Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Penjelasan


__ADS_3

Di dudukkan di sofa , Roy siap


diinterogasi , Adinda tak mau diikutkan


dalam permasalahan kakaknya menjauh


mendekati Tante dan kakak sepupunya .


" Kak Joy belum pernah liat bunda


interogasi kan ?, serem tau ." berbisik


pada Joy , melirik buah diatas nakas


kemudian mengambilnya .


Wulan tak heran dengan tingkah laku


keponakan nya yang satu ini , setiap


melihat makanan selalu bawaan ingin


makan , tapi yang membuatnya heran


kenapa banyak makanan masuk tapi


tubuhnya masih kecil dan terbilang


kurus .


" Iya kah , memang seseram apa Tante


Rani jika menginterogasi ?." Joy penasaran .


" Kak Joy lihat saja sendiri ." berbicara


dengan mulut yang penuh buah apel


hasil gigitannya yang terlalu besar .


Wulan tak suka jika melihat kebiasaan


keponakan nya ini selalu bicara sambil


makan ," telan dulu Din , sudah tersedak


baru menyesal ." Dinda meringis .


" Sudah jangan dengarkan perkataan


Dinda , dia lebay kalau bicara , kau


sudah meminum obatnya nak ?."


menarik selimut untuk menutupi kaki


putrinya .


###


Tetap duduk di sofa Roy menarik nafasnya


dalam , kemudian melepaskan dengan


kasar , dia benar-benar bingung harus


menjawab apa disaat pikiran nya kini


terbang mengikuti kemana Mery pergi


berdua dengan Bimo saat ini .


Yang di tunggu tak kunjung menjawab ,


Rani sudah tak sabar ," Roy jelaskan pada bunda , kenapa kalian ribut disini dan


apa yang kalian ributkan ?."


Roy menghela nafas ," Tidak ada Bun ,


Roy cuma kesal Bimo ada disini , itu saja ."


hendak berdiri , tangannya di tarik dan


terduduk lah dia kembali .

__ADS_1


" Kesal , kenapa ? , apa salah Bimo yang


membuatmu kesal , apa jangan - jangan


karena Mery ?." Roy meraup wajahnya .


" Apa sih Bun , tidak ada karena Mery ,


aku tak bisa jelaskan pada bunda tapi


yang jelas aku tak suka ada dia disini


itu saja ."


Roy berusaha membuat alasan yang


masuk akal , tapi wajahnya tak bisa


berbohong saat melihat Mery


menggandeng Bimo raut mukanya


jelas menggambarkan seseorang yang


sedang terbakar emosi api cemburu .


" Iya deh bunda paksakan untuk percaya,


tapi siapa wanita kemaren yang ikut


kamu menjemput bunda di Bandara ,


dan ada hubungan apa antara kamu


sama Mery ?."


Melipat kedua tangannya di dada , Rani


tak sabar mengulik kebenaran tentang


anaknya .


**" Apa - apaan bunda ini , semua di


apa aku harus mengakui jika aku suka


pada Mery di sisi lain aku juga menggoda


Isabel , ini konyol ." memutar otak , hati


Roy berbicara .


" Pasti mau mencari alesan itu Bun ."


Adinda bagai menuang minyak di api


yang hampir padam , membuatnya


situasi semakin panas .


" Diam kau bocil ." pelototan Roy


dibuahkan untuk adiknya yang suka ikut bicara .


" Wanita kemarin itu namanya Isabella ,


dia adalah sekertaris David , jika tak


percaya tanyakan Joy , dia juga tahu ."


Rani mengalihkan pandangannya pada


Joy , jawaban anggukan kepala Joy


untuk mengiyakan perkataan Roy .


" Lalu , Mery ?."


Mengusap wajahnya berulang kali , Roy


kesal namun tak bisa meluapkan ,


menyimpan nya dalam hati berusaha


tetap tenang .

__ADS_1


" Bunda aku dan Mery tak ada hubungan


apa - apa , aku menganggapnya seperti


adikku sendiri layaknya pada Adinda ,


bunda fahamkan apa maksudku ? ."


Roy berusaha mengalihkan prasangka


yang ada di fikiran bundanya , dia tak


bisa mengakui perasaan yang


sesungguhnya .


Dia tahu pasti bundanya tidak akan


merestui hubungannya dengan Mery ,


karena yang ada di fikiran Roy bundanya menganggap Merry masih kecil tak


layak untuk di jadikan pasangan hidup .


Jadi sebelum perasaannya di ketahui


oleh bundanya , dia sudah mengalihkan


pada Isabella , karena dia tahu pasti


nanti saat tiba di Jakarta bundanya itu


akan menanyakan hal yang sama


seperti pertanyaan yang terlontar setiap


mereka bertemu .


KAPAN KAMU MENIKAH ?


Pertanyaan yang sama dan selalu


berulang setiap berjumpa .


Pintu terbuka bersamaan Anggi masuk


dengan Andreas , tak sengaja mendengar


perbincangan antara ibu dan anak .


Tanpa permisi langsung ikut melontarkan


kata- kata yang membuat ibunda Roy


terkejut .


" Tak ada hubungan apa-apa tapi Kalian


sering berciuman , apa itu luapan


perasaan antara seorang kakak pada


adiknya ?." sahut Anggi enteng .


Semua mata tertuju pada satu orang ,


Roy diam tak bisa berkutik .


" Astaga mulut berbisa nenek lampir ini


tak bisa dikondisikan ." memejamkan


mata , menahan malu .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Lanjut GK nihhhhhh😌😌😌😌


jejaknya mana 😌😌.. jgn lupa like,


komen, vote n hadiahnya ya KK cayanggg


salam cinta dari author 😘😘😘❀️


Next 😍😍

__ADS_1


__ADS_2