Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Perasaan Andreas,,,


__ADS_3

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Ini tidak mungkin , kenapa bisa kebetulan seperti ini ." gumam Anggi ,yang masih


bisa di dengar oleh Mery dan Andreas.


" Apa maksudmu Anggi, aku tidak


mengerti? ." David ingin tahu kenapa Anggi kaget setelah mengetahui kalau pemilik Apartemen itu adalah David.


"Tidak,,,Nenek pernah berkata padaku ,


kalau Oma Ratih pernah mempunyai keinginan untuk menjodohkan cucunya dengan Joy ." jelas Anggi.


" Benarkah? ." Andreas kaget .


"Apa Joy sudah tahu?," tanya David lagi, dengan wajah yang masih terkejut.


Mery yang juga kaget dengan apa yang


di dengarnya saat ini, tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa melanjutkan


kegiatan menyantap makanannya dan segera pulang.


" Joy sudah tau tentang perjodohan itu,


tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Nenek sudah memutuskan untuk menolaknya , dan Joy menyetujuinya ,


tapi Joy tidak tahu siapa cucu Oma Ratih


yang sebenarnya ." jelas Anggi ,yang merasa kasian dengan keadaan Joy sekarang.


" Kenapa Nenek menolaknya? , apa


karena,,, ." Andreas tak melanjutkan pertanyaannya karena hatinya merasa


kalut , dia berfikiran kalau Nenek berniat menjodohkan cucunya sendiri dengan


David .


" Aku tak bisa mengatakan padamu ,Dre,," jawab Anggi lirih.


Mendengar jawaban itu, Andreas langsung pergi meninggalkan Cafe tanpa bicara,


Anggi yang melihat perubahan sikap


Andreas, berlari mengejar nya.


" Dre...." teriak Anggi yang tidak di gubris


oleh Andreas.


Anggi masih berlari mendekati Andreas


yang berada di Parkiran Cafe menuju


tempat parkir mobilnya.belum sempat


tangan Andreas membuka pintu mobil , lengannya ditarik oleh Anggi , menjadikan tubuh andreas berbalik dan menghadap


pada Anggi .


" Kau kenapa Andreas? kenapa kau pergi meninggalkanku di Cafe tanpa sepatah katapun? ." tanya Anggi dengan nada tinggi.


Yang ditanya tidak menjawab , tetap diam memandang wajah Anggi, manik mata mereka bertemu, ada debaran di jantung Anggi , mulutnya tak bisa mengeluarkan kata-kata akhirnya diapun memalingkan wajahnya tak kuasa menerima tatapan mata Andreas yang berbeda saat memandangnya.


Sesaat tidak ada percakapan diantara mereka , hanya debaran jantung yang hebat menguasai diri mereka . Hingga ucapan Andreas mengakhiri lamunan Anggi .


"Anggi, maafkan aku tadi meninggalkan mu tanpa pamit, aku takut dengan perasaanku."


" Apa maksud dari perkataan mu?." Anggi tidak mengerti.


" Mungkin Nenek menolak perjodohan David dengan Joy , karena ingin menjodohkannya denganmu Anggi, aku tak sanggup untuk mendengar semua itu, jadi aku memutuskan untuk pergi tadi ." kata Andreas yang masih menjelaskan pada Anggi. , dengan tatapan


sendu di depan Anggi .

__ADS_1


" Aku masih tidak mengerti, perjodohan


apa ? ." Anggi masih bingung dengan penjelasan Andreas tadi,


"Perjodohanmu dengan David", Anggi


terkejut dengan jawaban yang keluar dari


bibir Andreas .


" Kau salah sangka Dre,,,"


"Tidak Anggi, mungkin kau tidak tau


tentang keinginan Nenek tapi dengarkan


aku , aku tak bisa menerima jika aku harus kehilanganmu . Karena entah itu kapan ,aku menyadari kalau AKU MENCINTAIMU, "


"Jadi bagaimana perasaanku jika wanita yang aku cintai di jodohkan dengan teman baikku." kata Andreas mengungkapkan perasaannya pada Anggi dengan mata berkaca-kaca menahan air matanya yang ingin keluar.


" Cukup, Andreas kau salah faham dengan maksud Nenek , dia menolak rencana perjodohan Joy bukan karena ingin menjodohkannya denganku,tapi karena Joy hamil ,,," teriak Anggi menjelaskan pada Andreas yang tanpa sadar mengatakan tentang kehamilan Joy pada Andreas.


Andreas yang kaget mendengar jika


saat ini Joy sedang hamil bertanya balik


pada anggi.


Anggi yang sadar dengan kecerobohannya, dengan terpaksa mengatakan yang sebenarnya pada Andreas.


" Apa benar yang kau katakan tadi , Anggi? bahwa Joy hamil?." tanya Andreas yang masih tidak percaya.


Anggi mengangguk.


