Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Berdua ...


__ADS_3

Joy tergelak mulai membuka mata , di kedipkannya berulang kali , mencoba tuk


mengumpulkan kesadaran . Kini masih


dirasakannya sisa - sisa lelah dan keringat


yang masih memenuhi tubuhnya .


Dengan sebuah pelukan yang semakin


nyaman bila dirasakan , tapi itu tidak


mungkin , karena didalam fikiran Joy


tersirat keinginan ingin cepat kembali .


Diangkatnya dengan perlahan satu tangan


David yang memeluknya , itu dilakukan


Joy untuk bisa meraih sebuah telfon genggamnya yang tergeletak diatas nakas .


Setelah berhasil , Joy pun mendudukkan


sedikit tubuhnya .


Joy menyalakan ponsel yang berada


di genggaman nya dengan sekali tekan , dilihatnya layar ponsel itu yang menyala . Dengan kesadaran yang belum maksimal , antara mengantuk dan rasa syok , Joy pun terdiam sejenak untuk menarik nafas .


" Astaga sudah jam segini , berapa jam


tadi aku tertidur ." dengan memegang


kepalanya yang sedikit pusing , lalu dengan


pelan Joy pun menurunkan kakinya .


Joy segera berdiri , melangkahkan kakinya


berjalan menuju kamar mandi , karena


terburu-buru tanpa sengaja Joy


membanting pintunya .


Brakk.... suara pintu .


Di sisi lain David yang masih tertidur pulas


tersentak kaget , mencoba membuka matanya sedikit karena mendengar


suara gebrakan pintu yang sempat mengganggu pendengaran nya , tapi semua itu cuma sekilas dan David pun kembali


tertidur .


Dalam mata terpejam , David mencoba


meraba tempat tidur di sebelahnya ,


mencari sosok kenyamanan dalam


tidurnya , yang ternyata telah kosong dan


akhirnya David membuka matanya


kembali , memeriksa keadaan di sekelilingnya .


Kini yang terpampang di pandangannya


hanyalah sisa baju mereka yang berserakan


dilantai . Dalam kebingungannya David


tersenyum , mengingat setiap cuplikan


adegan yang mereka berdua lakukan tadi.


Suara gemericik air terdengar jelas di dalam kamar mandi , diputarnya sepasang bola mata menatap arah kamar mandi .


" Joy pasti ada di dalam ." batin David


Dengan perasaan lega , David meletakkan


kembali tubuhnya ke posisi semula ,


yang tadinya terduduk sekarang kembali


berbaring . Dengan sekali tarik , tubuhnya


tertutup selimut .


Ceklekk... suara pintu terbuka .


Dengan masih memakai kimono , Joy


keluar dari kamar mandi , melangkahkan


kakinya mendekati ranjang , sesampainya


Joy ditepi ranjang , didudukkan dirinya


tepat disebelah David .


" David bangun ." menggoyang pelan


bahu David , namun tidak ada respon .


Joy berfikir sejenak , tak kehabisan akal


akhirnya dia mengeluarkan otak nakalnya ,


dengan gerakan pelan Joy mendekatkan dirinya untuk berbisik tepat di luar telinga suaminya .


" Sayang.. ayo bangun , aku mau lagi ."


satu tangan yang menyentuh pipi David dengan suara yang sengaja dibuatnya


semanja mungkin , dan tak lupa di


tinggalkannya gigitan kecil dipucuk


telinga .


Nafas hangat Joy masuk kedalam


telinga David , yang awalnya tertidur


pulas , setelah mendengar seruan yang


menggoda , segera memaksa matanya


untuk terbuka .


" Benarkah ?." menangkap tubuh istrinya


yang akan hendak bangun menjauh .


Joy terkaget dengan gerakan cepat tangan

__ADS_1


David yang menangkapnya saat dia hendak


melarikan diri , Joy terduduk membelakangi


suaminya , dengan pelukan erat David


yang seakan tak mau berpisah walau


sedetik pun.


Padahal tadi dia hanya ingin iseng


menjahili suaminya yang terlalu susah


jika di bangunkan , tapi lain dengan David ,


dia malah merasa senang jika istrinya


mulai nakal padanya .


Dalam dekapan suaminya , Joy merasa


risih dengan tingkah konyol David yang


selalu tak merasa puas jika sudah mulai


bermesraan . David yang memeluk Joy


dari belakang , mendaratkan beberapa


kali kecupan kecil di bahu serta belakang


leher istrinya .


Joy bergidik kegelian sampai tak mampu


tuk bicara , dia hanya bisa mengangkat


sebuah ponsel yang ada di genggamannya


kepada David .


" David ...." panggilan Joy menghentikan


kegiatan David .


David memperdalam penglihatannya ,


melihat satuan angka yang tertera di layar.


