
Joy tergelak mulai membuka mata , di kedipkannya berulang kali , mencoba tuk
mengumpulkan kesadaran . Kini masih
dirasakannya sisa - sisa lelah dan keringat
yang masih memenuhi tubuhnya .
Dengan sebuah pelukan yang semakin
nyaman bila dirasakan , tapi itu tidak
mungkin , karena didalam fikiran Joy
tersirat keinginan ingin cepat kembali .
Diangkatnya dengan perlahan satu tangan
David yang memeluknya , itu dilakukan
Joy untuk bisa meraih sebuah telfon genggamnya yang tergeletak diatas nakas .
Setelah berhasil , Joy pun mendudukkan
sedikit tubuhnya .
Joy menyalakan ponsel yang berada
di genggaman nya dengan sekali tekan , dilihatnya layar ponsel itu yang menyala . Dengan kesadaran yang belum maksimal , antara mengantuk dan rasa syok , Joy pun terdiam sejenak untuk menarik nafas .
" Astaga sudah jam segini , berapa jam
tadi aku tertidur ." dengan memegang
kepalanya yang sedikit pusing , lalu dengan
pelan Joy pun menurunkan kakinya .
Joy segera berdiri , melangkahkan kakinya
berjalan menuju kamar mandi , karena
terburu-buru tanpa sengaja Joy
membanting pintunya .
Brakk.... suara pintu .
Di sisi lain David yang masih tertidur pulas
tersentak kaget , mencoba membuka matanya sedikit karena mendengar
suara gebrakan pintu yang sempat mengganggu pendengaran nya , tapi semua itu cuma sekilas dan David pun kembali
tertidur .
Dalam mata terpejam , David mencoba
meraba tempat tidur di sebelahnya ,
mencari sosok kenyamanan dalam
tidurnya , yang ternyata telah kosong dan
akhirnya David membuka matanya
kembali , memeriksa keadaan di sekelilingnya .
Kini yang terpampang di pandangannya
hanyalah sisa baju mereka yang berserakan
dilantai . Dalam kebingungannya David
tersenyum , mengingat setiap cuplikan
adegan yang mereka berdua lakukan tadi.
Suara gemericik air terdengar jelas di dalam kamar mandi , diputarnya sepasang bola mata menatap arah kamar mandi .
" Joy pasti ada di dalam ." batin David
Dengan perasaan lega , David meletakkan
kembali tubuhnya ke posisi semula ,
yang tadinya terduduk sekarang kembali
berbaring . Dengan sekali tarik , tubuhnya
tertutup selimut .
Ceklekk... suara pintu terbuka .
Dengan masih memakai kimono , Joy
keluar dari kamar mandi , melangkahkan
kakinya mendekati ranjang , sesampainya
Joy ditepi ranjang , didudukkan dirinya
tepat disebelah David .
" David bangun ." menggoyang pelan
bahu David , namun tidak ada respon .
Joy berfikir sejenak , tak kehabisan akal
akhirnya dia mengeluarkan otak nakalnya ,
dengan gerakan pelan Joy mendekatkan dirinya untuk berbisik tepat di luar telinga suaminya .
" Sayang.. ayo bangun , aku mau lagi ."
satu tangan yang menyentuh pipi David dengan suara yang sengaja dibuatnya
semanja mungkin , dan tak lupa di
tinggalkannya gigitan kecil dipucuk
telinga .
Nafas hangat Joy masuk kedalam
telinga David , yang awalnya tertidur
pulas , setelah mendengar seruan yang
menggoda , segera memaksa matanya
untuk terbuka .
" Benarkah ?." menangkap tubuh istrinya
yang akan hendak bangun menjauh .
Joy terkaget dengan gerakan cepat tangan
__ADS_1
David yang menangkapnya saat dia hendak
melarikan diri , Joy terduduk membelakangi
suaminya , dengan pelukan erat David
yang seakan tak mau berpisah walau
sedetik pun.
Padahal tadi dia hanya ingin iseng
menjahili suaminya yang terlalu susah
jika di bangunkan , tapi lain dengan David ,
dia malah merasa senang jika istrinya
mulai nakal padanya .
Dalam dekapan suaminya , Joy merasa
risih dengan tingkah konyol David yang
selalu tak merasa puas jika sudah mulai
bermesraan . David yang memeluk Joy
dari belakang , mendaratkan beberapa
kali kecupan kecil di bahu serta belakang
leher istrinya .
Joy bergidik kegelian sampai tak mampu
tuk bicara , dia hanya bisa mengangkat
sebuah ponsel yang ada di genggamannya
kepada David .
" David ...." panggilan Joy menghentikan
kegiatan David .
David memperdalam penglihatannya ,
melihat satuan angka yang tertera di layar.
