu yang katanya dia temennya


embak Anggi ."


" Tamu ? , temanku , namanya siapa ?."


Anggi bergegas masuk kedalam toko ,


tak sabar menunggu jawaban Julia yang


tak kunjung menjawab , di lewatinya


jajaran bunga yang berserakan tapi


masih tertata rapi , membuat jalannya


masuk kedalam menjadi sempit .


" Siapa ya , apa Joy , apa Oma Ratih


mengijinkan Joy kemari , rasanya tidak


mungkin deh ." gumam Anggi lirih .


Saking tergopohnya Anggi menabrak


seseorang , brukk.. dia terjatuh .


Orang yang di tabrak Anggi pun ikut terjatuh


karena orang itu membawa keranjang


bunga , alhasil bunga di tangannya ikut


terbuang berserakan .


" Eh , maaf ." membantu memunguti


bunga , yang di tabrak pun menoleh.


" Ya elah , ini kamu Mery ?. ternyata yang


mencariku itu kamu , ke sini sama siapa ?."


Mery manyun , merasa kesal sudah


terjatuh malah mendengar ocehan Anggi


yang seperti menyepelekannya .


" Tidak , aku bukan Mery , aku tidak pernah


mencari kak Anggi , ngapain aku repot


repot mencari kakak , kurang kerjaan


sekali , mmm iya sih memang aku tidak


punya pekerjaan , upsss hahaha,,,." Mery menutup bibirnya , tertawa sendiri dengan


apa yang barusan di bicarakan nya .


" Dasar kau , di tanya malah ngomel


apa susahnya sih jawab ." memukul


lengan Mery .


" Kak Anggi sih yang duluan, apa susahnya


sih berkata manis ke aku , gak garing gitu ."


" Garing,,? emang krupuk , dasar bocah


di tanya malah ngajak debat , KAU KESINI


SAMA SIAPA ,,,?."


Anggi menjewer telinga Mery , berbicara


Mery .


" Sudah jelas belum , apa mau aku ulangi ?."


" Apa sih kak Anggi ini , bicara pelan gak


bisa apa , aku kemari bersama kak Joy


dan Oma mereka ada di belakang toko ."


sambil menggosok telinga yang terasa


panas .


" Bilang kek dari tadi ." meninggalkan


Mery .


" Ow , dasar nenek lampir ."


Mery melanjutkan memasukkan bunga


yang masih tersisa , " perlu bantuan Mer ?."


pertanyaan Julia melihat Mery yang sedang


berjongkok memasukkan bunga kedalam


keranjang .


" Tidak usah kak Ju , ini juga dah selesai


kok ."


" Ya sudah kalau begitu, aku mau membawa


ini ke belakang ya ."


" Iy kak ."


Saat Mery hendak berdiri , dia melihat


amplop coklat terselip di sela pot bunga .


" Amplop ?, " mengambil , membaca tulisan


di atasnya .


" O ,, ternyata milik kak Anggi , pasti terjatuh


pas menabrakku tadi , hemm aku umpetin


saja biar dia gelabakan , hahaha."


Memasukkan amplop milik Anggi kedalam


tas yang menggantung di badannya ,


membayangkan jika Anggi nanti mencari amplop yang hilang .


Anggi menghampiri Joy yang duduk di


taman kecil milik Nenek, yang dulu pernah


dirawat oleh nya , Joy menyiram bunga


yang ditanamnya dulu saat membantu


beres - beres di Toko bunga ini .


" Kau sudah besar ya , pasti Anggi merawat


kalian dengan baik ." berbicara sendiri .

__ADS_1


" Ya pasti , mereka aku anggap seperti


layaknya anakku sendiri ." sahutan Anggi


yang mendengar ocehan temannya .


Joy menoleh ," Anggi , dari mana saja


kamu ?." menaruh alat penyiram .


" Dari Kantor Andreas ." berjalan mendekat .


" Kalian sudah baikan ?, dari kemarin aku


sudah menduga jika Andreas tidak mungkin


melakukan itu ." mengajak Anggi duduk


di kursi .


" Tidak semudah itu Joy , aku kesana


karena ada orang yang mengirimkan


surat padaku agar aku datang ke Kantor


Andreas ."


" Surat ? kau mendapat teror dari wanita


itu ? lalu hubungan kalian sekarang ?."


Anggi teringat dengan amplop yang


di bawanya , dengan cepat dia membuka


tas miliknya , mencari amplop hendak


ditunjukkan pada sahabatnya.


" Hah , perasaan tadi aku masukkan


kesini , kenapa sekarang tidak ada , apa


aku yang lupa , jangan jangan hilang ."


Memeriksa isi dalam tas , mengeluarkan


semua barang ," mencari apa Nggi ?."


" Amplop Joy , tadi aku memasukkannya kesini , apa jatuh ya atau terjatuh di taxi


tadi ? mampus aku ." memegang kepalanya .


" Seberapa penting nya sih amplop itu


Nggi , sampai kau gelabagan begini ."


melihat temannya yang bingung .


" Bukan begitu Joy , di dalamnya ada foto


wanita jal*ng itu dan mau aku tunjukkan


padamu ." masih mencari , sambil mengingat-ingat dimana amplop itu


sekarang .


" Apa ,,,,, cepat ingat , aku jadi penasaran ."


" Iya Joy sayanggggg,, dari tadi aku juga


berusaha mengingat , dasar ibu hamil ."


" Anggi kenapa hamilku kau bawa - bawa ?."


" Bukan itu maksudku Joy , siapa juga


yang bawa hamil kamu , gak akan bisa


di bawa juga kalau bukan kamu sendiri yang


bawa , repot ."


" Tadi hamil , sekarang repot , aku


merepotkan kamu Nggi ?."


Anggi semakin kesal dengan mood


temannya ini , setiap apa yang dia bilang


selalu disalah artikan .


" Cukup Joy cukup , jangan buat aku


semakin bingung , kau masih mau


lihat foto wanita itu tidak sih ? ."


" Iya Nggi , terus sekarang mana fotonya ?."


Anggi merasa frustasi dengan pertanyaan


sahabatnya ini , " Astaga Joy , kau tidak


melihat aku sekarang sedang mencari ."


Di sela perdebatan Joy dan Anggi , Oma


datang bersama nenek Melati dari dalam


toko .


" Joy Oma ada urusan mendadak , apa kau


masih mau di sini ? , kalau iya kau bisa


tetap di sini biar nanti David menjemputmu ."


Joy berusaha berdiri dengan di bantu oleh


Anggi , melihat cucunya kesusahan Oma


pun mendekat .


" Hati - hati Joy , kau mau kemana ?."


Joy memeluk Oma ," terima kasih Oma ,


Oma selalu mengerti aku ."


" Sudah sudah , mungkin David nanti


datangnya agak terlambat , dia masih


sibuk dengan urusan pekerjaan nya ."


Setelah berpamitan , Oma pergi


meninggalkan Joy dengan di antarkan


oleh nenek Melati sampai di depan .


Oma melarang cucu menantu nya itu


untuk mengantar , tidak tega jika melihat


nya berjalan .


" Susah Mel aku titip cucuku ."


" pasti ku jaga dia juga seperti cucuku


sendiri ."

__ADS_1


Oma masuk kedalam mobil , dengan melambaikan tangan , mobil pun


pergi meninggalkan nenek sendiri .


__ADS_2