Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Pelarian Rosa


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Seorang wanita lari tergesa-gesa , setelah


rencananya itu gagal , dia berulang kali


menabrak orang yang dilewatinya .


Tanpa meminta maaf , wanita itu terus


berlari , takut jika nanti dirinya tertangkap


oleh anak buah dari target nya .


Tadinya dia yakin jika misinya kali ini akan


berhasil , karena sebelum dia masuk


kesana semua yang sudah dia rancanakan


sudah terlaksana .


Dari mengelabui pengawal hingga


memberikan obat pencahar pun berhasil


dia lakukan , tanpa ada halangan maupun


orang yang menyadari nya .


Tinggal sedikit saja misinya itu akan


sempurna , jika saja Anggi tidak masuk


pasti tidak ada kata kegagalan dalam


rencananya .


Dalam setiap langkahnya saat berlari


wanita itu menghujat Anggi , tak terima


karena ulah perempuan itu misinya


menjadi gagal .


" Dasar wanita set*n , harusnya aku melenyapkannya terlebih dahulu , agar


dia tidak bisa bertingkah ."


Lari sekencang-kencangnya hingga dia


sampai di depan Rumah Sakit langkahnya


terhenti , dari jarak yang tidak jauh sudah


ada sebuah mobil yang siap menghampirinya .


Mobil berhenti tepat di depan sang wanita ,


pintu mobil terbuka dari dalam , " cepat


masuk ." perintah orang di dalam mobil .


Wanita itu langsung masuk dan mobil pun melaju kencang meninggalkan halaman


Rumah Sakit .


Di dalam mobil wanita itu menarik nafas


dalam , mengambil oksigen sebanyak


mungkin , untuk mengatur nafasnya .


Disebelahnya seorang pria sedang


menyetir , fokus dengan jalan pria itu


mengomel karena kegagalan sang wanita .


" Dasar bod*h , harusnya tadi kau jangan


banyak bicara , langsung tancapkan saja


pisau tadi keperutnya , kau sangat


bertele-tele ." hujat sang pria masih


menyetir .


Pria itu mendengar setiap ucapan dari


sang wanita , karena didalam bajunya


terdapat alat perekam yang


menghubungkan keduanya , sebagai


alat mereka berkomunikasi .


" Apa maksudmu aku bertele-tele , aku


hanya ingin meluapkan kekesalan ku pada wanita jal*ng itu saja , kau tidak pernah


merasakan jadi seorang wanita yang


direbut kekasihnya ."


Tak terima dengan tudingan yang


diterimanya , wanita itu membela diri .


" Kalau sudah bod*h ya tetap bod*h ,


kau membicarakan soal kekesalan


kenapa kau luapkan dengan omong kosong


coba jika kau tadi langsung menusuknya


pasti kekesalan mu terbayarkan ."


Melempar bungkus tisu kewajah sang wanita .


" Benar juga ." Merasa malu wanita itu


menatap ke jendela .


Mobil mereka berhenti di depan sebuah


Hotel bintang lima ," cepat turun , kemasi


barang - barangmu , kau tidak bisa tinggal


lagi di sini , anak buah Roy pasti akan


menangkap mu ."


Pria itu berbicara tanpa memandang pada


wajah sang wanita , melihat sekitar untuk


memastikan jika situasinya aman .

__ADS_1


Sang wanita hendak turun , tapi pergelangan


tangannya di cekal oleh sang pria ," Rosa ,


aku tunggu di sini kita tak punya waktu


lama ." mata mereka saling menatap ,


Rosa mengangkat sudut bibirnya ," ya


Max aku mengerti , lepaskan tanganku ."


mengalihkan pandangan ke pergelangan


tangan yang masih di pegang oleh Max .


Rosa segera turun dari mobil , berlari


masuk kedalam Hotel , Max masih


memandang punggung wanita itu sampai


menghilang .


" Dasar wanita bod*h , mau - maunya


dijadikan budak oleh Tomi , apa dia tidak


sadar jika permainan Tomi ini bisa


mengancam nyawanya ." gumam max


dalam hati .


Max kasian pada Rosa , nasib nya yang


kurang baik telah membuatnya tanpa


sadar menyetorkan nyawanya sendiri .


Rosa dengan mudahnya menyetujui


tawaran Tomi tanpa mencari tahu sebab kenapa Tomi menyuruhnya untuk


berurusan dengan David .


Max adalah anak buah Tomi , yang


ditugaskan untuk melindungi Rosa , Max


tahu jika Rosa hanya digunakan sebagai


bahan tumbal oleh Tomi untuk memuluskan


niatnya untuk menghancurkan keluarga


Alexander .


" Siapkan tempat baru untuk kami ."


perintah Max dengan seseorang


di sambungan teleponnya .


Menunggu sekitar sepuluh menit akhirnya


Rosa pun muncul dengan koper kecil


ditangannya , Max segera turun dan


berlari menghampiri wanita itu .