Dia kaget karena disana menunjukkan


jika sekarang sudah hampir pukul tujuh


malam , padahal mereka harus segera


berangkat pukul delapan malam nanti.


Tersadar dia segera melepaskan


pelukannya , berlari ke Kamar mandi


untuk membersihkan diri , sampai dia


tidak sadar jika tidak memakai apapun.


Joy hanya tersenyum dan menggeleng ,


melihat kelakuan suaminya yang selalu


tergesa-gesa tanpa memperdulikan apapun.


untuk dia pakai sementara saat menuju


rumah Mery . Di bolak baliknya tumpukan


baju dan t shirt yang pas untuknya tapi


nihil , semua pakaian itu kebesaran karena


ukuran tubuh David , begitu pun dengan


t shirt .


" Aku harus pakai baju apa ?, satu pun


tak ada yang pas untukku , apa aku harus


memakai bajuku kembali ?." Joy terduduk


memandang tumpukan baju David yang


sudah di jelajahi nya , dan pandangannya


berakhir pada bajunya yang sudah


tergeletak di lantai .


Dipungutnya baju itu dan memeriksanya ,


apakah masih layak dan bisa pakainya kembali ,


" Huh.." Joy membuang nafasnya kasar.


Meratapi nasibnya , karena mendapati


bajunya yang sudah robek , karena ulah


David .


Masih dengan memakai kimono , Joy


mengambil koper David untuk membantu


mengemasi barang-barang yang akan


dibawanya .


Dalam kesibukannya Joy tak menyadari


kehadiran David yang baru saja keluar


dari kamar mandi , yang sekarang sudah


berada di belakangnya .


Dalam diam , David memandangi lekuk


tubuh istrinya yang masih memakai


kimono , dia menggeleng merasa tak


tahan melihat kemolekan istrinya yang


semakin berisi , meskipun dengan perut


yang sudah membesar .


" Sayang , apa kau sengaja menggodaku ?"

__ADS_1


suara David yang menggema mengagetkan


Joy .


Joy yang kaget , dengan cepat memukul


lengan suaminya , jengkel dengan tingkah


usil David yang suka mengagetkan dan menggodanya .


" Dasar kurang kerjaan , apa kau tidak bisa


jika tak mengagetkanku ?." meletakkan


baju David yang ada di tangannya dengan


kasar , pergi keluar meninggalkan kamar


David .


" Sayang , apa kau mau keluar dengan


cuma memakai itu .'" teriak David


yang mendapati istrinya yang pergi


menjauh .


Joy tersadar akan apa yang ia pakai ,


dia pun kembali masuk ke dalam kamar


menyambar satu jas yang menggantung ,


sisa David pakai tadi .


Dengan berdiri di ambang pintu , Joy


melempar sorotan mata sinisnya pada


David , menunjukkan rasa kesalnya


kemudian pergi menghilang dari


pandangan David .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Dengan masih memakai kimono yang


dilengkapi dengan jas , untuk menutupi


tubuh bagian atasnya , agar tidak terlihat


jika dia cuma memakai kimono , Joy


berjalan keluar meninggalkan rumah


yang di tempati David .


Joy menyebrang jalan , tanpa


memperdulikan pandangan orang padanya ,


yang dia pikirkan hanyalah bagaimana


dia bisa cepat sampai dan berganti


pakaian .


Dari kejauhan Anggi melihat kedatangan


Joy , dengan di penuhi rasa heran dia


segera berlari menghampiri Joy , siap


menyerang dengan sejuta pertanyaan.


Belum sempat mengelak satu patah kata ,


Anggi sudah di hadang dengan kata


telak dari sahabat nya ini .


" Aku tak mau mendengar apa-apa Anggi ,


tolong kau kasih tahu Mery , jika kita


akan kembali ke Jakarta satu jam dari


sekarang ." Joy tergopoh-gopoh dan


mengangkat satu tangannya saat berada


di depan Anggi , kemudian dia masuk


kedalam kamar nya .


Anggi terbengong mendengar seruan Joy


yang tanpa meminta pendapatnya atau


berbicara terlebih dahulu . Joy membuat


keputusan sepihak tanpa bisa di bantah .


Tapi Anggi tak perlu kawatir , karena dia


sudah mempersiapkan semua keperluan


nya di dalam koper . Menuruti apa yang


Joy katakan , Anggi menuju dapur


mencari keberadaan Mery , sampai dia


berhenti di depan sebuah kamar yang


tertutup .


" Pasti ini kamar Mery , eh ..tadi kan


Roy masuk kedalam rumah , tapi kok


tidak ada , apa jangan-jangan Roy juga


berada di dalam ." ocehan Anggi didalam


hati .


Sedikit mendekat , memastikan apa yang


ada di pikirannya .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_

__ADS_1


NEXT πŸ€


__ADS_2