Dia kaget karena disana menunjukkan
jika sekarang sudah hampir pukul tujuh
malam , padahal mereka harus segera
berangkat pukul delapan malam nanti.
Tersadar dia segera melepaskan
pelukannya , berlari ke Kamar mandi
untuk membersihkan diri , sampai dia
tidak sadar jika tidak memakai apapun.
Joy hanya tersenyum dan menggeleng ,
melihat kelakuan suaminya yang selalu
tergesa-gesa tanpa memperdulikan apapun.
untuk dia pakai sementara saat menuju
rumah Mery . Di bolak baliknya tumpukan
baju dan t shirt yang pas untuknya tapi
nihil , semua pakaian itu kebesaran karena
ukuran tubuh David , begitu pun dengan
t shirt .
" Aku harus pakai baju apa ?, satu pun
tak ada yang pas untukku , apa aku harus
memakai bajuku kembali ?." Joy terduduk
memandang tumpukan baju David yang
sudah di jelajahi nya , dan pandangannya
berakhir pada bajunya yang sudah
tergeletak di lantai .
Dipungutnya baju itu dan memeriksanya ,
apakah masih layak dan bisa pakainya kembali ,
" Huh.." Joy membuang nafasnya kasar.
Meratapi nasibnya , karena mendapati
bajunya yang sudah robek , karena ulah
David .
Masih dengan memakai kimono , Joy
mengambil koper David untuk membantu
mengemasi barang-barang yang akan
dibawanya .
Dalam kesibukannya Joy tak menyadari
kehadiran David yang baru saja keluar
dari kamar mandi , yang sekarang sudah
berada di belakangnya .
Dalam diam , David memandangi lekuk
tubuh istrinya yang masih memakai
kimono , dia menggeleng merasa tak
tahan melihat kemolekan istrinya yang
semakin berisi , meskipun dengan perut
yang sudah membesar .
" Sayang , apa kau sengaja menggodaku ?"
__ADS_1
suara David yang menggema mengagetkan
Joy .
Joy yang kaget , dengan cepat memukul
lengan suaminya , jengkel dengan tingkah
usil David yang suka mengagetkan dan menggodanya .
" Dasar kurang kerjaan , apa kau tidak bisa
jika tak mengagetkanku ?." meletakkan
baju David yang ada di tangannya dengan
kasar , pergi keluar meninggalkan kamar
David .
" Sayang , apa kau mau keluar dengan
cuma memakai itu .'" teriak David
yang mendapati istrinya yang pergi
menjauh .
Joy tersadar akan apa yang ia pakai ,
dia pun kembali masuk ke dalam kamar
menyambar satu jas yang menggantung ,
sisa David pakai tadi .
Dengan berdiri di ambang pintu , Joy
melempar sorotan mata sinisnya pada
David , menunjukkan rasa kesalnya
kemudian pergi menghilang dari
pandangan David .
πππππ
Dengan masih memakai kimono yang
dilengkapi dengan jas , untuk menutupi
tubuh bagian atasnya , agar tidak terlihat
jika dia cuma memakai kimono , Joy
berjalan keluar meninggalkan rumah
yang di tempati David .
Joy menyebrang jalan , tanpa
memperdulikan pandangan orang padanya ,
yang dia pikirkan hanyalah bagaimana
dia bisa cepat sampai dan berganti
pakaian .
Dari kejauhan Anggi melihat kedatangan
Joy , dengan di penuhi rasa heran dia
segera berlari menghampiri Joy , siap
menyerang dengan sejuta pertanyaan.
Belum sempat mengelak satu patah kata ,
Anggi sudah di hadang dengan kata
telak dari sahabat nya ini .
" Aku tak mau mendengar apa-apa Anggi ,
tolong kau kasih tahu Mery , jika kita
akan kembali ke Jakarta satu jam dari
sekarang ." Joy tergopoh-gopoh dan
mengangkat satu tangannya saat berada
di depan Anggi , kemudian dia masuk
kedalam kamar nya .
Anggi terbengong mendengar seruan Joy
yang tanpa meminta pendapatnya atau
berbicara terlebih dahulu . Joy membuat
keputusan sepihak tanpa bisa di bantah .
Tapi Anggi tak perlu kawatir , karena dia
sudah mempersiapkan semua keperluan
nya di dalam koper . Menuruti apa yang
Joy katakan , Anggi menuju dapur
mencari keberadaan Mery , sampai dia
berhenti di depan sebuah kamar yang
tertutup .
" Pasti ini kamar Mery , eh ..tadi kan
Roy masuk kedalam rumah , tapi kok
tidak ada , apa jangan-jangan Roy juga
berada di dalam ." ocehan Anggi didalam
hati .
Sedikit mendekat , memastikan apa yang
ada di pikirannya .
ππππππππ
_
_
__ADS_1
NEXT π