" Kumohon, jangan sampai orang lain mengetahui nya ." jawab Anggi takut.


"Baiklah, aku akan menyimpannya


rapat-rapat , sekarang kau harus


pengungkapanku tadi, apa kau menerima cintaku Anggi?. " Andreas menatap Anggi dalam, sorot matanya masih menatap


wajah Anggi , sedangkan jemarinya menggenggam tangan Anggi menunggu jawaban dari bibir Anggi.


" Aku,,,a,,aku,, ." dalam kegugupannya Anggi tidak bisa menjawab, Andreas masih sabar menunggu . Sampai anggi menganggukkan kepalanya, tanda dia menerima cinta Andreas.


Andreas yang melihat Anggi mengangguk ,


dia sudah faham bila Anggi menerima cintanya tapi malu untuk mengatakannya.


.


Dengan spontan Andreas mencium bibir Anggi , Anggi yang syok mendapat ciuman mendadak dari Andreas tidak bisa berbuat apa-apa, perasaannya sekarang campur


aduk antara kaget, senang , malu , dan debaran jantungnya yang sangat kencang , membuat Anggi yang tanpa sadar


membalas ciuman Andreas .


Ciuman mereka semakin mendalam , tanpa mereka sadari jika mereka meninggalkan Mery yang masih ada di dalam Cafe,


interaksi antara bibir Anggi dan bibir


Andreas terganggu dengan bunyi telfon genggam Anggi yang berdering, dengan terpaksa mereka mengakhirinya.


Mereka saling memandang , diam dan


salah tingkah mengingat ciuman yang mereka lakukan tadi.


"Siapa? ." tanya Andreas memecah kecanggungan mereka.


" Mery ." Jawab Anggi lirih.


" Ya ampun, kita meninggalkan Mery


di dalam ." kata Andreas menepuk jidatnya dan mengajak Anggi kembali masuk

__ADS_1


ke dalam Cafe..


" Kalian dari mana sih? Mery kan takut,


kalau kak Andreas dan kak Anggi mau


pergi bayarin dulu dong makanannya, huh.."kata Mery kesal.


"Iya deh ,,maaf tadi kakak lagi ngangkat telfon ." jawab Andreas bohong, saat memberikan sebuah kartu pada pelayan untuk membayar makanan mereka.


" Alah bohong , bilang aja kalau kak


Andreas dan kak Anggi tadi pacaran di parkiran, ciuman lagi ." ucap Mery , yang tadi sempat mengintip di Parkiran.


"Hus ,,, jangan ngawur kamu, Bocil nggak boleh bicara begitu, nanti aku bilangin


ke Joy Lo,,, ." kata Anggi yang kaget ,


**Mery kok bisa tau kalau dia dan Andreas tadi memang berciuman** batin Anggi .


" Iya ,iya Mery mengerti, ,, ." ucap Mery beranjak keluar dari Cafe ,


Tanpa banyak bicara mereka masuk kedalam mobil dan pulang.


Di dalam mobil mereka diam , tidak ada percakapan , sampai akhirnya mobil itu berhenti tepat di depan rumah Nenek.


Mery turun dari pintu belakang dan


Andreas juga turun dan berlari


membukakan pintu untuk Anggi.


" Cie,,, yang lagi kasmaran , ingat ada anak dibawah umur di sini, jadi di sensor ya ."


goda Mery yang membuat Anggi malu dan salah tingkah.


" Kalau Mery boleh tanya , rasa bibirnya kak Andreas manis apa asem , kak?." bisik Mery menggoda Anggi lagi , tapi masih terdengar oleh Andreas .


Saat mereka berada di luar pagar rumah Nenek , Mery pun segera berlari masuk


ke dalam rumah.Andreas yang sempat mendengar ucapan Mery , merasa senang mengingat ciumannya dengan Anggi tadi.


"Meryyyyyyy,,, ." teriak Anggi jengkel , saat Mery berlari masuk kedalam rumah .


"Sudah biarkan saja, Mery memang suka menggodamu ." ucap Andreas saat tangannya memeluk Anggi.


" Yang terpenting sekarang, aku senang


sekali karena aku bisa mengungkapkan perasaanku padamu dan kau juga


menerimanya ." kata Andreas yang masih memeluk Anggi.


" Terimakasih ." bisiknya pada Anggi dan melepaskan pelukannya , lalu dengan


gerakan cepat Andreas mencium sekilas


bibir Anggi , kemudian pergi meninggalkan Anggi .


" Aku pulang dulu , sampai jumpa besok ." ucap Andreas melambaikan tangannya kemudian masuk ke dalam mobilnya.


Anggi masuk kedalam rumah dengan jantungnya yang berdetak kencang masih tidak percaya kalau dirinya sekarang berpacaran dengan andreas.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


***


**


*


ย 


jangan lupa ninggalin jejak ya KK ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ


Next

__ADS_1


ย 


__ADS_2