
Di dudukkan di sofa , Roy siap
diinterogasi , Adinda tak mau diikutkan
dalam permasalahan kakaknya menjauh
mendekati Tante dan kakak sepupunya .
" Kak Joy belum pernah liat bunda
interogasi kan ?, serem tau ." berbisik
pada Joy , melirik buah diatas nakas
kemudian mengambilnya .
Wulan tak heran dengan tingkah laku
keponakan nya yang satu ini , setiap
melihat makanan selalu bawaan ingin
makan , tapi yang membuatnya heran
kenapa banyak makanan masuk tapi
tubuhnya masih kecil dan terbilang
kurus .
" Iya kah , memang seseram apa Tante
Rani jika menginterogasi ?." Joy penasaran .
" Kak Joy lihat saja sendiri ." berbicara
dengan mulut yang penuh buah apel
hasil gigitannya yang terlalu besar .
Wulan tak suka jika melihat kebiasaan
keponakan nya ini selalu bicara sambil
makan ," telan dulu Din , sudah tersedak
baru menyesal ." Dinda meringis .
" Sudah jangan dengarkan perkataan
Dinda , dia lebay kalau bicara , kau
sudah meminum obatnya nak ?."
menarik selimut untuk menutupi kaki
putrinya .
###
Tetap duduk di sofa Roy menarik nafasnya
dalam , kemudian melepaskan dengan
kasar , dia benar-benar bingung harus
menjawab apa disaat pikiran nya kini
terbang mengikuti kemana Mery pergi
berdua dengan Bimo saat ini .
Yang di tunggu tak kunjung menjawab ,
Rani sudah tak sabar ," Roy jelaskan pada bunda , kenapa kalian ribut disini dan
apa yang kalian ributkan ?."
Roy menghela nafas ," Tidak ada Bun ,
Roy cuma kesal Bimo ada disini , itu saja ."
hendak berdiri , tangannya di tarik dan
terduduk lah dia kembali .
__ADS_1
" Kesal , kenapa ? , apa salah Bimo yang
membuatmu kesal , apa jangan - jangan
karena Mery ?." Roy meraup wajahnya .
" Apa sih Bun , tidak ada karena Mery ,
aku tak bisa jelaskan pada bunda tapi
yang jelas aku tak suka ada dia disini
itu saja ."
Roy berusaha membuat alasan yang
masuk akal , tapi wajahnya tak bisa
berbohong saat melihat Mery
menggandeng Bimo raut mukanya
jelas menggambarkan seseorang yang
sedang terbakar emosi api cemburu .
" Iya deh bunda paksakan untuk percaya,
tapi siapa wanita kemaren yang ikut
kamu menjemput bunda di Bandara ,
dan ada hubungan apa antara kamu
sama Mery ?."
Melipat kedua tangannya di dada , Rani
tak sabar mengulik kebenaran tentang
anaknya .
**" Apa - apaan bunda ini , semua di
apa aku harus mengakui jika aku suka
pada Mery di sisi lain aku juga menggoda
Isabel , ini konyol ." memutar otak , hati
Roy berbicara .
" Pasti mau mencari alesan itu Bun ."
Adinda bagai menuang minyak di api
yang hampir padam , membuatnya
situasi semakin panas .
" Diam kau bocil ." pelototan Roy
dibuahkan untuk adiknya yang suka ikut bicara .
" Wanita kemarin itu namanya Isabella ,
dia adalah sekertaris David , jika tak
percaya tanyakan Joy , dia juga tahu ."
Rani mengalihkan pandangannya pada
Joy , jawaban anggukan kepala Joy
untuk mengiyakan perkataan Roy .
" Lalu , Mery ?."
Mengusap wajahnya berulang kali , Roy
kesal namun tak bisa meluapkan ,
menyimpan nya dalam hati berusaha
tetap tenang .
__ADS_1
" Bunda aku dan Mery tak ada hubungan
apa - apa , aku menganggapnya seperti
adikku sendiri layaknya pada Adinda ,
bunda fahamkan apa maksudku ? ."
Roy berusaha mengalihkan prasangka
yang ada di fikiran bundanya , dia tak
bisa mengakui perasaan yang
sesungguhnya .
Dia tahu pasti bundanya tidak akan
merestui hubungannya dengan Mery ,
karena yang ada di fikiran Roy bundanya menganggap Merry masih kecil tak
layak untuk di jadikan pasangan hidup .
Jadi sebelum perasaannya di ketahui
oleh bundanya , dia sudah mengalihkan
pada Isabella , karena dia tahu pasti
nanti saat tiba di Jakarta bundanya itu
akan menanyakan hal yang sama
seperti pertanyaan yang terlontar setiap
mereka bertemu .
KAPAN KAMU MENIKAH ?
Pertanyaan yang sama dan selalu
berulang setiap berjumpa .
Pintu terbuka bersamaan Anggi masuk
dengan Andreas , tak sengaja mendengar
perbincangan antara ibu dan anak .
Tanpa permisi langsung ikut melontarkan
kata- kata yang membuat ibunda Roy
terkejut .
" Tak ada hubungan apa-apa tapi Kalian
sering berciuman , apa itu luapan
perasaan antara seorang kakak pada
adiknya ?." sahut Anggi enteng .
Semua mata tertuju pada satu orang ,
Roy diam tak bisa berkutik .
" Astaga mulut berbisa nenek lampir ini
tak bisa dikondisikan ." memejamkan
mata , menahan malu .
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Lanjut GK nihhhhhhππππ
jejaknya mana ππ.. jgn lupa like,
komen, vote n hadiahnya ya KK cayanggg
salam cinta dari author πππβ€οΈ
Next ππ
__ADS_1