" Cepat masuk , biar aku yang


kemudian memasukkan nya kedalam


kursi belakang .


Max masuk , lalu menghentakkan kakinya


ke pedal gas , mobil pun pergi jauh dari


Hotel tempat Rosa bermalam sementara


untuk menuju Hotel yang baru .


" Max kita sekarang mau kemana ?, aku


bosan harus berpindah-pindah terus ."


" Kau mau kita tertangkap dan membusuk


di penjara ?, di penjara sih tidak apa-apa ,


kalau anak buah Roy atau Tomi menembak


mati kita bagaimana ." teriak Max kesal .


Rosa menangis dalam diam , setelah


mendengar kenyataan pahit yang


di ucapkan oleh rekan sekaligus teman


kencannya ini .


Dia baru menyadari jika dirinya kini tidak


bisa merasakan hidup damai , setelah keputusan konyol yang dibuatnya yaitu membuat kesepakatan dengan seorang Tomi .


Max melirik sekilas wanita di sampingnya


ternyata sedang menangis , " usap air


matamu , air mata itu tidak berguna


sekarang ." memberikan tisu dengan


satu tangannya .


Keadaan malam yang sunyi membuat jalan


begitu sepi , mobil yang Max kendarai bisa bebas melaju kencang tanpa hambatan .


Max tidak bisa melihat wajah Rosa dengan


sempurna karena dia harus melihat arus


jalan . Mobil mereka jauh meninggalkan


kota Jakarta .


Mengusap pipinya , Rosa mengamati


pemandangan yang mereka lewati ,


" Max kita ke puncak ?." Max tidak


menjawab .


" Max jawab aku , tugas ku belum selesai


bagaimana dengan Tomi , kalau dia

__ADS_1


menanyakan hasilnya ." Rosa menyentuh


lengan Max meminta jawaban .


Mobil melaju semakin kencang Rosa


merasa takut , tangan yang tadi cuma


menyentuh beralih menjadi memeluk erat .


Tak berani menatap ke depan , Rosa


menyembunyikan wajahnya di lengan


kekar Max , pria itu menyunggingkan


senyum di bibirnya .


" Masih penakut saja mau menjadi


bajing*n , hahaha ." gerutu Max melihat


tingkah laku Rosa .


###


Mobil berhenti di sebuah Villa yang jauh


dari keramaian , cuma ada dua Rumah


disana , entah itu Villa milik Tomi atau


milik Max sendiri .


Tadinya dia ingin mengajak wanita ini


ke Hotel saja tapi di perjalanan fikirannya


berubah , Max ingin mencari kedamaian


sejenak dan melupakan tentang misi


serta tugasnya .


" Sudah lepaskan lenganku sakit , turunlah


kita sudah sampai ."


Pelan - pelan Rosa merenggangkan tautan tangannya yang memeluk lengan Max ,


melihat sekeliling tempat nya kini berada .


" Jangan banyak bertanya , kita bisa


tinggal disini sementara ." Max


membukakan sabuk pengaman yang


mengikat tubuh Rosa .


Rosa memandang wajah Max dari dekat ,


dia baru menyadari jika Max menjaganya


dengan tulus , sebuah sikap tidak bisa


membohongi ucapan , meskipun ucapan


Max sangat pahit tapi perlakuan padanya


sangat hangat .


" Jangan memandangi ku terus , ayo kita


turun aku lelah sekali , ingin istirahat ."


Max keluar dari mobil , berjalan duluan


menuju Villa ," Max tunggu ." teriakan


Rosa tidak di gubris , Max meninggalkan


wanita itu sendiri di luar , sedangkan dia


sudah masuk kedalam .


" Dasar Max gil* ."


Dengan perasaan kesal Rosa akhirnya


ikut masuk kedalam villa .


Max menunjukkan letak kamar untuk


Rosa tempati , kamar mereka berdempetan .


" Tidak bisakah kita sekamar saja Max ?."


ucap Rosa yang berjalan mendekat .


" Kau suka sekali tidur sekamar denganku ."


Rosa tersenyum .


" Omong kosong apa ini Max , bualanmu


seperti kita tak pernah tidur bersama saja ,


lagi pula disini kita hanya berdua ."


Rosa membuka kancing bajunya .


" Oh ya ?."


Max melihat tubuh indah Rosa dari atas


sampai bawah , mengukir senyum tanpa menunggu aba - aba segera di dekati


wanita yang memancing gairahnya kini .


" Jangan salahkan aku jika malam ini


aku melakukan kekerasan padamu ."


mengangkat tubuh Rosa dan membawanya


ke kamar .


" Lakukan Max , hahahaha,,, ."


Gelak tawa Rosa berbarengan dengan


suara pintu kamar mereka tertutup .


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Siapa Tomi ? , kita ulas pelan2 ,, sambil


kita ungkap hubungan Roy dan Bimo


iklan Rosa lewat dulu y 😘


Rame otw lanjutttt ....

__ADS_1


Next 😍


__ADS_2