
πππππππππππ πππ
Roy berjalan menuju rumah Joy , dia
bingung harus bicara apa jika nanti
tantenya mengetahui kalau David ada
di rumahnya.
**Semoga Tante Wulan sudah pergi ke Tokonya , agar aku bisa dengan mudah mengajak David pulang**
Roy bicara dalam hati , dia berjalan dengan menunduk sampai ia tak tau jika ada orang
di depannya.
***
Karena sekarang hari Minggu , Mery tak bersekolah . Hari ini dia berencana
mengajak adinda untuk jalan- jalan, setelah selesai sarapan Mery pamit kerumah Adinda pada Tante Wulan .
" Tante , Mery kerumah Dinda dulu y , tadi Mery sudah mencoba membangunkan kak Joy , dia sudah bangun tapi pintu kamarnya masih tertutup, . " Mery pamit lalu berjalan keluar rumah tapi dia sempat melirik pintu kamar Joy yang belum terbuka.
"Hm..,mungkin Joy kelelahan Mer,,,kemarin kan dia membantu Puspita masak ." jawab ibu Joy saat melihat Mery sudah akan pergi.
"Benar juga ya Tante, nggak biasanya ka
Joy jam segini belum bangun ." Mery
menganggukan kepala setuju dengan ucapan ibu Wulan dan beranjak keluar rumah .
Mery berjalan terburu-buru menuju rumah Adinda, saat baru keluar dari pagar rumah Tante Wulan Mery bertabrakan dengan seorang lelaki sampai ia terjatuh.
" Hey , kalau jalan pakai mata , main nyelonong aja sakit tau ." olok Mery saat
dia terjatuh dan geram dengan orang yang ada di hadapannya karena tidak minta mau maaf atau pun menolongnya.
Roy hanya diam melihat Mery terjatuh, tak mencoba untuk membantunya, dan melanjutkan berjalan masuk ke halaman rumah tantenya.
" Dasar kurang ajar , sudah menabrak tak
mau minta maaf pula, awas ya kalo sampai aku bertemu dengannya lagi akan aku hajar dia ." Mery marah , kemudian berdiri mencari orang yang menabraknya tadi ,tapi sudah hilang .
Mery tidak tahu jika orang itu masuk ke dalam rumah Tante Wulan.
Dengan perasaan kesal Mery melanjutkan
ke tujuannya.
Roy memasuki halaman rumah tantenya
yang terlihat sepi , dia membuka pintu
rumah ternyata tidak di kunci , kemudian dia masuk kedalam mencari keberadaan tantenya , terdengar suara orang berbicara di dapur , Roy segera menghampirinya.
"Selamat pagi Tante, apa Tante Wulan hari
ini tidak pergi ketoko?. " Roy mulai menyapa tantenya dan berjalan ke dapur dengan kepalanya menoleh ke sana kemari.
__ADS_1
" Selamat pagi juga Roy, Tante sebentar lagi berangkat ke toko , baru saja Tante selesai sarapan, kau sudah sarapan Roy ?. " Roy duduk di meja makan , tak menjawab pertanyaan tantenya, dia sibuk memandang setiap pintu kamar di rumah tantenya ,mencari dimana letak kamar Joy.
" Roy,,,, jadi kau sengaja pagi -pagi kerumah Tante karena ingin bertemu dengan sepupumu, anak Tante ?. " Tante Wulan menggelengkan kepalanya melihat Roy yang tak menjawab pertanyaannya tapi malah menoleh kesana kemari seperti mencari sesuatu,
"Tapi sayangnya dia belum bangun, pintu kamarnya saja belum terbuka nanti saja kau kesini lagi, apa kau sudah sarapan Roy?." Tante Wulan mengangkat dagunya menunjuk pintu kamar Joy yang masih tertutup, lalu menyuguhkan segelas kopi pada Roy..
" Terimakasih, Roy belum sarapan Tante ." jawab Roy menerima segelas kopi
pemberian tantenya.
"Kalau begitu Tante ambilkan nasi goreng
ya ?." Roy mengangguk , Tante Wulan pun berjalan ke dapur mengambilkan nasi
goreng untuk Roy.
Roy yang melihat tantenya pergi ke dapur,
dia pun beranjak dari duduknya dan segera berlari menuju kamar yang di tunjuk
tantenya tadi , dengan cepat Roy mengetuk pintunya.
" David , apa kau masih di dalam ? ini aku Roy," panggil Roy dengan suara lirih , takut jika nanti tantenya mendengar.
***
Di dalam kamar mereka duduk berdua
di atas kasur , Joy merasa canggung
karena David dari tadi masih menatapnya,
semalam dan tadi pagi di dalam kamar mandinya.
Untuk memecah kecanggungan Joy mulai
bicara ," Kau belum cerita padaku David ,
bagaimana kau bisa datang kemari dan menemukan keberadaan ku ?." tanya Joy penasaran , dengan wajah tertunduk
karena malu.
" Aku kemari bersama dengan Roy, dia temanku, entah kebetulan dari mana kalian masih saudara, dia adalah sepupumu. "
"Dia yang ku suruh melacak nomor
ponselmu untuk mencari dimana keberadaanmu ." jawab David , dengan
mulai mendekati Joy karena gemas
melihat tingkah lakunya.
" Apa kau bilang , kami sepupu?, jadi yang
di bicarakan Tante Puspita kalau anaknya akan pulang dari Jakarta , dia Roy
temanmu?, jangan bilang kalau yang dimaksud Tante Puspita bos anaknya itu Kau ? ."
David mengangguk.
__ADS_1
Belum selesai dengan rasa kagetnya ,
David sudah mendekat , mencoba memeluk Joy dan meletakkan kepalanya di pundak
Joy , dan David mulai mencium leher
jenjang Joy .
Joy mencoba mendorong tubuh David
agar melepaskan pelukannya, tapi rasanya mustahil karena tenaga David lebih kuat darinya , dan yang lebih parahnya lagi
tangan David yang sudah tidak dapat dikondisikan lagi.
Mulai bergerak menyentuh tubuh Joy.
Tok,, tok ,,tok,, terdengar suara orang mengetuk pintu , Joy refleks mendorong David .
" David, apa kau masih di dalam ? ini aku
Roy ." suara ketukan pintu mengagetkan keduanya yang berada di dalam kamar , dilanjutkan suara lirih Roy yang memanggil David tepat di depan kamar Joy.
Joy segera turun dari tempat tidurnya , berjalan menuju arah pintu dan segera membukanya.
Melihat ada seorang lelaki di depannya
Joy mengernyitkan keningnya.
**Mungkin ini yang namanya Roy* batinnya.
memandang Roy dari atas sampai bawah.
Mereka saling memandang ," apa kau Roy?"
tanya Joy lirih selanjutnya dia melepas pandangan mencari keberadaan ibunya.
" Ya, apa David masih ada di dalam?." Roy melihat kedalam kamar Joy yang terbuka sedikit.
" Iya dia masih di dalam, masuklah!!. " Joy berjalan keluar dari kamar membiarkan mereka berdua , kemudian dia berjalan menuju dapur mendekati ibunya , mencari
dimana asal bau sedap yang membuat perutnya keroncongan .
Di dapur Joy melihat ibunya sedang
membuat telor ceplok mata sapi
kesukaannya .
_
_
_
πππππππππππ
Jangan bosen ya bacanya π..
maaf nggak bisa up banyak π, jangan lupa ninggalin jejak ya π€©π€©ππ
__ADS_1
Next βοΈ